My Secret With CEO

My Secret With CEO
174


"Apa yang akan di lakukan nyonya di dalam bersama sekretaris tuan?"


Itu adalah salah satu perkataan yang timbul di antara karyawan yang melihat kebersamaan Lila dan Selena.


Selena yang melihat Lila duduk di depan komputer yang ada di sana memberanikan kembali untuk bertanya, "Nyonya kita mau--"


"Duduklah!" potong Lila cepat saat Selena belum menyelesaikan kalimat nya.


Selena pun mengangguk dan segera duduk tepat di samping Lila karena memang Lila mengisyaratkan hal itu.


"Aku mengajak kakak ke sini ingin membicarakan sesuatu. Menanyakan sesuatu terkait hal terjadi lima tahun lalu di perusahaan ini." ucap Lila santai.


Sementara Selena bingung mendengar perkataan Lila itu, "Terkait apa nyonya? Saya--"


Lila tersenyum melihat kebingungan yang dj tunjukkan Selena, "Tidak perlu berpikir banyak, kak. Aku hanya ingin menanyakan satu pertanyaan yang mudah atau jika khilaf mungkin akan lebih dari itu." ucap Lila masih santai dan terkesan bercanda.


Tapi hal itu bukan nya menenangkan Selena. Dia justru merasa pertanyaan yang akan di ajukan Lila pasti sulit dan tidak mudah untuk di jawab. Percaya lah saat ini dia merasa sedang menghadapi ujian dari dosen killer.


"Santai saja kak. Tidak perlu tegang seperti itu." ucap Lila lalu mulai mengoperasikan komputer yang ada di hadapan nya.


Selena hanya melihat saja apa yang di lakukan oleh nyonya bos nya itu.


"Lumayan! Sistem yang di gunakan dan di terapkan mereka sangat baik. Hanya saja Alex dan Alexa membuat perlindungan sendiri akan perusahaan daddy mereka ini." batin Lila mengenali kode yang ada di hadapan nya itu sangat mirip dengan kode yang dia gunakan di perusahaan daddy nya yang kini di tangani oleh Luke.


"Saham perusahaan aman." gumam Lila dan mampu di dengar Selena.


Setelah itu Lila kembali menjelajahi apa yang ingin dia ketahui dan ingin dia tanyakan kepada Selena.


"Kak, apa kau mengenal orang ini?" tanya Lila saat memperlihatkan gambar punggung seseorang yang terlihat seperti sedang mengawasi perusahaan Melvin.


Lila pun tersenyum mendengar jawaban Selena yang sangat jujur itu, "Makasih atas pendapatmu itu, kak." ucap Lila lalu kembali melanjutkan pencarian nya.


"Kalau ini?" tanya Lila lagi.


"Ini seorang wanita nyonya. Di lihat dari postur nya. Tapi saya tidak mengenal nya." jawab Selena.


Lila pun mengangguk dan kembali mencari gambar yang mungkin saja bisa di kenali oleh Selena. Itu adalah harapan nya satu-satu nya karena hanya gambar terakhir itu saja yang dia punya.


"Kalau ini bagaimana?" tanya Lila.


Selena pun memperhatikan gambar seorang office girl itu di mana terlihat sangat familiar sebulan terakhir ini tapi seminggu lalu menghilang tanpa kabar.


"Dia--"


"Dia Dina, nyonya. Office girl yang bertugas di ruangan administrasi sebulan kebelakang tapi dalam minggu ini saya belum melihat nya. Entah lah dia menghilang kemana." jawab Selena.


"Cepat cari dia kak. Aku mau dia ada di hadapanku sekarang. Aku ingin tahu alasan dia menghilang." ucap Lila berapi-api.


"Aku butuh dia sekarang. Cari dia dan bawa ke hadapanku baik dalam keadaan hidup atau pun tidak." pinta Lila.


Selena yang mendengar ucapan Lila pun mengangguk cepat dan segera melakukan apa yang di minta Lila. Apalagi dia menyadari perubahan ekspresi di wajah Lila yang tadi nya tenang berubah menjadi amarah.


"Saya akan mencari tahu, nyonya." ucap Selena.


Lila pun menarik napas panjang lalu memejamkan mata nya.


"Siapa kau? Kenapa seolah-olah kau tahu seluk beluk keluargaku?"