
Kini Lila sudah berada di bawah lebih tepat nya di meja makan itu di mana di sana ada mertua nya dan juga kedua buah hati nya serta kakak nya juga.
Sebelum nya di kamar sebenar nya Melvin sudah menawarkan untuk makan siang di kamar saja jika memang Lila belum siap dan merasa tidak nyaman untuk makan bersama keluarga nya. Tapi tentu Lila menolak itu karena menurut nya hal itu tidak sopan. Dia tidak ingin di anggap sebagai menantu yang tidak tahu diri karena tidak menghargai undangan sang mertua. Apalagi di hari pertama nya menyandang sebagai seorang istri.
Walaupun Melvin sudah menjelaskan bahwa orang tua nya tidak akan berpikiran seperti itu dan akan mengerti diri nya tapi tetap saja Lila menolak. Dan di sini lah mereka berada di meja makan bersama keluarga untuk menikmati makan siang bersama.
“Mommy, aku mau di suapi mommy.” Ucap Alexa manja dan mendekati Lila.
Lila yang mendengar itu pun tersenyum dan mengangguk, “Hey, girl. Kamu biar--” Nayya memegang tangan Melvin dan menggeleng.
“Tidak apa-apa. Aku rindu menyuapi putriku ini. Dia sangat jarang bermanja padaku.” Ucap Lila.
Semua orang di meja makan itu pun terdiam saja dan mengangguk menuruti keinginan Lila. Lila pun segera menyuapi putri nya itu dengan makanan nya, “Kamu juga makan!” ucap Melvin menyuapi Lila.
Lila yang melihat itu pun tersenyum dan dia tersenyum canggung pada mertua nya yang hanya tersenyum saja. Lila memandangi Luke juga yang hanya tersenyum.
“Aku bisa sendiri kok.” tolak Lila canggung.
“Jangan menolak nya nak. Kau tahu dia itu sangat jarang mau menyuapi orang lain.” Ucap mami Elea.
“Mih!” ucap Melvin.
“Mami tahu. Kau tenang saja. Mami tidak akan membongkar aibmu itu.” ucap mami Elea tertawa.
Lila yang melihat itu pun ikut tersenyum, seperti nya mertua nya itu tidak sekaku yang dia pikirkan. Dia pikir akan memiliki mertua yang seperti dalam drama. Lila pun akhir nya menerima suapan dari Melvin itu pun. Lalu untuk selanjut nya dia makan sendiri.
Kini Lila berada di kamar anak-anak nya yang ternyata sudah di pindahkan ke kamar mereka masing-masing. Kamar yang sudah di sediakan dan di renovasi oleh mami Elea dan papi Emran khusus untuk kedua cucu nya itu.
“Mommy, apa mommy senang saat ini?” tanya Alex menggenggam tangan mommy nya itu.
Lila yang mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh putra nya itu pun tersenyum, “Kenapa kau bertanya seperti itu, boy?” tanya Lila balik.
“Mom, aku bertanya lebih dulu seharus nya mommy menjawab lebih dulu, bukan?” balas Alex.
Lila pun terkekeh mendengar itu, “Ahh benar memang seperti itu. Mommy bahagia selama kalian bahagia.” Ucap Lila.
“Itu tidak menjawab pertanyaan kakak mom.” Timpal Alexa yang ternyata menyimak pembicaraan mommy dan kakak nya itu.
“Kau juga kepo yaa?” tanya Lila pada putri nya itu.
“Aku juga sama seperti kakak, Mom. Aku ini sangat ingin tahu perasaan mommy sekarang. Jangan menjawab jika kami bahagia mommy juga bahagia. Kami tidak mengharapkan jawaban seperti itu.” ucap Alexa menatap Lila.
“Lalu jawaban seperti apa yang di harapkan oleh kalian dari mulut mommy nak?” tanya Lila lembut.
“Tentu saja jawaban seperti apa mommy sudah mencintai daddy atau belum.” Ujar Alexa.
“Bukan kah mommy memang mencintai daddy kalian?” ucap Lila.
“Apa sebagai idola?” tanya Alex menatap mommy nya itu.