My Secret With CEO

My Secret With CEO
114


Seminggu berlalu dengan sangat cepat, Lila juga dengan rutin melakukan proses pengobatan nya. Efek yang di timbulkan pun mulai terlihat. Racun dalam tubuh Lila keluar melalui urin dan feses yang dia keluarkan. Perkembangan kesehatan Lila sudah mulai terlihat dan dokter mengatakan bahwa pengobatan Lila tidak akan memakan waktu yang lama yang seperti sudah di katakan sebelum nya. Respon tubuh Lila sangat baik terhadap penawar nya sehingga hal itu mempercepat efek formula nya.


Setelah enam hari dengan enam kali pengobatan yang dia lakukan setiap hari nya membuat Lila pun merasakan bahwa tubuh nya itu tidak terasa berat atau pun mudah lelah.


Hari ini tepat hari ke tujuh dan Lila akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetes apa racun itu masih ada dalam tubuh nya atau tidak. Mereka juga ingin tahu kadar racun dalam tubuh Lila itu.


Untuk pengambilan darah hari ini Lila tidak di bius seperti yang telah di lakukan beberapa hari sebelum nya. Lila berbaring di ranjang nya dan melihat dokter yang mengambil darah nya.


Setelah dokter selesai mengambil darah nya, Lila pun segera bangun dan menatap suami nya yang selalu menemani di samping nya.


Para dokter segera berlalu keluar dengan membawa darah Lila ke lab untuk di periksa.


***


Siang hari nya, saat makan siang tiba-tiba kepala Lila merasakan pusing. Lila pun memijat kepala nya itu.


“Ada apa sayang? Apa kepalamu sakit?” tanya Melvin khawatir.


Lila menggeleng, “Pusing by.” Jawab Lila.


Melvin yang mendengar itu pun segera menggendong Lila ke kamar dan segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan istri nya itu.


“Bagaimana dokter?” tanya Melvin setelah dokter memeriksa Lila.


“Dia merasakan efek pusing itu karena racun yang selama ini menyatu dengan tubuh nya itu perlahan keluar. Tubuh nya mencoba menyesuaikan dengan darah yang baru sehingga respon otak nya yang membuat hal itu terjadi. Secara keseluruhan tidak ada yang perlu di khawatirkan. Itu adalah bagian dari respon tubuh nya.” jawab dokter.


“Kami masih sedang memeriksa nya. Mungkin dua jam lagi hasil nya akan keluar. Kita akan lihat hasil nya nanti dan perkembangan kesehatan nona.” Jawab dokter.


“Baiklah terima kasih dokter.” Ucap Melvin begitu juga Lila.


“Sayang, kamu istirahat lah.” Ucap Melvin menatap sang istri.


Lila pun mengangguk dan segera memenjamkan mata nya karena memang dia pun mengantuk.


Melvin setelah memastikan istri nya itu tidur, dia pun keluar dan di depan pintu kamar berpapasan dengan Luke yang baru mendapat kabar akan adik nya yang pingsan. Dia juga baru saja bangun dari istirahat nya karena darah nya baru saja di ambil sehingga dia pun istirahat sebentar.


“Bagaimana keadaan nya?” tanya Luke lirih karena jangan sampai Lila mendengar suara nya.


“Dia baik-baik saja. Dia hanya pusing karena pengaruh pengeluaran racun dari tubuh nya. Itu hanya respon tubuh nya.” jawab Melvin.


“Syukur lah jika begitu. Aku sangat khawatir mendengar dia sakit.” Ucap Luke mengelus dada nya lega.


“Tenang lah dia baik-baik saja. Melainkan sekarang kamu yang perlu di khawatirkan. Darahmu selalu di ambil setiap saat.” Ucap Melvin.


“Aku baik-baik saja. Aku tidak masalah selama dia baik-baik saja aku akan melakukan apapun. Adikku adalah nyawa untukku. Dulu aku hanya bawahan nya yang harus menurut apa kata nya tapi kini aku adalah kakak nya yang memiliki tanggung jawab melindungi adikku. Darah sedikit ini tidak akan membuatku kekurangan selama adikku bisa baik-baik saja.” balas Luke.


Melvin pun hanya mengangguk dan sangat berterima kasih kepada Luke. Mereka ada definisi saudara yang akur. Mereka saling bergantung nyawa satu sama lain.