My Secret With CEO

My Secret With CEO
104


Lila dan Luke pun segera menoleh ke sumber suara.


“Hubby!” panggil Lila tersenyum.


Melvin segera mendekati istri nya itu dan melabuhkan kecupan di kening Lila, lalu dia segera duduk di samping istri nya itu.


“Aku tidak akan membiarkan perusahaan kalian hancur. Selain itu juga aku sama dengan istriku yang memiliki keyakinan bahwa kakak iparku ini memiliki kemampuan mengelola perusahaan.” Ucap Melvin kepada Luke.


“Tapi aku tidak memiliki pengalaman apapun terkait perusahaan.” Ujar Luke.


“Pengalaman memang penting tapi skill dan darah yang mengalir dalam tubuh itu tidak akan berkhianat. Kau belum mencoba nya kenapa sudah menyerah.” Ucap Melvin lagi.


Luke pun menarik nafas panjang nya, “Bagaimana jika--”


“Tidak ada jika dan tapi. Semua nya pasti bisa di lakukan.” Potong Melvin.


“Ck, kalian pemaksa. Kenapa aku merestui kalian menikah. Kalian menindasku.” Ucap Luke mengacak rambut nya.


Lila dan Melvin saling memandang satu sama lain lalu tersenyum, “Kami tidak menindasmu kak. Tapi ini memang hakmu dan milikmu.” Ucap Lila.


“Tapi itu adalah warisanmu.” Ujar Luke.


“Aku akan memberikan nya padamu kak.” Ucap Lila.


Luke menggeleng, “Tidak, biarkan itu tetap jadi milikmu dek. Kakak hanya akan membantu mengelola nya. Tapi sebelum itu kakak belajar dulu.” Ucap Luke segera menatap ke arah Melvin.


“Tenang saja itu bisa di atur. Aku adalah adik ipar yang baik dan akan jadi guru yang baik untuk kakak iparku yang akan belajar.” Ucap Melvin.


Luke pun tertawa, “Mohon bimbingan nya adik ipar.” Balas Luke. Melvin pun hanya mengangguk saja.


“Jadi apa itu arti nya kakak bersedia menerima nya?” tanya Lila senang.


“Tidak, sampai aku benar-benar yakin mengelola nya. Aku tidak ingin mengecewakan mommy yang sebagai pemilik perusahaan itu. Aku juga tidak ingin mengecewakan daddy yang membawa perusahaan itu menjadi salah satu perusahaan yang maju. Lalu aku juga tidak ingin mengecewakanmu sebagai adikku yang sudah mempercayakan hal itu kepadaku.” Ucap Luke.


Lila pun mengangguk mengerti, “Baiklah. Aku mengerti apa yang kau maksud kak. Aku bisa menerima nya. Aku akan jadi pemilik perusahaan itu sampai kau siap menerima nya. Aku akan meminta suamiku ini membuat cepat hebat dan mengerti perusahaan dalam waktu singkat sehingga kau pun tidak akan punya alasan lagi untuk menolak perusahaan.” Ucap Lila.


“Tentu sayang. Aku jamin dalam waktu dua bulan ahh tidak sebulan kakakmu ini akan jadi orang hebat.” Ucap Melvin.


Luke yang mendengar itu pun mendesis, “Ck, kalian licik. Kalian menindasku.” Ucap Luke pasrah.


Lila dan Melvin pun tertawa melihat itu, “Maaf ya kak aku memang harus merepotkanmu. Aku tidak ingin terikat dengan perusahaan dan ingin menikmati waktuku dengan baik bersama anak-anak di rumah saja. Aku ingin bebas.” Ujar Lila.


“Kau pasti akan mendapatkan nya.” ujar Melvin dan Luke bersamaan hingga kedua pria itu pun terkekeh.


Memang bagi Melvin dan Luke, kebahagiaan dan keinginan Lila jadi prioritas utama mereka.


***


Beberapa hari berlalu, kini sudah tiba waktu nya di mana Lila dan Melvin akan berangkat ke Negara S untuk berobat. Lila dan Melvin kini sudah berada di bandara dengan di antar oleh keluarga mereka.


“Anak-anak kalian harus mendengarkan apa kata kakek dan nenek. Ohiya uncle Luke juga.” Ucap Lila kepada kedua buah hati nya itu yang juga ikut mengantar kepergian mereka menuju Negara S.


“Mommy, sudah mengatakan itu berulang kali. Kami sudah ingat mom.” Ujar Alexa.


“Ih Alexa itu tidak pikun mom. Kakak tuh yang pikun.” Tuduh Alexa menatap Alex.


Alex pun hanya mengangkat bahu nya saja, “Boy, mommy titip adikmu ya. Tolong jaga dia dengan baik. Mommy yakin kamu bisa. Kamu itu putra mommy yang dewasa.” Ucap Lila.


Alex pun mengangguk, “Hum, mommy tidak perlu khawatirkan apapun. Aku akan menjaga nya dengan baik. Mommy fokus saja dengan pengobatan mommy. Aku ingin kita selalu bersama begini. Tidak berpisah lagi. Tidak masalah jika aku harus mengurus adikku yang sudah berubah cerewet.” Ucap Alex.


“Ck, aku tidak cerewet kak.” Protes Alexa cemberut.


“Yah, kamu tidak cerewet girl.” Bela Melvin yang baru saja memeriksa apa semua nya sudah siap.


“Apa semua nya sudah siap nak?” tanya mami Elea yang di angguki oleh Melvin.


“Boy … girl … mommy dan daddy akan segera berangkat. Jaga diri kalian dengan baik.” ucap Melvin kepada kedua buah hati nya itu yang di balas oleh kedua nya dengan anggukan.


“Ayo peluk mommy dulu.” Ucap Lila merentangkan tangan nya.


Alex dan Alexa pun segera memeluk Lila lalu setelah itu memeluk Melvin, “Jaga mommy dengan baik dad. Dia itu kadang ceroboh.” Ujar Alex.


Melvin pun tersenyum dan mengangguk mendengar bisikkan sang putra, “Daddy pasti akan menjaga mommy kalian dengan baik, boy. Tidak perlu khawatir.” Ucap Melvin lalu melepas pelukan mereka.


Setelah itu Alex dan Alexa pun segera mendekati kakek dan nenek mereka, “Jaga diri baik-baik di saja nak.” ucap mami Elea yang di angguki oleh Melvin dan Lila.


“Jaga diri baik-baik dek.” ucap Luke kepada Lila. Lila pun mengangguk lalu memeluk kakak nya itu.


“Aku titip anak-anak dan juga perusahaan kak. Suamiku mengatakan bahwa perkembangan kakak sangat hebat walaupun baru beberapa hari ini belajar.” Ucap Lila.


“Ck, baiklah. Kakak akan menjaga semua nya untukmu.” Balas Luke.


Setelah sesi pamitan itu selesai akhirnya Lila dan Melvin pun benar-benar berangkat. Mereka tentu saja menggunakan pesawat pribadi milik Melvin. Pesawat pribadi dengan logo perusahaan Melvin itu pun segera mengudara begitu Lila dan Melvin sudah berada di sana. Mereka segera meninggalkan Negara N menuju Negara S dengan harapan akan mendapatkan pengobatan terbaik untuk Lila. Keluarga yang mengantar pun segera kembali.


“Istirahat lah jika ingin tidur sayang. Kau bisa istirahat di kamar pribadi jika tidak nyaman di sini.” Ucap Melvin.


“Di sini saja.” ujar Lila lalu meletakkan kepala nya itu di bahu sang suami.


“Hubby, kita akan tinggal di mana di Negara S?” tanya Lila.


“Itu kamu akan tahu nanti.” Jawab Melvin segera meletakkan tangan nya di belakang sang istri dan mendekap istri nya itu dengan lembut.


“Hum, apa itu rahasia? Aku tidak boleh mengetahui nya?” tanya Lila lagi.


“Itu bukan rahasia atau pun kamu tidak boleh mengetahui nya. Tapi untuk apa juga aku menjelaskan nya jika kita akan tahu nanti.” Ucap Melvin.


“Tapi aku ingin tahu.” Ucap Lila.


Melvin pun tersenyum, “Memang sangat keras kepala ya.” Ucap Melvin.


Lila pun terkekeh, “Apa menyesal memiliki istri seperti aku?” tanya Lila.


Melvin menggeleng, “Tidak ada kata menyesal. Aku mencintaimu.” Ucap Melvin lalu memberikan kecupan singkat di kening istri nya itu.


Lila pun hanya tersenyum saja mendengar ucapan suami nya itu dan lebih memilih memenjamkan mata nya untuk tidur karena perjalanan mereka akan memakan waktu yang panjang.