
Kini Melvin baru saja pulang dari perusahaan saat jam menunjukkan pukul setengah lima sore. Memang waktu pulang kerja. Dia tidak mengambil lembur selama dia sudah menikah ini. Dia selalu ingin menemani sang istri dan juga bersama kedua buah hati nya. Walaupun sebentar lagi mereka akan pergi ke Negara S tapi Melvin sudah mempercayakan semua urusan perusahaan itu kepada Deo. Selain itu juga ada sang papi yang akan ikut mengawasi.
“Mih, istriku di mana?” tanya Melvin kepada mami nya yang memang berada di ruang keluarga bersama sang putri.
“Mommy ada di kamar dad.” Bukan mami Elea yang menjawab tapi putri cantik nya.
Melvin yang mendengar jawaban sang putri pun tersenyum, “Terima kasih, girl. Mih, aku mau ke atas dulu.” Pamit Melvin tapi sebelum itu dia mengusap dulu kepala putri nya.
Mami Elea dan Alexa pun hanya saling memandang lalu tersenyum, “Nenek … daddy itu sangat menyayangi mommy. Tapi seperti nya mommy belum bisa membuka hati nya.” ujar Alexa.
“Mommy juga menyayangi daddy, dek. Daddy itu idoa nya mommy. Mana mungkin mommy tidak membuka hati nya untuk daddy kita. Kau selalu berpikiran buruk kepada mommy.” Timpal Alex dari arah halaman belakang bersama sang kakek.
Alexa yang mendengar ucapan sang kakak pun mendengus, “Aku tahu kakak akan selalu membela mommy.” Ucap Alexa.
“Kau juga sama. Kau itu selalu ada di pihak daddy.” Balas Alex tidak mau kalah.
“Bukan kah memang seperti itu. Seorang putri itu pasti selalu dekat dengan daddy nya.” Ujar Alexa.
“Iya kan kek?” sambung Alexa meminta dukungan sang kakek.
Papi Emran pun hanya tersenyum dan mengangguk saja karena tidak ingin cucu perempuan nya itu kesal jika tidak di dukung. Sementara Alex pun hanya mengangkat kedua alis nya.
Di atas sana di kamar, Melvin masuk ke kamar nya itu dan tersenyum melihat istri nya yang berada di balkon kamar nya sedang menikmati pemandangan sore di sana.
Melvin pun segera berjalan ke arah istri nya itu lalu segera mengalungkan tangan nya di leher sang istri dengan kepala nya di letakkan di pundak Lila.
Lila pun tersenyum karena memang sudah mengenali aroma parfum milik suami nya, “Kenapa di sini?” tanya Melvin.
“Hum, aku sedang memandangi kediamanku.” Jawab Lila asal.
Melvin pun yang mendengar nya tersenyum, “Apa kau ingin ke sana?” tanya Melvin.
“Apa boleh?” tanya Lila balik.
Melvin pun diam lalu tampak berpikir, “Hum, boleh. Kita akan ke sana setelah ini. Tapi aku mandi dulu.” Ujar Melvin lalu mencuri kecupan singkat di bibir istri nya dan setelah itu segera berlalu menuju kamar mandi.
Lila yang melihat tingkah suami nya pun hanya bisa tersenyum saja, “Aku tidak menyangka bahwa aku menikahi pria seperti itu. Akan rusak citra nya sebagai idola kaum wanita jika saja aku mengumbar apa yang dia lakukan. Dia sama sekali jauh dari apa yang di deskripsikan oleh orang-orang selama ini. Suamiku!” Ucap Lila tersenyum.
Setelah itu dia segera masuk ke kamar dan menuju walk in closet mencoba menyiapkan pakaian untuk suami nya itu. Hal yang pertama kali dia lakukan setelah bergelar istri. Ini adalah pertama kali nya karena memang kaki nya yang tidak memungkinkan dan Melvin sendiri yang juga melarang nya untuk melakukan aktivitas yang berat.
Melvin memang sangat menjaga nya atau lebih terkesan sangat overprotektif. Namun Lila menerima semua itu dengan senang hati. Dia tidak keberatan sama sekali dengan aturan suami nya itu. Begitu lah cinta. Yah, cinta memang bisa datang kepan saja. Bukan kah mengubah rasa kagum dan suka menjadi cinta itu sangat mudah apalagi mereka sudah sah sebagai pasangan.