
Ting
[Kak, Terima saja dia jadi sekretarismu. Dia tidak punya catatan kriminal maupun pelanggaran sama sekali. Dia orang yang bersih. Yah, walaupun hal itu justru menimbulkan kecurigaan tapi kita harus mencoba mempercayai nya dan akan mencari tahu nanti tujuan nya melamar jadi sekretarismu. Untuk saat ini kita memang hanya bisa melakukan ini. Menerima nya karena dia memenuhi semua kualifikasi yang kau tentukan. Akan yerdengar aneh jika kau menolak orang potensial seperti dia hanya karena gender nya.]
Luke membaca pesan dari adik nya itu lalu segera mengetik balasan.
[Baiklah. Kakak akan melakukan itu. Untuk hal lain nya kakak akan datang nanti ke kediaman utama untuk mendiskusikan beberapa hal denganmu.]
Setelah selesai mengetik balasan untuk adik nya. Luke pun segera menghubungi Rendi lewat intercom yang terhubung antara ruangan nya dan ruangan Rendi.
"Ren ke ruanganku sekarang." pinta Luke.
Tidak lama Rendi pun mengetuk pintu dan begitu Luke izinkan dia segera masuk.
"Iya tuan? Apa yang bisa saya bantu untuk anda?" tanya Rendi.
Luke mengambil dokumen yang ada di hadapan nya dan segera memberikan nya kepada Rendi.
"Pastikan dia besok datang tepat waktu. Aku tidak suka orang yang tidak tepat waktu." ucap Luke.
Rendi pun mengangguk mengerti setelah tahu apa yang di maksud oleh tuan nya itu.
"Baiklah. Kamu boleh kembali ke ruangan nya setelah memastikan hal itu pada nya. Ohiya dokumen yang ku minta segera antarkan kepadaku. Aku harus meninjau semua nya." ucap Luke.
"Baik tuan. Apa anda akan ikut lembur hari ini?" tanya Rendi hati-hati.
Luke diam sebentar sebelum menjawab pertanyaan dari asisten nya itu.
Rendi pun mengangguk paham, "Apa saya harus menyiapkan makan malam untuk anda?" tanya Rendi lagi.
"Tidak perlu. Aku akan makan malam bersama adikku saja." jawab Luke.
"Baiklah jika memang begitu tuan. Saya pamit ke ruangan saya." ucap Rendi yang di balas anggukan oleh Luke.
Setelah itu Luke kembali fokus dengan dokumen di hadapan nya.
***
Di sisi lain, kini Yola yang berada di ruangan Deo, begitu jam istirahat berbunyi berlari mencari Lila. Dia tahu bahwa Lila ada id perusahaan dan kini sedang menunggu nya di kantin perusahaan.
Dua menit saja dia sudah tiba di kantin dan melihat sekeliling. Begitu menemukan Lila dia segera berjalan mendekati sahabat nya itu yang kini adalah nyonya bos nya.
"La ... Maaf membuatmu menunggu. Ahh tunggu apa aku salah bicara. Seharus nya aku memanggilmu nyonya. Ini lingkungan kantor." ucap Yola saat berada di dekat Lila yang duduk di salah satu meja di sudut kantin. Yola sampai menutup mulut nya dan melihat sekeliling takut ada yang memperhatikan ucapan nya tadi.
"Sudah lah. Duduk. Tidak perlu bersikap seperti itu padaku. Aku adalah sahabatmu sebelum sekarang menjadi istri bosmu. Jadi panggil saja Lila atau senyamanmu." ucap Lila.
"Pesan saja makanan sebelum waktu istirahat berakhir. Aku tidak akan bertanggung jawab jika waktu istirahatmu tersita dan makananmu belum habis nanti." sambung Lila.
Yola pun pura-pura merajuk dan segera duduk lalu memesan makanan untuk nya karena Lila mengatakan sudah kenyang dan makan sebelum nya.
"La, apa kau tahu di mana Delon sekarang?"