
“Perjanjian? Perjanjian apa nak?”
Papi Emran yang menanyakan itu karena dia penasaran dengan apa perjanjian di antara kedua cucu nya itu.
Alexa pun terdiam lalu menatap kakek nya itu lalu dia mendadak ragu untuk mengatakan perjanjian antara dia dan kakak nya.
Melvin yang menyadari keraguan putri nya itu pun segera menggenggam tangan putri nya itu, “Ayo katakan saja nak. Gak apa-apa kok. Jangan takut. Daddy … kakek … nenek … tidak akan memarahi kalian.” ucap Melvin lembut.
Alexa pun mengangguk tersenyum lalu dia menarik nafas nya panjang, “Aku dan kakak tadi membuat perjanjian. Aku akan membantu daddy menemukan mommy sementara kakak dia tetap akan menghormati keinginan mommy yang ingin bersembunyi dari daddy. Dia akan menunggu sampai seminggu baru lah akan mencari mommy. Itu janji yang sudah kami buat.” Jelas Alexa.
Melvin, papi Emran dan mami Elea pun saling memandang satu sama lain mendengar ucapan Alexa itu, “Jadi, apa Alexa membuat janji itu dengan kakakmu?” tanya Melvin.
“Iya dad. Jangan marahi kakak. Dia itu sangat menyayangi mommy. Dia walaupun nakal dan cerewet tapi sangat penurut dengan mommy tidak seperti aku yang keras kepala kepada mommy. Aku kadang tidak menuruti apa yang mommy katakan.” Ucap Alexa.
Melvin pun mengangguk saja mendengarkan ucapan putri nya itu, “Alexa dan kakak itu memiliki kemampuan bidang teknologi tapi harus Alexa akui bahwa kakak lebih hebat dariku. Jadi aku mungkin bisa membantu daddy tapi aku tidak semampu kakak. Aku akan mengatakan semua kode yang tersambung dengan gelang yang mommy pakai.” Ucap Alexa.
Melvin pun mendengarkan saja karena jujur saja dia tidak begitu mengerti dengan teknologi. Dia sangat tidak paham dengan hal itu. Untuk itu lah dia memiliki Deo. Maka saat ini memiliki putra dan putri yang memahami teknologi dan masalah hacker seperti itu bagaimana berkat. Seperti nya gen yang menurun kepada kedua anak nya itu seimbang antara diri nya dan Lila. Kedua anak nya itu mewarisi wajah nya tapi kecerdasan yang di miliki mereka mewarisi Lila.
“Ya sudah begini saja. Alat nya masih sedang di beli bukan. Jadi lebih baik kita istirahat dulu malam ini. Nanti besok saja kita mencari mommy kalian itu.” ucap mami Elea.
Alexa pun mengangguk, “Nenek benar. Alexa juga mengangguk. Daddy … bisa gak Alexa tidur bersama daddy.” Izin Alexa.
Melvin pun tersenyum, “Ya sudah. Ayo!” ajak Melvin langsung menggendong putri nya itu.
“Daddy … aku juga ikut.” Ucap Alex yang tiba-tiba saja sudah di sana.
Melvin yang menggendong putri nya itu pun segera berbalik dan tersenyum ke arah putra nya, “Ayo boy.” Ajak Melvin.
Alex pun tersenyum lalu menggenggam tangan Melvin, “Dad … aku juga turun saja.” ucap Alexa.
Papi Emran dan mami Elea yang melihat putra mereka itu tersenyum bahagia dengan menggandeng kedua cucu mereka pun tersenyum dan saling memandang satu sama lain.
“Pih … kita harus segera menemukan Lila. Kita sudah tua dan putra kita juga sudah harus berkeluarga.” Ucap mami Elea.
“Kita akan menang untuk kali ini mih. Kedua cucu kita itu hebat dan mereka akan membantu kita menemukan Lila. Untuk kali ini kita akan memastikan kemenangan kita dan membawa putra kita ke pelaminan bersama Lila.” Ucap papi Emran.
Mami Elea pun hanya mengaminkan saja lalu setelah itu mereka juga segera menuju ke kamar mereka untuk mengistirahatkan tubuh mereka.
***
Di sisi Lila dia sedang ada di balkon kamar nya dan melihat ke arah kediaman Melvin, “Itu kamarmu kan tuan Melvin. Aku egois ya padahal aku tahu kau ingin mempertanggung jawabkan kesalahan yang terjadi di antara kita tapi aku justru memilih untuk lari darimu dan membawa anak kita bersamaku hingga harus membawaku hidup dalam kesedihan selama ini.” gumam Lila sambil menikmati minuman soda di tangan nya.
“Aku memang benar-benar egois. Yah hahahah aku memang egois. Aku rindu kehidupanku yang penuh kebahagiaan saat aku masih kecil. Aku memang egois. Aku membuat kehidupan kedua anakku tidak merasakan bagaimana kebahagiaan saat hidup bersama orang tua lengkap. Itu adalah penyesalanku saat ini. Tapi aku juga tidak tahu bagaimana aku bisa mewujudkan keinginan mereka itu. Kita mana mungkin bisa bersatu. Kau sudah menikah bukan. Entah siapa gadis yang beruntung itu. Tapi kenapa aku tidak melihat wanita itu bersamamu. Di mana dia. Kenapa aku tidak bisa menemukan siapa wanita yang sudah menjadi istrimu itu.” ucap Lila bertanya-tanya.
“Aku akui aku sangat egois dengan memilih lari darimu membawa anak kita itu. Tapi hanya itu yang bisa aku pikirkan saat itu. Aku masih labil sehingga pikiranku bagaimana aku bisa sembunyi saja dengan membawa kehamilanku tanpa berpikir ke depan nya bahwa anakku yang akan jadi korban nya. Jujur saja aku merasa sakit saat mendengar mereka di hina tidak memiliki seorang ayah padahal kenyataan nya bahwa daddy mereka adalah orang hebat. Itu adalah penyesalan yang membuatku ingin menangis sehingga memilih untuk egois sekali lagi dengan membuat Alexa dan Alex hidup bersamamu. Setidak nya jika bersamamu tuan Melvin mereka tidak akan di hina tidak memiliki daddy. Maafkan atas apa yang sudah kulakukan ini. Maaf atas semua keegoisanku. Aku akan berdoa semoga saja kau selalu bahagia. Kau selama nya akan menjadi idolaku. Meninggalkan Alex dan Alexa bersamamu pasti semua akan baik-baik saja. Tolong jaga mereka dengan baik jika sesuatu terjadi padaku.” Ujar Lila melihat ke balkon Melvin.
Seketika Lila berbalik melihat ada dua anak kecil di balkon itu, “Alex … Alexa …” ujar Lila langsung memutar tubuh nya dan berlari masuk ke kamar nya. Lalu begitu sudah di kamar nya dia menjatuhkan tubuh nya itu dia lantai.
“Maafkan mommy boy, girl. Maafkan mommy yang bersembunyi dari kalian. Maafkan mommy yang selalu egois.” Ucap Lila sedih.
Sementara di sisi Melvin, “Dad … siapa yang tinggal di sana?” tanya Alexa menunjuk balkon milik Lila itu.
“Itu mommy. Iya itu mommy. Aku tidak mungkin salah mengenali nya. Itu mommy.” Batin Alex memandangi balkon Lila itu lekat.
Melvin yang mendapat pertanyaan putri nya itu pun terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa. Dia sendiri saja bertanya-tanya siapa yang tinggal di sana, “Daddy juga gak tahu nak.” jawab Melvin lembut.
Alexa pun terdiam, “Itu seperti mommy.” Gumam Alexa lirih.