My Secret With CEO

My Secret With CEO
102


“Apa kakak yang melakukan nya?”


Deg


Melvin yang mendengar ucapan Lila itu pun semakin terdiam.


“Katakan saja By. Aku hanya ingin tahu kebenaran nya. Jika pun tak kau sampaikan aku akan mencari tahu sendiri. Dan jika saat itu terjadi nanti maka aku pasti akan melakukan sesuatu.” ujar Lila.


“Jangan lakukan itu, dear.” Ucap Melvin.


“Ya sudah jika begitu katakan siapa yang sudah melakukan nya?” ulang Lila.


“Tidak ada yang melakukan nya. Mereka memang membunuh diri mereka sendiri dengan mengonsumsi racun yang sama yang di berikan padamu.” Ucap Melvin akhirnya.


Lila yang mendengar itu pun diam lalu kemudian dia menatap sang suami, “Apa kakak yang memaksa mereka meminum nya?” tanya Lila lagi.


Melvin menggeleng, “Huh, kau bohong by. Aku bisa tahu hanya dengan melihat ekspresi yang kau tunjukkan. Aku yakin tebakanku itu benar. Kak Luke pasti yang sudah memaksa mereka melakukan itu. Tidak mungkin wanita seperti mereka bisa dengan mudah menyerah dan membunuh diri mereka sendiri dengan racun yang sudah mereka ketahui jika tanpa paksaan.” Ujar Lila.


“Aku juga tahu seperti apa watak kakakku. Dia itu sedikit mirip denganku. Nekat dan pendendam.” Sambung Lila.


Melvin yang mendengar penuturan istri nya itu pun tersenyum karena apa yang dikatakan Lila itu benar, “Katakan apa yang aku katakan itu benar?” tanya Lila.


Lila pun tersenyum, “Untuk apa coba aku menyalahkan kakakku. Aku justru ingin memuji nya karena sudah melakukan itu. Lagi pula aku memang ingin mereka tiada. Nyawa harus di balas dengan nyawa. Jika mungkin aku di sana dan kondisiku sudah baik seperti sedia kala. Mungkin saja bukan hanya racun yang ku paksa ku berikan pada mereka. Tapi bisa saja peluru pistolku menembus jantung kedua wanita.” Ucap Lila santai seperti apa yang dia katakan itu tidak mengerikan sama sekali.


Melvin yang mendengar respon yang di berikan istri nya itu pun kaget karena tidak menyangka bahwa istri nya itu adalah wanita yang tidak bisa di tebak jalan pikiran nya. Dia pikir Lila akan marah tapi tidak tahu nya dia jusru mendukung bahkan ingin menambah penderitaan untuk musuh nya. Walau sebenar nya apa yang di ucapkan Lila itu sudah dia wujudkan. Tapi tidak mungkin dia mengatakan nya. Dia tidak ingin Lila melihat sisi mengerikan nya itu.


“Ku pikir kamu akan marah sayang.” ujar Melvin.


Lila pun hanya mengangkat bahu nya tidak peduli, “Untuk apa aku harus peduli pada orang yang sudah membuatku kehilangan kedua orang tuaku. Aku tidak sebaik itu hingga kata maaf bisa di dapatkan dengan mudah. Aku memang sudah melepaskan dendamku tapi jika ada orang lain yang mewujudkan kematian mereka jadi kenapa aku harus marah.” Ucap Lila.


Melvin pun tersenyum lalu memeluk istri nya itu, “Kau membuatku takut sayang.” bisik Melvin.


“Takut kenapa?” tanya Lila.


“Aku takut jika saat aku membuat kesalahan kau akan menembakkan pistolmu ke jantungku.” Ucap Melvin.


“Hum, itu tidak akan ku lakukan. Mana mungkin aku tega membunuh idolaku. Tapi seperti nya cara lain bisa ku lakukan.” Ucap Lila tersenyum.


“Tidak. Jangan lakukan itu lagi. Awas saja jika kau menghilang lagi. Itu adalah hukuman yang terburuk.” Ujar Melvin. Lila pun terkekeh mendengar ucapan Melvin itu.