
Kini Lila sedang ada di kamar nya sambil bolak balik dengan ponsel di tangan nya.
“Sayang, apa yang kau lakukan? Kenapa mondar mandir seperti itu?” Tanya Melvin yang pusing dengan apa yang di lakukan istri nya itu.
“Kakak belum membalas pesanku hubby. Nomor nya juga gak aktif sejak tadi. Padahal aku ingin menghubungi nya dan memberitahu bahwa aku sudah menjalani pengobatan dan berjalan lancar.” Jawab Lila.
“Kakakmu sudah tahu semua nya sayang.” tentu saja itu hanya dalam batin Melvin tanpa bisa dia ungkapkan secara langsung. Bisa hancur berantakan semua yang sudah mereka rencakan jika begitu.
“Tenang lah sayang. Mungkin sebentar lagi kakakmu akan membalas. Ayo duduk. Kamu baru saja melakukan pengobatan.” Ucap Melvin segera menuntun istri nya itu untuk duduk di ranjang.
Lila pun mengangguk lalu segera menurut. Dia bahkan merebahkan tubuh nya itu di ranjang.
“Hubby!” panggil Lila.
Melvin yang mendengar ucapan istri nya itu pun menurut dan segera berbaring di sisi istri nya. Lila segera mendekatkan kepala nya di dada bidang suami nya itu dan memulai cerita nya.
“Hubby, kau tahu aku dulu sangat takut hidup sendiri sejak kematian mommy. Aku memang mengurung diri di apartemen sendiri tapi percaya lah itu hanya lah pelarianku dari rasa sepiku dan sedihku atas meninggal nya mommy dan daddy yang menikah lagi. Aku memang memiliki Yola yang kadan datang menemaniku jika dia tidak sibuk dengan urusan nya. Tapi tetap saja hatiku itu hampa. Hingga saat aku bertemu dengan kak Luke saat dia terluka. Aku menodorkan darahku untuk nya karena kami yang memiliki golongan darah sama. Aku saat itu merasa dekat dengan kak Luke. Seperti ada perasaan bahwa aku itu memiliki keterikatan dengan nya. Aku menjadikan nya bawahanku dan mengajari nya ilmu beladiri. Lalu aku menjadikan nya orang kepercayaanku. Baru lah setelah itu rasa sepiku itu perlahan menghilang. Aku seolah menemukan jalan yang semula gelap menjadi terang kembali. Aku seperti menemukan cahaya di tengah kegelapan malam yang gulita.” Ucap Lila menjeda ucapan nya itu.
“Hingga aku perlahan-lahan menyadari satu hal bahwa aku dan kak Luke itu seperti memiliki hubungan yang dekat. Aku pun memutuskan untuk melakukan test DNA tanpa sepengetahuan nya. Itu pun aku lakukan nanti saat tinggal beberapa hari kematian daddy hingga aku terlambat mempertemukan daddy dengan putra nya yang hilang selama ini. Itu adalah kesalahan terbesarku. Aku menyesali nya. Tapi aku juga senang karena setelah mommy dan daddy meninggalkanku ada seorang kakak yang mereka tinggalkan untukku. Yah, walaupun kak Luke tidak mengetahui nya dan aku pun yang memang tidak bermaksud untuk membongkar hubungan kami saat itu sampai semua dendam yang ku miliki tercapai. Mencari tahu kematian mommy dan daddyku yang tiba-tiba. Bagiku kematian mereka itu sangat aneh dan ternyata benar apa yang aku duga.” Ucap Lila lalu segera menatap suami nya itu.
“Untuk itu lah aku sangat menyayangi kakak. Aku tidak ingin kehilangan nya. Aku tidak akan pernah mampu jika membayangkan sesuatu terjadi pada nya. Aku pasti akan jadi orang yang paling terpuruk saat itu. Kakak adalah nyawa untukku. Maafkan aku jika hal ini membuatmu sedih atau cemburu.” Sambung Lila.
Melvin hanya diam saja dan memilih memeluk istri nya itu erat.