
"Terus apa salah memakai kita memakai piyama?" tanya Melvin yang masih belum paham dengan apa yang di maksud oleh istri nya itu.
Lioa pun menepuk kening nya tanda dia pusing menjelaskan kepada suami nya itu.
"Gak aneh sih sebenar nya tapi kita terlihat seperti anak-anak saja. Kita adalah suami dan is--"
"Ah aku paham sayang apa yang kau maksud." potong Melvin yang akhirnya paham dengan apa yang di maksud oleh istri nya.
"Kita pakai ini dulu untuk malam ini karena aku memang belum sempat membelikan pakaian seperti itu untukmu. Kita pakai piyama dulu untuk malam ini baru besok aku akan meminta seseorang untuk membelikan nya. Lagi pula aku sebenar nya tidak butuh pakaian seperti itu sayang. Jika untuk membangkitkan hasratku hanya cukup ada kau saja. Tidak harus butuh pakaian seperti itu karena saat ini pun aku sudah berhasrat melihatmu dengan bakutan piyama. Tapi jika memang kau ingin memakai pakaian seperti itu untukku maka aku pun pasti akan sangat menyukai nya karena aku merasa bahwa istriku ingin menyenangkan ku. Namun kau harus melakukan nya karena kau ingin jangan merasa terpaksa karena aku tidak menyukai kau memakai sesuatu yang tak kau inginkan. Senyumanmu saja sayangku." sambung Melvin.
Lila yang mendengar ucapan panjang suami nya itu pun tersenyum dan merasa sangat di hargai. Jujur saja dia pun lebih nyaman memakai piyama hanya saja jika untuk menyenangkan suami nya mengapa tak dia lakukan. Dia ingin menjadi istri yang menyenangkan untuk suami nya itu. Suami yang sudah berjuang selama beberapa tahun ini hanya untuk mendapat kata maaf dari nya padahal itu bukan hanya salah Melvin. Itu semua justru terjadi karena keegoisan nya. Dia yang egois memutuskan apapun sesuai kehendak nya tanpa memikirkan yang lain.
Melvin pun tanpa berlama-lama segera memeluk istri nya itu. Setelah nya dia segera menggendong Lila dan meletakkan nya di ranjang.
"Ayo kita tidur sayang. Istirahat lah. Aku tidak ingin mengganggumu malam ini. Kita sama-sama lelah." ucap Melvin.
Lila yang mendengar ucapan Melvin pun seketika pipi nya terasa panas karena dia paham apa makna di balik ucapan suami nya itu. Dan jujur saja dia juga sangat lelah tapi jika Melvin menginginkan nya kenapa tidak di lakukan. Itu adalah hak suami nya yang sudah seharus nya dia berikan sejak janji pernikahan di ucapkan.
Yah walaupun tidak menutup kenyataan bahwa sebelum nya mereka sudah pernah melakukan nya. Dan bukti nyata nya adalah Alex dan Alexa yang lahir dari kesalahan kedua nya. Tapi kesalahan mereka itu melahirkan dua anak yang suci dan jenius. Tidak ada hal yang perlu di sesali.
Jika ingin menyesal maka hanya satu yang perlu di sesali yaitu keegoisan nya yang memilih pergi. Seharus nya dia memilih menunggu sedikit lebih lama lagi agar semua nya bisa berjalan dengan baik. Mungkin saja sudah sejak lama dia bahagia jika memilih jalan itu. Tapi apalah daya semua sudah terjadi dan sudah menjadi bagian masa lalu yang sudah tidak bisa di ulang lagi hanya tinggal di jadikan kenangan saja. Kenangan yang akan menjadi cerita untuk anak mereka nanti. Si kembar dan adik-adik nya.