My Secret With CEO

My Secret With CEO
52


Kini Melvin sedang menatap langit-langit kamar nya itu. Dia masih terjaga padahal kedua buah hati nya itu sudah terlelap dalam tidur mereka. Dia sudah menidurkan dua buah hati nya itu di ranjang nya di kedua sisi nya.


Melvin masih terpikir akan ucapan lirih putri nya tadi. Ucapan lirih bahkan sangat lirih hingga membuat nya hampir tidak bisa mendengar nya. Melvin pun segera turun dari ranjang itu dengan pelan karena tidak ingin membangunkan kedua buah hati nya yang sudah terlelap.


Melvin segera menuju balkon kamar nya itu dengan membawa satu kaleng soda di tangan nya. Dia melihat ke balkon kamar di kediaman bersampingan dengan kediaman utama itu. Dia melihat ada lampu di sana. Seperti nya itu cahaya lampu tidur.


“Apa itu kau Lila? Alexa mengatakan itu adalah kau. Dia tidak mungkin salah mengenalimu bukan? Mereka yang sudah hidup selama lima tahun denganmu dan berada dalam kandunganmu selama sembilan bulan. Apa iya mereka bisa salah mengenalimu. Apa kau memang tinggal di sana. Kau tidak meninggalkan kedua anak kita itu jauh dan tetap mengawasi mereka kan. Aku sulit untuk menemukanmu dan kini otakku berpikir bisa saja kau bersembunyi dekat dari jangkauanku. Kenapa harus bersembunyi? Apa yang sebenar nya sedang kau rencanakan sehingga tidak ingin melibatkan aku dan juga harus meninggalkan anak-anak kita bersamaku. Aku bukan tidak suka bersama mereka. Aku suka. Sangat menyukai nya. Tapi aku juga ingin kau ada bersama kami. Kau adalah mommy mereka. Tidak bisakah kita jadi keluarga yang utuh untuk kedua buah hati kita itu.” gumam Melvin sambil memandangi balkon kamar di depan nya itu sambil menyeruput soda di tangan nya.


Cukup lama Melvin berada di balkon kamar nya itu dengan memandangi balkon kamar di depan nya itu yang memang berhadapan dengan balkon kamar nya hanya di pisahkan oleh jarak sekitar 25 meter saja. Melvin menghabiskan satu kaleng soda itu lalu dia kembali masuk ke kamar nya untuk mengambil ponsel. Dia segera membawa ponsel nya itu menuju balkon dan tidak lama dia menelpon seseorang yang di minta untuk mencari tahu siapa pemilik kediaman di samping kediaman rumah nya itu.


“Kau sangat menyayangi mommy, dad. Aku akan membantumu juga untuk menemukan nya. Aku yakin itu adalah mommy, dad.” Ucap Alex yang ternyata juga hanya pura-pura tertidur saja. Dia mendengar semua yang di ucapkan oleh daddy nya itu.


Setelah menelpon orang kepercayaan nya itu, Melvin pun segera masuk kembali ke kamar nya. Lalu dia segera bergabung di ranjang dan tidur di tengah-tengah kedua buah hati nya itu.


Melvin yang masih menatap langit kamar nya itu seketika tersenyum saat sang putra meletakkan tangan nya di perut nya. Melvin pun tersenyum melihat itu dan dia pun menggenggam tangan putra nya itu, “Daddy menyayangimu boy. Daddy mengerti kenapa kau kecewa pada daddy dan daddy tidak marah padamu karena hal itu. Daddy tahu daddy salah dan daddy akan berusaha untuk memperbaiki semua nya. Semoga saja akan ada jalan keluar dari masalah ini.” ucap Melvin lembut.


Alex yang memang belum tidur pun tersenyum mendengar ucapan daddy nya itu, “Aku juga menyayangimu dad.” Balas Alex dalam batin nya.


***


Keesokkan pagi nya di sisi Lila, dia bangun dan sudah siap dengan pakaian untuk menjalankan rencana nya hari ini. Dia segera menuju meja makan di mana di sana sudah ada sarapan tersedia untuk nya yang di masak oleh koki di kediaman itu.


Lila segera duduk di sana hanya sendiri saja, “Ck, aku tidak lapar. Biasa nya aku makan bersama Alex dan Alexa. Apa mereka sudah sarapan.” Tanya Lila pada diri nya sendiri.


Lila menyentuh kedua buah hati nya itu dari layar tablet nya, “Tunggu rencana mommy berhasil ya nak. Mommy akan segera menjemput kalian nanti. Ternyata mommy lebih merindukan kalian. Mommy tidak bisa hidup tanpa kalian.” ucap Lila lalu dia pun segera meraih makanan di sana dan segera sarapan sambil melihat kedua buah hati nya itu lewat tablet nya. Dia sarapan bukan karena lapar atau pun memiliki selera untuk sarapan tapi hal itu dia lakukan untuk bertahan dan juga agar dia memiliki tenaga untuk menjalankan rencana nya itu. Dia mana mungkin memiliki selera makan yang baik saat terpisah dengan anak-anak nya walaupun hanya terpisah jarak beberapa meter saja.


Lila memandangi tablet nya itu hingga dia selesai sarapan di mana di sana juga di dalam tablet nya itu terlihat putra nya sudah menyelesaikan sarapan nya lalu memandang ke arah tablet itu yang berarti dia memandang ke arah CCTV yang ada di sana. Putra nya itu terlihat tersenyum ke arah nya.


Lila pun tersenyum, “Kau hebat boy. Apa kau sudah tahu bahwa mommymu ini sedang mengawasimu sehingga kau tersenyum begitu.” Ucap Lila mengusap layar tablet nya itu sebelum dia beranjak dari meja makan itu dan meraih kunci mobil nya. Tidak lupa juga pakaian tertutup nya yaitu topi hitam dan juga masker serta jaket kulit dia pasang di tubuh nya. Dia terlihat seperti ABG saja padahal umur nya sudah hampir 29 tahun.


Sementara di kediaman Melvin, kini Alex yang memang sudah menyelesaikan sarapan nya itu terus melihat ke arah CCTV yang terpasang di ruang makan itu.


“Boy, kenapa kau memandangi CCTV sampai sebegitu nya? Ada apa di sana?” tanya Melvin penasaran karena melihat putra nya itu yang tersenyum ke arah CCTV.


Alex pun segera memandangi Melvin lalu kemudian dia menggeleng, “Gak ada apa-apa dad. CCTV nya cantik sehingga membuat Alex ingin melihat nya.” Jawab Alex.


“Ck, kau itu tidak pintar membuat alasan kak. Jangan coba berbohong jika memang tidak bisa. Tidak mungkin bukan kau melakukan sesuatu yang bodoh dan sia-sia begitu jika tanpa alasan yang jelas sama sekali. Aku yakin pasti ada sesuatu yang membahagiakan sehingga kau tersenyum memandangi CCTV itu. Ayo ngaku? Iya kan.” Ucap Alexa menimpali ucapan kakak nya itu.


Alex pun tersenyum lalu mengangkat bahu nya, “Kau sok tahu dek.” ucap Alex lalu dia pun segera turun dari kursi nya itu dan berlalu pergi menuju kamar nya.


Melvin dan papi Emran memandangi kepergian Alex itu dengan pertanyaan di benak mereka lalu secara kompak juga mereka memandangi CCTV di ruang makan itu.


“Ee’ehh kenapa kakek dan daddy juga ikut-ikutan memandangi CCTV sama seperti kakak begitu.” Ujar Alexa yang hanya di balas senyum oleh Melvin dan papi Emran.