
"Bukankah dia gadis waktu itu?"
Cukup lama Deo memandangi wanita dan gadis kecil itu sampai mereka menghilang dari pandangan nya.
"Tidak ada pertemuan kedua dalam sebuah kebetulan. Aku sudah bertemu dengan nya tanpa sengaja sudah dua kali. Jika sampai aku bertemu lagi dengan nya untuk ketiga kali maka itu berarti tak--"
"Tuan, pesawat tuan dan nyonya muda baru saja mendarat." Lapor salah satu bodyguard kepada Deo hingga hal itu membuyarkan lamunan nya dan pikiran yang ada dalam batin nya.
Deo pun mengangguk dan segera menuju pintu kedatangan. Tapi dia menoleh sekali lagi ke belakang untuk memastikan bahwa mobil wanita itu sudah tidak di sana. Entah kenapa dia berharap bisa bertemu dengan wanita itu lagi di masa yang akan datang.
Dia pasti akan mencari wanita itu nanti. Tapi saat ini yang lebih penting menyambut tuan dan nyonya muda nya.
Deo tersenyum begitu melihat Melvin yang menggandeng Lila erat dengan Luke juga yang berjalan di samping mereka.
Deo segera mendekati Melvin dan Lila dan menunduk hormat begitu sudah berada di depan Lila dan Melvin.
"Selamat datang kembali ke negara ini tuan, nyonya." sambut Deo.
Pasangan suami istri itu pun tersenyum melihat Deo, terutama Lila yang tersenyum bangga pada asisten suami nya itu.
"Apa mobil sudah siap?" tanya Melvin.
"Sudah tuan. Kami sudah menyiapkan dua mobil untuk anda." jawab Deo.
"Kau ikut kami." ucap Melvin lalu segera melirik kakak ipar nya.
"Kak istirahat lah terlebih dahulu. Bukan kah pertemuan nya di undur sampai besok karena masih harus menunggu klien dari negara T." Ucap Lila yang mengkhawatirkan kakak nya itu.
Luke yang mendengar ucapan adik nya yang dia tahu mengkhawatirkan nya pun tersenyum, "Aku baik-baik saja, dek. Tidak perlu khawatirkan aku." Ucap Luke.
Lila pun mengangguk pasrah. Dia tidak boleh terlalu mengekang kakak nya itu karena dia yakin kakak nya punya kehidupan nya sendiri. Dia juga yakin kakak nya itu pasti tahu apa yang dia lakukan.
"Baiklah jika begitu. Jaga diri kakak. Jangan terlalu berat bekerja nya. Jangan memaksakan diri. Jika kakak merasa lelah maka harus istirahat. Aku menunggumu di mansion utama suamiku." ucap Lila.
Luke pun mengangguk. Setelah itu dia mengangguk dan segera pamit lebih dulu. Dia segera mengikuti bodyguard Melvin yang akan menunjukkan mobil untuk nya.
Lila memandangi kakak nya itu sampai masuk ke mobil lalu dia menghela nafas kasar.
"Dia sudah dewasa dear. Tidak perlu mengkhawatirkan nya." ucap Melvin.
Lila mengangguk dan tersenyum, "Aku hanya terbawa dengan sikapku saat dia masih jadi bawahanku. Aku melindungi nya di sisiku dengan status atasan dan bawahan padahal aku sendiri tahu bahwa dia adalah kakak kembaranku. Aku sadar aku egois dengan selalu mengurus hal yang dia lakukan. Apa aku terlalu berlebihan?" Ucap Lila.
Melvin menggeleng, "Itu adalah bentuk kasih sayang dan perlindungan yang kau berikan untuk melindungi saudaramu. Tapi sekarang biarkan aku yang melindungimu, dear. Aku janji akan melindungimu dan juga keluargamu. Kakakmu akan jadi prioritas juga." ucap Melvin.
Lila mengangguk, "Baiklah. Aku percaya padamu by. Aku akan jadi bebanmu nanti." ucap Lila.
Melvin pun tersenyum mendengar ucapan Lila itu, "Ayo kita pulang dan temui si kembar." Ajak Melvin yang di angguki Lila.
Tidak lama mobil mereka pun segera meninggalkan bandara menuju mansion utama.