My Secret With CEO

My Secret With CEO
173


Lila masih menggandeng lengan Selena layaknya saudari. Tidak terlihat bahwa Lila adalah istri atasan Selena. Tidak ada batasan. Lila terlihat seperti saudari kecil Selena. Jika ada yang tidak mengenal kedua nya mungkin akan mengira seperti itu.


"Nyonya, kita mau kemana?" tanya Selena memberanikan diri saat Lila membawa nya turun ke lift dan nyonya nya itu menekan angka di mana di lantai itu adalah tempat sistem informasi perusahaan berada.


Lila tidak menjawab pertanyaan Selena dan hanya tersenyum saja menatap sekretaris suami nya itu yang mendapatkan nilai positif dari nya. Selena bukan lah tipe sekretaris penggoda walaupun wanita itu suka bercanda dengan menggoda Melvin. Tapi itu hanya sebatas bahan candaan saja.


Selena pun diam saja saat pertanyaan nya tidak mendapatkan jawaban justru senyuman manis yang bisa di artikan lain karena senyum itu adalah milik Lila. Entah kenapa Selena merasa senyum Lila itu menyimpan sesuatu yang misterius walaupun terlihat sangat manis senyum yang di perlihatkan.


Singkat cerita, kini lift sudah terbuka. Lila segera keluar dan Selena mengikuti dari belakang. Tapi kemudian Lila berhenti dan berbalik.


"Jangan berjalan di belakangku, kak. Aku menyukai nya. Aku bkan atasanmu. Aku hanya lah istri tuanmu di sini kak. Aku tidak suka di perlakukan seperti itu. Ayo berjalan di sampingku." ucap Lila lembut tapi tegas.


Selena pun akhirnya hanya bisa menurut mengikuti perkataan Lila berjalan di samping nyonya nya itu. Entah kenapa dia selalu tidak bisa menolak perintah Lila walaupun wanita itu sudah mengatakan tidak perlu memperlakukan nya se istimewa itu. Tapi dia tidak bisa melakukan hal itu. Lila dengan perkataan yang seperti itu justru membuat Selena semakin menghormati Lila. Percaya lah tidak ada seorang pun yang membuat nya bersikap sehormat ini pada orang lain kecuali Lila. Bahkan Melvin pun dia tidak sehormat ini.


"Apa saya bisa masuk?" tanya Lila saat dia sudah berada di depan ruangan yang di dalam nya ada pusat pemantauan perusahaan.


Petugas di sana saling menatap satu sama lain. Mereka kaget melihat Lila ada di sana tanpa pemberitahuan sebelum nya. Bahkan asisten presdir mereka tidak mengatakan hal ini. Mereka takut mau mengambil keputusan apa.


"Bagaimana? Apa saya bisa masuk?" ulang Lila saat petugas itu sudah selesai menelpon.


Lila sudah bisa menduga siapa yang menelpon petugas itu. Itu pasti Deo, asisten suami nya. Melvin tentu tidak akan membiarkan istri nya itu pergi tanpa pantauan dari nya. Berkaca dari pengalaman sebelum nya. Dia tidak ingin kehilangan istri nya itu. Walaupun Lila sudah berjanji tidak akan meninggalkan nya. Tapi tetap saja ketakutan itu ada.


"Silahkan, nyonya." jawab petugas itu.


Lila pun mengangguk, "Ayo kak. Kita masuk." ajak Lila menggandeng lengan Selena kembali hingga orang-orang di sana terkejut melihat apa yang Lila lakukan. Apalagi di tambah dengan panggilan kak yang di sematkan Lila untuk Selena.


Selena hanya bisa menurut dan masuk ke dalam ruangan pemantauan itu di mana semua petugas di dalam nya sudah keluar membiarkan Lila dan Selena berdua di sana atas perintah dari Melvin sendiri yang di sampaikan oleh Deo.


Begitu Lila masuk ke dalam ruangan pemantauan, di sana heboh membicarakan perlakuan Lila terhadap Selena.


"Apa yang akan di lakukan nyonya di dalam bersama sekretaris tuan?"