My Secret With CEO

My Secret With CEO
116


“Tidak!”


Melvin berteriak keras dan memeluk erat Lila. Sungguh, dia tidak akan pernah setuju jika Lila meminta nya meninggalkan nya maupun melepaskan nya. Dia akan memilih terus menggenggam tangan Lila walaupun Lila terus membenci nya. Dia akan menggenggam tangan lembut itu dengan erat agar tidak akan bisa lepas dari genggaman nya.


“Aku sesak. Lepaskan pelukan nya.” ucap Lila lirih.


Melvin yang mendengar itu pun segera sadar bahwa dia telah memeluk istri nya itu dengan sangat erat. Seperti nya dia salah mengartikan ucapan Lila.


“Apa maksud perkataan tadi itu … ini?” tanya Melvin saat dia melepas pelukan nya pada Lila dan menatap istri nya itu lekat.


Lila pun menatap Melvin dengan lekat juga mempertemukan pandangan mereka hingga beradu satu sama lain, “Emang apa lagi? Jangan berpikir hal lain. Karena itu tidak akan aku lakukan? Bukan kah aku harus membalas dendam atas kebohongan kalian ini? Aku akan menghukum kalian karena ini.” ucap Lila lalu dia segera mengusap air mata nya.


Setelah itu dia menatap ke arah Luke tajam hingga membuat Luke menelan ludah nya kasar. Adik nya itu telah kembali ke mode singa nya. Melvin sendiri juga menyadari hal itu. Seperti nya dia harus menyiapkan fisik dan juga mental untuk hukuman yang akan di berikan oleh istri nya itu.


“Kakak, duduk lah. Pembicaraan kita akan panjang. Kau juga by. Duduk lah.” Perintah Lila.


Melvin pun menurut begitu juga dengan Luke. Kedua pria itu kehilangan nyali mereka saat berhadapan dengan singa betina yang sedang menunjukkan dominasi nya. Mereka terlihat seperti anak yang kehilangan induk nya dan harus patuh pada perintah ibu tiri yang kejam.


“Kalian pikirkan dulu apa yang jadi kesalahan kalian kali ini. Ohiya, jangan lupa minta para dokter itu untuk menghentikan pengobatanku. Aku akan menghentikan pengobatanku ini. Aku tidak ingin kesembuhanku harus di tukar nyawa orang lain apalagi jika itu adalah nyawa kakakku. Jangan temui aku sampai aku sendiri yang mau menemui kalian. Jujur saja aku kecewa saat ini. Hatiku terluka tapi air mata tidak akan menyelesaikan semua nya. Aku akan memikirkan ini baik-baik. Jangan ganggu aku.” Ucap Lila lalu dia segera pergi dari kamar itu meninggalkan suami dan kakak nya yang hanya bisa diam.


Melvin dan Luke pun kini saling menatap satu sama lain lalu etrdengar bunyi helaan nafas berat dari kedua nya yang menandakan bahwa kedua nya sedang resah. Sungguh mereka tidak pernah seresah ini sebelum nya.


Lila sudah mengambil keputusan yang selama ini mereka takutkan yaitu menghentikan pengobatan di saat dia belum sembuh total.


“Bagaimana ini?” tanya Luke.


Melvin pun mengangkat bahu nya tanda dia sendiri juga bingung dengan semua nya. Percaya lah dia sudah memikirkan apa yang akan dia katakan kepada Lila nanti jika semua nya terbongkar tapi sampai kini dia juga tidak tahu alasan apa yang akan dia berikan.


“Satu hal saja yang harus kita pastikan yaitu pengobatan nya tidak boleh di hentikan. Kita sudah gagal dalam hal ini jangan sampai gagal dengan tujuan utama kita juga.” Ucap Melvin yang di setujui oleh Luke.


“Tapi bagaimana meyakinkan nya? Dia itu keras kepala.” Ucap Luke.


“Dia tidak keras kepala hanya saja pemikiran nya memang sudah di stel seperti itu. Ohiya satu lagi aku tidak terima kau menjelekkan istriku.” Ucap Melvin. Luke yang mendengar itu pun hanya tersenyum jengah karena di saat seperti ini pun pria yang lima tahun lebih tua dari nya itu masih saja bucin.