My Secret With CEO

My Secret With CEO
166


Si kembar Alex dan Alexa kini segera berangkat ke sekolah selepas sarapan dengan di antar oleh sopir mereka.


"Vin, mana istrimu? Kenapa dia tidak ikut sarapan bersama kita?" tanya papi Emran.


"Dia ada urusan sedikit pih dan meminta kita untuk sarapan tanpa nya." jawab Melvin.


Papi Emran yang mendengar jawaban sang putra menggeleng, "Panggilkan dia ke sini, Vin. Papi mau bicara pada menantu papi itu." ucap papi Emran.


Mami Elea yang baru datang ke ruang tengah dan mendengar ucapan sang suami pun bertanya, "Papi mau bicarakan apa dengan nya?" tanya mami Elea.


Papi Emran diam dan tidak menjawab pertanyaan sang istri, "Papi hanya ingin bertanya mengenai sesuatu pada nya." jawab papi Emran akhirnya.


"Mau menanyakan apa? Ingat pih jangan melakukan sesuatu yang membuat nya pergi meninggalkan kita. Sudah cukup dia menghilang selama hampir enam tahun ini dengan membawa kedua cucu kita pergi. Jangan membuat nya tidak nyaman hanya karena dia yang tidak ikut sarapan bersama kita. Dia pasti punya alasan sendiri kenapa tidak ikut sarapan. Lagi pula dia sudah mengatakan kepada Melvin bahwa dia masih memiliki urusan sendiri. Tidak perlu membesarkan masalah kecil." ucap mami Elea.


Papi Emran pun menghela napas mendengar ucapan panjang istri nya itu. Sementara Melvin hanya diam saja karena tidak mungkin bagi nya ikut campur saat kedua orang tua nya itu tengah mendebatkan suatu hal. Walaupun yang menjadi topik perdebatan itu terbaik dengan nya.


"Mami tahu maksud papi hanya saja ini tidak berlaku untuk--"


"Kenapa tidak berlaku untukku, mih? Papi benar aku sudah melanggar aturan di rumah ini. Bukan kah pantas aku mendapatkan hukuman nya. Papi tidak salah mih. Papi hanya menegakkan aturan." ucap Lila yang tiba-tiba saja sudah berada di sana.


Sebenar nya Lila sudah mendengar pembicaraan itu saat Melvin me jawab pertanyaan papi Emran. Melvin sendiri sudah menyadari kedatangan istri nya itu saat kedua orang tua nya berdebat hanya saja Lila sudah memberi nya kode untuk tetap diam saja.


Lila segera mendekati mami Elea dan menggenggam tangan ibu mertua nya itu, "Maaf! Maafkan Lila yang sudah melanggar aturan yang mami dan papi buat. Sungguh, Lila tidak bermaksud untuk melakukan itu. Sekali lagi maa--" ucapan Lila terputus karena pelukan yang dia terima.


Mami Elea menggeleng dan segera memeluk tubuh menantu nya itu, "Jangan meminta maaf, nak. Kau adalah anggota rumah ini. Menantu keluarga ini. Menantu yang sudah memberikan keluarga ini dia pewaris. Aturan itu memang selalu di tegakkan tapi tidakkah kau tahu siapa yang suka melanggar nya? Itu adalah suamimu. Dia suka melanggar aturan itu. Walaupun mami sudah mengancam nya akan di hukum tetap saja dia melanggar aturan itu." ucap mami Elea terjadi.


"Jadi kenapa mami harus menghukum putri mami sementara putra mami saja mami maafkan."