My Secret With CEO

My Secret With CEO
101


Kini Lila dan Melvin sedang berada di kediaman milik Lila yang berdiri tepat di samping kediaman utama milik keluarga Melvin. Setelah makan malam bersama kedua nya sepakat untuk melihat kediaman itu.


“Itu adalah ruangan monitor yang aku gunakan untuk mengawasi Alex dan Alexa saat mereka berada di kediamanmu.” Tunjuk Lila pada salah satu ruangan yang ada di kediaman itu.


Melvin yang mendengar ucapan istri nya itu pun tersenyum dan tertarik ingin melihat nya, “Apa kau ingin melihat nya?” tanya Lila.


Melvin pun mengangguk, “Apa aku bisa melihat nya?” tanya Melvin balik.


Lila pun tersenyum dan mengangguk, “Tentu saja. Lagi pula apa juga yang harus aku tutupi darimu.” Balas Lila.


Melvin yang mendengar balasan dari Lila itu pun menyunggingkan senyum senang. Entah kenapa ucapan Lila itu menghangatkan hati nya. Memang ucapan Lila itu terdengar biasa untuk orang lain tapi bagi nya tidak. Itu seperti bentuk penerimaan Lila atas diri nya. Dia senang Lila mau membagi apapun dengan nya. Dia merasa di butuhkan oleh wanita seperti Lila yang sangat mandiri dan detail terhadap sesuatu. Tipe gadis yang perfeksionis. Sebenar nya mereka sama. Dia pun orang yang perfeksionis tapi harus dia akui bahwa Lila adalah salah satu wanita yang cerdas yang tidak menggunakan hati nya tapi logika.


Melvin dan Lila pun menuju ruangan yang di tunjuk Lila itu dan kedua nya masuk ke sana. Melvin terkejut dengan apa yang dia lihat di sana. Banyak nya komputer layak nya sebuah lab saja. Dia tidak menyangka bahwa kediaman yang baru saja dia tahu sebagai milik istri nya itu bisa menyiapkan semua ini dalam waktu yang singkat.


“Jangan kaget dengan isi nya. Ini memang sudah ada sejak setahun lalu di sini.” Ujar Lila yang menyadari bahwa suami nya itu kaget dengan apa yang dia lihat.


“Setahun lalu? Maksud nya apa?” tanya Melvin heran.


Lila yang mendengar nya pun hanya tersenyum, “Ouh ayolah sayang. Jelaskan dan katakan padaku. Jangan katakan kau pernah ke sini setahun lalu tapi aku tidak mengetahui nya lagi.” Ujar Melvin.


Lila pun terkekeh mendengar ucapan suami nya itu. Lalu dia menggeleng, “Gak kok. Aku memang baru saja tiba di sini. Tapi memang kediaman ini sudah ada sejak dua tahun lalu dan sudah di isi oleh orang kepercayaanku semua nya. Baik perabot maupun fasilitas ini.” jelas Lila.


“Apa kakakmu yang melakukan nya?” tanya Melvin karena yang dia tahu orang kepercayaan istri nya itu hanya Luke dan Delon saja.


Lila kembali tersenyum, “Hmm, itu rahasia.” Ucap Lila misterius.


“Sudah lah jangan tanya lagi. Itu adalah sesuatu yang masih ingin ku rahasiakan. Tapi satu hal aku menyambungkan semua CCTV yang ada di kediamanmu itu ke sini. Kau bisa melihat nya.” ujar Lila lalu menghidupkan salah satu komputer di sana dan tidak lama terlihat lah semua sudut kediaman Melvin di layar monitor itu.


Melvin pun hanya bisa menatap takjub semua itu. Walaupun dia sudah tahu bahwa istri nya itu memiliki kemampuan sama seperti sang asisten tapi tetap saja dia kagum dengan apa yang di lihat nya.


“Kita ke atas saja. Ke kamarku. Aah hubby sudah tahu kan di mana kamarku. Kan sudah pernah mengambil piyamaku. Jika begitu kita kembali saja.” ujar Lila.


Melvin pun mengangguk dan mereka pun pamit pada pelayan yang memang di tugaskan untuk merawat kediaman itu.


“Dear, apa lagi yang kau bisa tapi tak ku ketahui?” tanya Melvin dengan mendorong kursi roda milik istri nya itu.


“Apa? Seperti nya semua sudah kau ketahui. Tidak ada lagi yang ku sembunyikan.” Ujar Lila.


“Tidak, aku yakin kau masih menyembunyikan sesuatu dariku. Kau hebat sayang.” ucap Melvin.


“Kau juga hebat by.” Balas Lila yang tahu bahwa saat ini suami nya itu seperti nya sedang merasa insecure dengan diri nya padahal itu bukan apa-apa. Dia tetap saja seorang istri dan juga seorang wanita yang butuh perlindungan dari suami atau pun pria.


“Aku tidak sehebat itu By. Kau tahu itu. Jika aku hebat maka saat ini aku tidak seperti ini.” sambung Lila.


Melvin yang mendengar nya pun terdiam, “Kau akan sembuh sayang. Aku janji.” ujar Melvin.


“By, bagaimana kabar kedua wanita itu?” sambung Lila mengalihkan topic karena tidak ingin membahas hal yang membuat nya sedih.


“Kedua wanita itu? Siapa yang kau maksud sayang?” tanya Melvin.


Lila pun tersenyum tipis, “Tidak perlu berpura-pura by. Aku tahu kau sangat tahu jelas siapa yang ku maksud. Tidak perlu berlagak tidak tahu hanya karena tidak ingin menjelaskan apapun padaku.” Ujar Lila.


“Bukan seperti itu sayang. Aku bukan tidak ingin menjelaskan apapun padamu. Hanya saja kau sendiri yang mengatakan bahwa tidak ingin tahu tentang mereka lagi.” Ujar Melvin menggenggam tangan istri nya itu lembut saat Lila sudah dia pindahkan ke ranjang.


Lila pun mengangguk, “Hum, aku memang mengatakan nya. Tapi entah kenapa aku jadi ingin tahu tentang mereka. Aku hanya ingin tahu saja keadaan mereka.” ujar Lila.


Melvin yang mendengar ucapan istri nya pun diam sambil berpikir, “Mereka sudah tiada.” Ucap Melvin.


Lila yang mendengar itu pun kaget dan menatap sang suami lekat, “Tiada? Apa maksud nya?” tanya Lila memastikan apa dia salah dengar atau tidak.


“Ya tiada.” Ujar Melvin.


“Apa kau yang membunuh mereka?” tanya Lila yang langsung bisa mengartikan tiada yang di maksud suami nya itu apa.


Melvin menggeleng, “Tidak sayang. Aku akui aku bukan lah orang baik tapi aku tidak mungkin melakukan pembunuhan.” Ujar Melvin.


Lila pun mengangguk dan tersenyum, “Yah mungkin saja memang tidak membunuh secara langsung tapi melakukan perintah pembunuhan itu.” ujar Lila.


Melvin pun terkekeh dengan ucapan sang istri yang bisa dengan mudah memikirkan apa yang dia pikirkan, “Jika itu memang sudah pasti. Mana mungkin aku membiarkan mereka hidup dengan tenang lebih lama lagi setelah membuatmu seperti ini.” ujar Melvin.


“Jadi kau memang membunuh mereka?” tanya Lila lagi.


Melvin kembali menggeleng, “Aku tidak melakukan nya. Aku berani bersumpah untuk itu sayang.” ujar Melvin jujur.


Lila pun mengangguk percaya setelah menatap kedua bola mata sang suami yang memang terlihat tidak ada kebohongan sama sekali di sana, “Hum, aku percaya. Lalu siapa yang membunuh mereka?” tanya Lila.


“Itu rahasia sayang. Kau hanya perlu tahu saja bahwa mereka sudah tiada. Mereka sudah tenang di alam mereka.” ujar Melvin.


“Ouh begitu. Apa ini adalah balas dendam karena aku tidak mengatakan siapa orang kepercayaanku itu? Hum, baiklah aku menerima nya. Aku akan mencari tahu sendiri.” Ujar Lila penuh senyum.


Melvin yang melihat itu pun tersenyum, “Kau tidak boleh tahu siapa yang sudah memaksa mereka mati sayang. Tidak boleh. Aku tidak ingin kau membenci orang itu.” batin Melvin yakin bahwa sang istri tidak akan mungkin tahu siapa pelaku nya. Karena semua anak buah Lila yang di bawah kepemimpinan Luke sudah ada di bawah perintah nya.


Sementara Lila hanya tersenyum melihat suami nya yang diam saja terlihat berpikir. Lila tahu apa yang di pikirkan suami nya itu, “Aku tahu apa yang kau pikirkan By. Kau pasti memikirkan bahwa aku sudah tidak bisa mendapatkan informasi itu karena semua anak buahku sudah ada dalam kekuasaanmu. Tapi aku pastikan aku pasti akan mendapatkan informasi itu. Jika kau tidak ingin aku tahu dari orang lain maka katakan siapa pelaku nya.” ucap Lila.


Deg


Melvin yang mendengar ucapan istri nya yang memang menebak dengan benar apa yang di pikirkan nya itu pun hanya bisa diam tidak tahu harus menjawab apa.


“Apa kakak yang melakukan nya?”