My Secret With CEO

My Secret With CEO
41


Kini Melvin dengan kedua anak nya segera keluar dari dalam restoran itu sambil bergandengan tangan satu sama lain. Mereka tiba di parkiran lalu seketika Alex dan Alexa terdiam melihat mobil yang mereka pakai tadi dengan Lila masih ada di sana padahal Lila sudah mengatakan bahwa dia ada di hotel.


"Kak, bukan kah ini mobil milik mommy?" tanya Alexa menatap sang kakak.


Alex pun mengangguk, "Kau benar dek. Ini mobil mommy." Jawab Alex.


Melvin yang mendengar apa yang di bicarakan oleh kedua anak nya itu kini hati nya semakin tidak tenang membayangkan apa yang ada di pikiran nya itu akan jadi kenyataan nanti.


Melvin segera menggelengkan kepala nya tanda dia tidak ingin memikirkan hal yang buruk. Dia tidak ingin apa yang dia khawatirkan itu akan terjadi. Semoga saja Lila ada di hotel seperti pesan nya kepada kedua anak nya itu. Semoga saja dia karena sakit memutuskan untuk naik taxi dan meninggalkan mobil di sini karena tidak ingin ada sesuatu yang tidak di inginkan terjadi di sini.


Melvin menatap kedua orang tua nya yang berada di belakang nya yang juga ikut mendengar apa yang di bicarakan oleh kedua anak nya itu. Setelah itu dia kembali menatap kedua anak nya.


“Mungkin saja mommy kalian naik taxi. Kan mommy mengatakan dia sakit. Jadi dia meninggalkan mobil ini di sini.” Ucap Melvin menenangkan kedua anak nya itu sekaligus menenangkan diri nya sendiri.


Alex dan Alexa pun mengangguk, “Hum, seperti nya apa yang daddy katakan benar. Mommy itu orang yang cerdas dan dia pasti berpikiran untuk masa depan. Jadi lebih memilih naik taxi dari pada nanti celaka di jalan karena menyetir dalam keadaan sakit.” Ucap Alexa setuju dengan ucapan daddy nya itu.


Melvin pun tersenyum mendengar ucapan putri nya itu dan berdoa semoga saja memang seperti itu walaupun kini hati nya sudah memikirkan hal yang buruk. Semoga saja tidak ada yang terjadi.


“Sudah, lebih baik kita segera berangkat ke hotel dan temui mommy kalian.” Ucap mami Elea yang juga mulai merasakan firasat buruk.


Akhirnya mereka pun segera naik ke mobil milik Melvin. Alex dan Alexa ikut mobil Melvin dan di ikuti oleh mobil milik kedua orang tua nya dari belakang. Melvin juga tidak lupa meminta seseorang untuk mengantarkan mobil milik Lila itu ke apartemen Lila karena menurut nya di sana tempat yang paling tepat. Tidak mungkin di antarkan ke hotel jika keberadaan Lila juga belum pasti ada di hotel. Tapi semoga saja apa yang dia takutkan itu hanya lah firasat buruk saja karena terlalu banyak berpikir aneh.


Tidak lama mereka tiba di hotel yang di maksud oleh kedua anak nya itu menjadi tempat tinggal mereka selama beberapa hari ini di sini. Hotel terdekat dari perusahaan nya. Sungguh dia tidak tahu hal itu dan dia tidak melihat mereka juga di sana.


Melvin segera turun dan membantu membukakan pintu untuk kedua anak nya dan seperti tadi Melvin pun masuk ke hotel dengan menggandeng kedua anak nya itu. Tentu nya juga dengan di ikuti oleh mami Elea dan papi Emran dari belakang.


“Di mana kamar kalian?” tanya Melvin.


“Kamar kami berada di lantai enam daddy.” Jawab Alexa.


Melvin pun mengangguk lalu mereka segera masuk ke lift dan Melvin segera menekan angka enam di sana. Tidak lama mereka sudah tiba di lantai enam. Sungguh, saat ini perasaan Melvin semakin gugup dan takut. Firasat buruk yang muncul pun semakin membayangi nya.


Alex dan Alexa segera berlari menuju kamar mereka dan membuka nya tapi sayang terkunci, “Kok, di kunci?” tanya Alex bingung menatap sang adik.


Alexa pun mencoba nya dan benar saja terkunci, “Kenapa bisa terkunci?” tanya Alexa.


Melvin pun segera berjalan cepat mendekati kedua anak nya itu dan dia mencoba membuka pintu itu dan tertutup. Perasaan Melvin semakin tidak tenang. Akhir nya dengan cepat dia pun segera menghubungi pihak hotel untuk memberikan kunci cadangan kamar hotel itu.


Tidak lama salah satu pegawai hotel pun mengantarkan kunci hotel itu dan dekat cepat Melvin membuka kamar hotel itu. Dia segera masuk untuk memastikan semua nya dan kini apa yang dia takutkan beneran terjadi. Kamar hotel itu sangat rapi. Tidak ada yang berbaring di ranjang.


Melvin menarik nafas panjang dan mencoba berpikir positif walau pun itu sulit. Dia membuka kamar mandi dan mencari ke semua sudut di kamar hotel itu dan tidak menemukan apapun.


“Dad, mommy pergi. Koper pakaian nya gak ada.” ucap Alexa menyadari bahwa koper Lila gak ada. Di sana hanya ada koper milik mereka saja.


Melvin segera memeluk putri nya untuk menenangkan nya, “Iya benar apa yang di katakan Alexa dad. Mommy gak ada di sini. Dia pergi. Ini surat yang dia tinggalkan.” Ucap Alex yang menemukan surat di antara pakaian nya.


Melvin pun segera mengambil surat dari tangan putra nya itu dan membaca nya seketika tulang Melvin serasa tidak ada tenaga sama sekali. Dia seketika jatuh berlutut dan surat di tangan nya itu pun terlepas. Mami Elea segera mengambil nya dan membaca nya bersama papi Emran.


[Ini Lila tuan Melvin. Aku yakin putraku yang pasti akan menemukan surat ini dan akan memberikan nya kepadamu. Maka itu berarti kalian sudah bertemu. Maaf aku pergi tanpa pamit dan hanya bisa pamit melalui kertas lagi dan lagi. Walau aku tak tahu apa surat yang ku tinggalkan untuk mu enam tahun lalu kau menemukan nya atau tidak. Aku tak tahu tapi jika kau menemukan nya pasti kau sudah mencariku atau mungkin aku memang tidak penting untukmu. Ahh sudah lah jangan bahas masa lalu. Itu adalah bagian kelam yang mencoba aku tutup dengan kebahagiaan. ]


[Hum, jika kau sudah membaca surat ini. Itu berarti aku sudah tidak ada. Aku sudah pergi. Yah, pergi. Lagi dan lagi aku hanya bisa pergi karena aku ternyata masih sama seperti enam tahun lalu yang belum bisa menerima kenyataan yang ada. Tapi tenang saja kali ini aku pergi dengan tidak membawa bagian dari dirimu di dalam diriku. Aku sudah meninggalkan mereka denganmu dan menepati janjiku untuk mempertemukan kalian. Aku juga mewujudkan impian mereka yang ingin bertemu denganmu di hari ulang tahun mereka yang ke lima tahun. Kau tahu saat mereka meminta itu padaku aku sangat terpukul dan sedih tapi aku tidak mungkin menunjukkan pada mereka. Mereka sangat ku sayangi tapi harus aku akui bahwa kasih sayang yang ku berikan kepada mereka tidak bisa membuat rindu mereka akan kehadiran seorang ayah mereda. Mereka tetap rindu padamu. ]


Alex dan Alexa pun segera memegang tangan Melvin, “Daddy, tolong cari mommy. Kami tidak bisa hidup tanpa mommy. Kami sudah terbiasa dengan nya.” Ucap Alex meneteskan air mata nya.


Alexa jangan tanya anak itu dia sudah menangis tersedu-sedu karena merasa bersalah. Dia merasa karena merasa karena permintaan nya yang ingin bertemu daddy nya harus membuat mommy nya pergi.


Alex segera memeluk adik nya itu, “Jangan menangis dek. Daddy pasti akan menemukan mommy secepat nya. Jangan menyalahkan dirimu.” Ucap Alex menenangkan adik nya itu.


Melvin yang melihat itu pun segera memeluk kedua buah hati nya itu, “Daddy janji akan menemukan mommy kalian secepat nya nak. Sekali daddy kehilangan nya tapi kali ini tidak akan lagi. Daddy akan menemukan mommy kalian secepat nya. Itu janji daddy. Daddy tidak akan jadi pecundang lagi.” Ucap Melvin.


“Daddy harus menemukan mommy.” Ucap Alexa menangis dalam pelukan Melvin.


Melvin pun mengangguk, “Tentu girl. Daddy janji akan menemukan mommy kalian.” Ucap Melvin.


Mami Elea pun mendekati kedua cucu nya itu, “Nenek dan kakek juga janji akan menemukan mommy kalian secepat nya nak. Tapi untuk sekarang kalian ikut nenek ke rumah nenek dulu yaa sampai mommy kalian di temukan.” Ucap mami Elea membujuk kedua cucu nya itu.


Alex dan Alexa pun mengangguk lalu mereka segera mengemas semua barang milik mereka itu dan tidak lama mereka pun segera meninggalkan hotel.


Melvin dan papi Emran sudah menghubungi anak buah masing-masing untuk mencari keberadaan Lila sekali lagi dan lagi. Mereka selalu saja kalah cepat dengan Lila lagi dan lagi. Mereka tidak bisa membaca apa yang di pikirkan oleh Lila.


Kini mereka sudah tiba di kediaman utama dan mami Elea dan papi Emran segera menggandeng masing-masing cucu mereka itu masuk ke dalam kediaman megah milik mereka.


“Nak, nenek sudah menyediakan kamar untuk kalian. Ini kamar untuk Alex dan ini untuk Alexa.” Ucap mami Elea saat mengantar kedua cucu nya itu ke kamar yang sudah di sediakan.


“Terima kasih nek.” Jawab kedua nya menyimpan rasa sedih masing-masing.


“Nak, nenek tahu kalian sedih karena mommy kalian pergi. Nenek janji akan mempertemukan kalian dengan mommy kalian. Tapi kalian tidak boleh sedih yaa. Nenek tidak ingin kalian sedih. Tidak boleh menangis. Kalian itu adalah cucu nenek dan kakek yang tampan dan cantik. Nanti jika sedih tidak akan tampan dan cantik lagi.” Ucap mami Elea menghibur para cucu nya itu.


Alex dan Alexa pun mengangguk, “Terima kasih nek. Tidak meragukan kami sebagai cucumu.” Ucap Alex.


“Hey, kalian itu cucu nenek apapun yang terjadi. Kalian itu sangat mirip daddy kalian bahkan wajah mommy kalian gak ada jejak satu pun dalam diri kalian.” Ucap nenek Elea.


“Nenek benar kami sangat mirip daddy. Entah bagaimana perasaan mommy saat itu saat melihat kami lahir yang sangat mirip daddy laki-laki yang sudah menghamili nya.” Ucap Alex.


“Maaf boy.” Ucap Melvin yang mendekati putra nya itu dan mendengar ucapan putra nya.


“Daddy memang bukan laki-laki yang baik. Daddy punya kekuasaan tapi tidak bisa menemukan mommy kalian. Itu adalah kekalahan daddy yang tidak akan daddy ingkari untuk mengakui nya.” Sambung Melvin lalu memeluk putra nya itu.


“Daddy gak salah kok. Itu adalah masalah mommy dan daddy. Kami adalah anak yang lahir dari kesalahan mommy dan daddy. Tapi mommy tidak menggugurkan kami.” Ucap Alexa.


Melvin pun segera memeluk putri nya itu, “Kamu benar girl. Mommy kalian adalah malaikat tanpa sayap yang tidak menggugurkan kalian. Daddy banyak salah kepada mommy kalian.” Ucap Melvin.


“Daddy, bisakah daddy berjanji untuk menemukan mommy kami dalam seminggu?” tanya Alex.


“Jika daddy bisa melakukan nya maka kami akan melupakan kesalahan daddy yang tidak bisa menemukan mommy yang membawa kami enam tahun lalu.” Sambung Alex.


Melvin pun terdiam lalu kemudian di memandang kedua buah hati nya itu, “Daddy janji akan menemukan kalian sebelum waktu seminggu.” Ucap Melvin mengangguk.


“Semoga saja daddy tidak mengingkari janji.” Ucap Alex lalu dia segera masuk ke kamar nya itu.


“Daddy, kakak itu adalah orang yang lembut. Dia sangat ceria dan penurut kepada mommy. Tidak sepertiku yang keras kepala dan kadang membantah perintah mommy. Dia hanya sedang kecewa saja kepada daddy. Percaya lah dia sangat menyayangimu daddy sama sepertiku. Aku akan membantumu menemukan mommy. Mommy itu sangat menyayangi kami. Ini semua berawal dari keinginanku yang ingin bertemu daddy maka aku pun akan membantu daddy menemukan mommy. Aku janji daddy.” Ucap Alexa menatap sang daddy. Melvin yang mendengar itu pun memeluk putri nya itu.