
Cukup lama Alexa mengotak atik laptop dan alat alat yang tersambung itu dengan di tunggui oleh tiga orang pria dewasa sementara Alex hanya diam saja dan mengamati dari jauh apa yang di lakukan oleh adik nya. Dia sudah bisa menduga apa yang menjadi masalah adik nya itu. Dugaan nya itu menjadi kenyataan.
Alexa yang sudah tidak bisa melacak gelang yang di pakai Lila itu pun segera menatap kakak nya, “Kak!” panggil nya.
Alex pun tersenyum lalu mendekati adik nya itu, “Mommy pasti memblokir punya milikmu dek. Kau tidak akan bisa melacak gelang nya lagi. Mommy itu bukan orang bodoh yang akan meninggalkan jejak untuk kita melacak nya.” Ucap Alex mengelus rambut adik nya itu lembut.
Alexa pun menatap kakak nya dengan memelas, “Coba punya kakak. Mommy menyayangimu. Kau pun sama sangat menyayangi mommy. Mungkin saja hanya punyaku yang di blokir tapi punya kakak tidak.” Ucap Alexa dengan nada memohon.
Alex tersenyum lalu menggeleng, “Mommy menyayangimu juga dek. Tapi dia tahu bagaimana sikapmu. Kau itu walaupun sangat dingin di luar tapi dia tahu kau sangat murah hati dan membantu siapa saja dengan mudah berbeda denganku.” ucap Alex.
“Kalau memang begitu ayo bantu aku kak. Pakai milikmu.” Ulang Alexa.
Alex kembali menggeleng, “Apa kau lupa janji yang sudah kita buat dan kita sepakati? Kakak akan menghormati keinginan mommy. Kita sebagai anak mommy dan daddy harus bertindak adil bukan kepada mereka. Kau memihak daddy maka kakak harus memihak mommy.” Ujar Alex lembut.
“Kaak!” panggil Alexa memelas.
“Maaf dek kakak tidak bisa membantumu untuk kali ini.” tolak Alex lalu melihat ke arah lain karena tidak ingin terpengaruh dengan bujuk rayu adik nya itu. Dia itu tidak bisa menolak jika Alexa sudah membujuk nya maka dari itu dia tidak ingin menatap adik nya itu.
“Daddy … tolong bujuk kakak.” Ucap Alexa segera menatap Melvin lalu bermanja pada daddy nya itu.
Melvin pun segera mengangkat putri nya itu dalam gendongan nya. Dia hanya diam saja karena dia tahu putra nya itu sangat menjunjung janji nya. Dia juga tidak ingin membuat putra nya itu mengingkari janji nya, “Gak apa-apa nak. Tidak masalah kita tidak bisa menemukan mommy. Tapi apa yang di katakan kakakmu itu benar. Janji juga sudah di buat dan mengingkari nya bukan lah sesuatu yang baik bukan.” Ucap Melvin menenangkan putri nya itu.
Alexa yang mendengar ucapan daddy nya itu pun hanya bisa memeluk Melvin dan menyembunyikan wajah nya di leher Melvin, “Tapi aku ingin segera bertemu mommy dad. Aku rindu pada nya. Kakak juga. Dia rindu pada mommy kan. Hanya saja dia berpura-pura baik. Tidak bisa kah dia melanggar janji nya itu untuk sebuah kebaikan bersama.” Ucap Alexa di pelukan Melvin.
Melvin hanya diam saja dan menatap putra nya itu yang juga diam saja sambil mengamati Nugraha yang sibuk melanjutkan apa yang di buat oleh Alexa tadi. Dia mencoba mencari celah di sana. Tapi ternyata sulit di tembus. Entah keamanan apa yang di buat oleh Lila itu untuk memblokir nya.
Alexa dalam pelukan Melvin terus saja menangis dan merengek hingga membuat Alex menarik nafas panjang nya dan segera berdiri, “Diam lah dek. Jangan menangis lagi. Baiklah kakak mengalah. Kakak akan segera melacak mommy dari gelang pemberian kakak untuk nya. Sekarang berhenti lah menangis dan merengek begitu. Jangan jadi anak manja.” Ucap Alex datar tapi kata yang keluar dari bibir nya itu bermaksud membujuk adik nya. Sungguh dia sangat menyayangi Alexa adik yang lahir hanya berjarak beberapa menit saja dari nya.
Sementara Alexa dalam pelukan Melvin pun tersenyum melihat apa yang di lakukan oleh kakak nya itu. Dia mendadak tersenyum dan Melvin menyadari putri nya itu tersenyum, “Kita berhasil dad.” Bisik Alexa di telinga Melvin dengan lirih.
Melvin yang mendengar bisikkan putri nya itu pun tersenyum. Dia mengagumi bahwa putri nya itu sungguh licik juga ternyata, “Licik sekali kamu sayang.” bisik Melvin.
“Tidak masalah dad. Yang penting mommy bisa segera di temukan.” Balas Alexa lirih juga.
Melvin menatap papi Emran yang juga tersenyum ke arah nya itu. Papi Emran juga menyadari bahwa cucu perempuan nya itu melakukan sandiwara hingga bisa membuat cucu laki-laki nya mengalah. Papi Emran juga mengagumi kelicikan cucu perempuan nya itu yang seperti nya memang pantas dia kagumi. Entah menurun dari siapa sifat licik itu tapi seperti nya dari gen keluarga nya.
Alex fokus dengan laptop dan juga alat-alat yang terpasang di sana hingga kemudian dia berhasil melacak nya. Benar seperti dugaan Alexa yang memang hanya milik nya saja yang di blokir tapi tidak dengan milik kakak nya itu. Alexa segera turun dari gendongan Melvin dan mendekati kakak nya.
“Kau berhasil kak. Mommy pilih kasih. Dia memblokir milikku tapi milikmu tidak. Aku akan menuntut nya nanti jika bertemu dengan nya.” Ujar Alexa.
Alex pun hanya diam saja, “Puas sekarang kau dek sudah membuat kakak melacak mommy?” tanya Alex lembut menatap adik nya itu.
Alexa pun tersenyum menatap kakak nya itu. Alexa segera memeluk kakak nya itu agar tidak marah, “Maaf kak. Tinggal itu saja ide yang terlintas di otakku untuk memaksamu. Aku sangat menyayangimu tapi menemukan mommy juga keinginanku, keinginanmu dan keinginan kita semua. Jadi tidak apa-apa bukan aku bertindak licik sedikit saja untuk membuatmu mengalah. Lagi pula jika memang kau tahu aku berpura-pura mengapa kau tetap mengalah kak?” tanya Alexa.
“Mommy tidak ingin melihat air matamu menetes maka bagaimana mungkin kakak membiarkanmu menangis. Kakak akan merasa gagal nanti jika membiarkanmu menangis.” Jawab Alex datar tapi mampu membuat ketiga pria dewasa di sana terharu dan menyimpan perasaan sedih mereka sendiri.
Alexa pun tersenyum lalu memeluk kakak nya itu erat, “Terima kasih kak. Maaf sudah membuatmu melanggar janjimu.” Ucap Alexa.
Alex pun mengangguk saja lalu melepas pelukan adik nya itu. Dia menatap daddy nya, “Daddy … mommy sekarang ada di kota ini. Itu alamat nya. Lihat saja di sana.” Jelas Alex menunjuk layar laptop menunjukkan titik keberadaan Lila.
“Dad … satu yang ku minta padamu. Tolong biarkan mommy melakukan rencana nya dulu. Jangan temui dia dulu. Aku yakin dia merencanakan ini pasti ada alasan kuat di balik nya. Jadi biarkan saja dulu dia sendiri.” Lanjut Alex.
“Apa mengikuti mommy kalian juga tidak bisa? Daddy hanya ingin memastikan keamanan nya saja.”