
“Lalu kenapa tidak mengatakan apapun padaku saat itu?”
“Saat itu kami juga baru tahu formula racun nya. Saat itu kami baru merencanakan semua nya. Kamu akui kami salah karena menyembunyikan hal ini darimu. Tapi hanya itu lah yang ada dalam pikiran kami saat itu.” jawab Luke.
Lila pun mengangguk, “Jadi alasan dari menyembunyikan hal ini dariku apa? Apa hanya karena tidak ingin membuatku khawatir?” tanya Lila lagi.
“Kami tahu kau sangat menyayangi Luke. Kamu pasti akan menolak penawar itu jika tahu bahwa hanya DNA yang sama denganmu yang bisa menjadi obat penawar nya.” jawab Melvin.
“Lalu apa kalian pikir sekarang aku akan menerima nya?” tanya Lila.
“Kami tahu kami salah dan kami mengakui nya. Tapi setidak nya berpikir lah hal baik ke depan nya. Tidak kah kau ingin apa yang sudah kakakmu korbankan dan kau sia-siakan begitu saja.” ucap Melvin.
“Hubby, kau menindasku. Kau sudah mulai menggunakan ancaman untukku.” ucap Lila menatap suami nya itu.
“Bukan seperti itu sayang. Hanya saja aku mencoba untuk membuatmu berpikiran terbuka.” Ucap Melvin.
“Lalu apa aku harus hidup dengan mengorbankan kakakku? Begitu? Kau tahu sendiri hubby aku sangat menyayangi kakakku dan hanya dia saja keluarga yang ku punya saat ini. Aku tidak akan mau kehilangan nya.” ucap Lila menatap Luke.
Luke yang mendengar ucapan adik nya itu pun segera mendekati Lila dan mendekap adik nya itu, “Kakak juga menyayangimu. Sama seperti kau yang tidak ingin kehilangan kakak maka kakak pun sama. Kakak tidak ingin kau pergi meninggalkan kakak. Hanya kau saja keluarga yang kakak punya. Jadi apa salah kakak berkorban sedikit saja untuk kesembuhan adik kakak ini.” ucap Luke lembut.
Lila pun mengangkat kepala nya dan kembali menatap kakak nya itu, “Percaya lah ini adalah keputusan yang terbaik untuk semua nya. Kakak memang salah karena tidak mengatakan ini padamu sebelum nya dan meminta persetujuanmu tapi itu kami lakukan karena kami tahu kau yang sangat keras kepala. Jadi ini lah jalan satu-satu nya yang kami ambil karena ini memang yang terbaik.” Sambung Luke.
Luke pun tersenyum dan segera mengambil lengan Lila. Setelah itu dia pun mengambil lengan nya yang juga ada bekas pengambilan darah nya.
“Lihat lah bukan kah sama. Kita kembar bukan setidak nya kita harus memiliki tanda yang sama selain wajah kita yang mirip.” Ucap Luke.
“Apa sakit?” tanya Lila menyentuh lengan kakak nya itu penuh khawatir.
Luke menggeleng, “Tidak sakit sama sekali kok. Itu untuk kesembuhan orang yang kakak sayangi mana mungkin terasa sakit. Seharus nya milikmu yang sakit bukan karena kau dan tubuhmu itu harus menyesuaikan dengan obat yang masuk.” Ucap Luke mengusap lembut lengan Lila.
Lila yang mendengar ucapan kakak nya itu pun terharu dan segera memeluk Luke erat, “Kakak!” panggil nya.
Luke pun tersenyum lalu membalas pelukan adik nya itu, “Mau ya kita melanjutkan pengobatan nya? Kita berjuang bersama-sama.” ucap Luke dan mengusap kepala adik nya itu.
“Kakak tidak boleh pergi meninggalkanku.” Ucap Lila masih memeluk Luke.
“Kakak janji tidak akan pernah meninggalkanmu. Kakak hanya di ambil darah saja dek. Itu pun hanya sedikit. Itu tidak akan membuat kakak ma--”
“Jangan katakan itu. Aku tidak menyukai nya.” potong Lila.
Luke pun mengangguk dan kedua nya pun berpelukan erat. Sementara Melvin dia hanya bisa mengusap air mata di pipi nya yang sempat menetes karena menangis terharu akan apa yang dia lihat di hadapan nya.