My Secret With CEO

My Secret With CEO
138


Sore hari nya, kini Luke masuk ke kediaman adik nya itu setelah tadi dari ruangan nya yang mengurus perusahaan yang di serahkan adik nya. Dia mengawasi perusahaan nya itu melalui asisten nya.


Begitu Luke masuk ke kediaman adik nya itu. Dia melihat suasana di sana sunyi.


"Mereka kemana? Apa istirahat? Tapi ini kan sudah sore hari." ucap Luke melihat jam tangan nya.


"Apa anda mencari nona dan tuan muda, tuan?" Tanya pelayan di sana.


Luke mengangguk, "Apa mereka masih tidur?" tanya Luke.


"Seperti nya begitu tuan. Mereka belum keluar dari tadi sejak masuk ke kamar. Kami belum melihat mereka keluar."


Luke pun mengangguk, "Apa perlu kami bangunkan mereka, tuan?" Tanya pelayan.


Luke menggeleng, "Tidak perlu. Saya bisa menunggu. Biarkan saja dulu mereka beristirahat. Mungkin mereka lelah. Nanti katakan saja saya ke sini." ucap Luke.


Pelayan itu pun mengangguk, "Apa anda butuh minum, tuan?" tawar pelayan itu.


Luke menggeleng, "Tidak perlu. Saya akan kembali ke ruangan saya." Ucap Luke segera berlalu.


Luke keluar dari kediaman adik nya itu sambil berpikir apa yang sedang di lakukan oleh adik nya dan suami nya itu karena tidak biasa nya mereka di jam begini masih tidur.


"Tunggu ... Apa mereka sedang membuatkan aku keponakan lagi?" Tebak Luke tersenyum.


"Semoga saja. Kasihan juga kak Melvin. Dia pasti sudah lama menahan nya." sambung Luke.


***


Di sisi Melvin dan Lila, kini Melvin baru saja bangun dari tidur nya. Dia bangun dan tersenyum karena mengingat apa yang sudah mereka lakukan.


"Aku dan--" ucap Melvin terhenti karena apa yang baru saja dia lakukan bersama sang istri teringat jelas dalam ingatan nya. Mereka sudah saling berbagi tubuh satu sama lain dalam keadaan sadar.


Cup


Melvin melabuhkan kecupan di kening istri nya itu penuh kasih, "Terima kasih istriku. Aku mencintaimu." bisik Melvin.


Lila yang terganggu pun segera membuka mata nya perlahan lalu dia tersenyum saat mendapati wajah suami nya yang juga menatap nya penuh kasih.


"Jam berapa ini?" tanya Lila dengan suara khas bangun tidur.


Melvin segera melihat jam dinding yang ada di sana. Lila pun ikut melihat nya dan dia kaget saat mengetahui jam berapa itu.


"Ini sudah sore?" tanya Lila kaget dan segera bangkit dari tidur nya hingga tidak sadar selimut yang menutupi tubuh bagian atas nya melorot. Hal itu pun membuat Melvin menelan saliva nya apalagi saat melihat tubuh Lila yang ada tanda-tanda kepemilikan nya hampir di seluruh tubuh istri nya.


Melvin pun yang tidak ingin tergoda kembali dengan istri nya dan akhirnya tidak bisa mengendalikan gairah nya nanti itu memilih segera memperbaiki selimut Lila.


"Aish!" Lila meringis karena ternyata bagian bawah tubuh nya terasa nyeri padahal ini bukan pertama kali nya.


Melvin yang melihat istri nya meringis pun segera turun dari ranjang, "Apa sakit?" Tanya Melvin.


Lila tersenyum mendengar pertanyaan suami nya itu, "Sedikit nyeri saja kok. Tenang saja ini tidak sesakit pertama kali nya." Jawab Lila.


"Maaf!" ucap Melvin.


"Hey, kenapa minta maaf by. Aku tidak masalah kok." ucap Lila.


"Kau pasti merasakan sakit saat itu. Aku bahkan tidak mengetahui nya." ucap Melvin.


Cup