My Secret With CEO

My Secret With CEO
162


"Ck, emang ada masalah apa sih?"


Dengan masih setengah nyawa nya Alexa pun bangkit dari ranjang nya dan mencoba untuk mengumpulkan nyawa nya dan menatap sang kakak yang sudah ada di hadapan nya.


Alex segera menarik selimut adik nya. Alexa hanya bisa memberengut melihat apa yang di lakukan oleh kakak nya itu.


"Cepat katakan apa yang kau inginkan kak? Kenapa membangunkanku lebih awal seperti ini?" tanya Alexa serius.


Dia tidak ingin berbasa basi lagi karena dia tahu bahwa kakak nya itu pasti ingin menanyakan sesuatu yang sangat urgent hingga tidak bisa menunda nya. Selain itu juga dia masih ingin melanjutkan tidur nya jika masih sempat. Saat ini dia hanya bisa berdoa agar pembicaraan yang akan di lakukan oleh kakak nya itu tidak akan lama agar dia bisa memiliki waktu untuk melanjutkan tidur nya.


Alex pun menatap adik nya itu lekat memastikan bahwa Alexa sudah benar-benar siap mendengar pertanyaan yang akan dia ajukan.


Setelah memastikan bahwa Alexa memang sudah dalam keadaan sadar sepenuh nya dia pun akhirnya mengambil tablet nya yang dia letakkan di meja yang ada di kamar adik nya itu.


"Kau pasti hafal dengan kode ini? Karena hanya kau yang bisa mengingat nya saat mommy memberi tahu kita. Kakak sudah berusaha mengingat nya namun tetap saja tidak bisa." ucap Alex to the point karena dia tidak ingin menunda waktu lagi setelah semalaman menunggu. Alasan lain nya tentu saja dia tidak ingin mommy nya lebih dulu yang tahu. Anggap saja dia sedang mencoba bersaing dengan mommy nya itu.


Alexa pun memandangi layar tablet kakak nya itu dan sedikit mencoba mengingat, "Bukan kah kode nya tanggal kepergian mommy di tambah dengan empat angka terakhir kematian nenek Dhara dan kakek Calvin." jawab Alexa.


Loading.


Alex dan Alexa menunggu beberapa saat tapi bukan nya pemberitahuan baik yang mereka terima justru gagal.


"Ck, aku susah kenduga ini. Mommy pasti sudah mengganti kode nya." desis Alex kesal karena seperti nya harapan untuk bisa bersaing dengan sang mommy akan pupus.


"Sudah lah kak. Jangan terlalu bersikeras ingin tahu hal itu. Bukan kah saya ini mommy dan daddy sudah tiba. Mereka akan segera memecahkan masalah nya untuk kita. Jadi tidak perlu tiasa seperti itu. Selama ini juga kita baik-baik saja." ucap Alexa.


Alex pun menarik nafas panjang nya lalu segera berjalan menuju pintu penghubung kamar nya dan kamar adik nya itu. Dia harus mengaku kalah sebelum berjuang. Menyebalkan! Tapi apalah daya jika mommy nya adalah lawan nya yang notabene nya adalah guru bagi nya. Bukan kah sudah sangat wajar jika guru lebih hebat dari murid nya.


Alexa yang melihat punggung kakak nya itu pergi meninggalkan kamar nya pun seketika menarik nafas panjang, "Kita tidak akan bisa mengalahkan mommy kak. Seharus nya kau sadar hal itu. Daddy saja butuh waktu 6 tahun agar bisa menemukan kita. Tapi aku tahu kau ingin membuktikan dirimu." gumam Alexa lalu segera turun dari ranjang nya.


Dia yang awal nya ingin tidur tidak jadi dia lakukan dan justru segera menuju kamar mandi untuk bersiap agar dia bisa memiliki waktu bicara dengan sang mommy. Seperti nya dia harus mengatakan sesuatu pada mommy nya itu.