My Secret With CEO

My Secret With CEO
75


“Aku tidak mengizinkanmu pergi.”


Melvin mengucapkan itu lalu segera mendekati Lila dan membawa Lila ke pelukan nya. Dia tidak peduli lagi jika Lila akan berontak atau menolak pelukan nya. Atau bisa juga menembak nya. Dia tidak peduli dengan semua itu. Saat ini yang ada dalam pikiran nya hanya meyakinkan bahwa Lila sangat dia inginkan dan tak akan pernah dia biarkan untuk pergi. Tidak akan pernah.


Apalagi setelah tahu hubungan sebenar nya antara Luke dan Lila yang ternyata seperti dugaan putra nya. Seperti nya putra nya itu memiliki indra ke enam sehingga dugaan nya bisa menjadi sebuah kenyataan.


Lila yang mendapat pelukan dari Melvin bukan nya memberontak seperti yang ada dalam pikiran Melvin atau dalam logika Lila saat ini yang sedang berperang dengan hati nya itu. Lila tidak bereaksi sama sekali dan hanya diam saja seperti orang yang sudah tidak punya gairah hidup. Dia mendadak jadi kaku dan tegang karena pelukan Melvin itu. Berbeda dengan pelukan yang dia berikan kepada Luke yang terlihat biasa saja karena memang dia tahu bahwa Luke adalah kakak nya. Kembaran nya. Sama seperti kedua anak nya yang kembar. Itu lah hubungan nya dengan Luke.


“Jangan pergi dan jangan pernah mengatakan kata itu lagi. Aku akan mengusahakan yang terbaik untuk kesembuhanmu. Saat ini yang perlu kau pikirkan yaitu sembuh dulu. Jika tidak demi aku. Lakukan demi anak-anak atau mungkin demi dirimu sendiri. Atau bisa juga demi dendammu. Tidak kah kau ingin kalah dari orang-orang yang sudah meracunimu. Kau harus menang bukan. Jadi aku mohon jangan putus asa.” Ucap Melvin setelah melepaskan pelukan nya dan menatap lekat wajah Lila yang jujur saja sangat cantik ketika di pandang dari dekat seperti itu. Membuat nya jatuh cinta lagi dan lagi.


Lila lagi-lagi hanya diam saja dan justru lebih memilih memandang Luke yang juga masih diam saja mencerna informasi yang dia terima. Jujur saja saat ini otak Luke sedang berpikir keras akan semua yang terjadi pada nya, “Luke!” panggil Lila yang sebenar nya sangat ingin memanggil Luke dengan kakak tapi dia takut jika Luke tidak nyaman dengan hal itu di lihat dengan beberapa saat sebelum nya yang dia memanggil Luke seperti itu.


Luke yang di panggil oleh Lila pun menatap Lila dalam. Mencoba menemukan kemiripan di antara mereka dan kini baru saja dia sadari bahwa mereka memang memiliki kemiripan dalam bentuk wajah, rahang serta bulu mata yang lentik. Luke mendekati Lila dan memeluk Lila dengan memberanikan diri nya. Dia ingin merasakan keterikatan dalam hubungan mereka. Dia memeluk Lila erat untuk pertama kali bukan seperti pelukan yang tadi yang Lila yang memeluk nya.


“Kau memang adikku.” Ucap Luke lirih.


“Kakak!” panggil Lila menangis.


Luke yang merasakan Lila menangis pun segera melepas pelukan nya itu dan menggeleng sambil menghapus air mata di pipi Lila, “Aku sadar dan menerima hubungan kita sebagai adik kakak. Walaupun aku tetap ingin kita melakukan test DNA. Aku tidak ingin di sebut sebagai orang yang memanfaatkan keadaan. Walaupun kini aku yakin kita bersaudara memiliki hubungan darah satu sama lain. Tapi itu hanya untuk memastikan nya saja. Aku ingin kita tetap melakukan nya. Kamu setuju bukan. Kamu paham dengan yang aku maksud kan?” tanya Luke.


Luke pun tersenyum mendengar ucapan Lila itu, “Kau harus mengenalkanku pada orang tua kita. Aku ingin tahu semua nya. Kita juga akan sama-sama membalaskan dendam itu.” ucap Luke memeluk Lila. Kini dia semakin paham kenapa dia tidak berani membantah permintaan Lila yang ingin balas dendam. Jika dia bisa tentu saja dia bisa menolak. Tapi karena takdir yang mengikat mereka itu lah yang membuat nya menuruti apa saja yang di inginkan Lila. Bukan kah memang menjadi seorang kakak harus bisa menuruti keinginan adik nya. Dia sungguh tidak menyangka bahwa dalam hidup nya itu dia memiliki keluarga. Memiliki adik yang secantik dan sebaik Lila. Walaupun harus dia akui bahwa adik nya itu memilikis sifat keras kepala.


“Hum, aku akan mengunjungi makam mommy dan daddy. Kita akan mengunjungi rumah juga. Tapi nanti setelah kita di perbolehkan keluar dari sini.” Ucap Lila.


Luke pun mengangguk lalu memandangi kedua buah hati Lila yang memandang nya lekat, “Apa kalian tidak ingin memeluk uncle?” tanya Luke.


Alex dan Alexa pun tersenyum lalu segera mendekati Luke dan memeluk nya, “Uncle, tolong bujuk mommy agar dia mau menikah dengan daddy. Kami ingin punya keluarga yang utuh.” Bisik Alexa.


“Aku sudah mengatakan sebelum nya kau mirip mommy. Aku sudah menduga nya bahwa uncle adalah saudara mommy. Maka aku juga punya satu permintaan padamu uncle. Tolong bujuk mommy agar bisa sembuh. Walaupun sulit di lakukan tidak bisa kah kita mengusahakan yang terbaik. Aku ingin bahagia.” Ucap Alex juga berbisik.


Luke yang mendengar bisikkan kedua keponakan nya. Yah, keponakan nya. Dia terharu tentu saja karena kedua keponakan nya itu memiliki hati yang baik dan sangat menyayangi mommy mereka. Mungkin seperti itu lah gambaran diri nya dan Lila jika kecil tinggal bersama. Tapi seperti nya dia memang tidak di takdirkan untuk merasakan hal itu. Dia harus hidup terpisah dari kedua orang tua nya yang bahkan hingga kini tak pernah dia kenal. Dia harus terpisah dari adik nya yang untung saja saat ini sudah bertemu dengan nya. Sudah menyelamatkan nya. Tapi kini justru adik nya itu sedang dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Dia tidak ingin kehilangan satu anggota keluarga nya lagi. Dia ingin hidup dengan melindungi adik nya juga. Dia akan mengusahakan yang terbaik untuk kesembuhan adik nya itu. Dia pasti akan menemukan penawar untuk racun itu. Pasti itu. Tidak ada hal yang tidak mungkin jika mempunyai tekad.


“Uncle janji akan membantu kalian bahagia. Uncle juga baru tahu bahwa uncle punya adik. Punya keluarga dan punya keponakan selucu kalian. Uncle akan mengusahakan yang terbaik. Kalian tidak perlu khawatir.” Balas Luke juga berbisik.


“Terima kasih uncle. Terima kasih atas semua rasa sayangmu pada mommy.” Ucap Alex.


Luke pun tersenyum lalu melepas pelukan mereka dan menatap keponakan laki-laki nya itu yang seperti nya sangat menyayangi Lila. Walaupun dia juga bisa melihat bahwa Alexa juga punya rasa sayang yang sama untuk Lila. Tapi tidak sebesar milik Alex. Atau mungkin memang seperti itu lah anak laki-laki lebih dekat dengan mommy nya.