My Secret With CEO

My Secret With CEO
156


Jika di sisi Lila dan Melvin pasangan itu di sambut dengan bahagia dan suasana haru okeh keluarga maka berbeda dengan Luke yang kini baru saja pulang dari perusahan memeriksa persiapan untuk besok hari.


Luke segera turun dari ruangan nya menggunakan lift dan menuju parkiran di mana mobil nya terparkir. Tapi begitu dia hendak membuka pintu mobil nya tiba-tiba ada seekor kucing putih yang lucu dengan bulu nya yang lebat berada di kaki nya sambil mendusel-dusel kaki nya.


"Timmy! Ayo sini!" ucap seseorang di belakang Luke hingga membuat Luke pun segera berputar dan memandangi seorang gadis di hadapan nya dengan seksama.


Gadis dengan pakaian seadanya tapi terlihat cocok di tubuh nya yang mungil. Sangat cantik dengan wajah natural nya yang bisa di nilai tidak di permak sama sekali hanya dalam satu kali pandangan saja.


"Maaf tuan, dia tidak sengaja terlepas. Saya akan memperhatikan nya lagi." ucap gadis itu sambil menunduk dan segera menggendong kucing nya.


"Tidak masalah. Dia kucing yang lucu. Tapi kau memang harus menjaga nya dengan baik agar dia tidak akan kenapa-kenapa." balas Luke tersenyum.


Gadis itu pun mengangguk dan segera mengucapkan terima kasih sebelum dia pamit pergi.


Setelah kepergian gadis mungil dan kucing nya dari hadapan nya baru lah Luke masuk ke mobil.


"Seperti nya dia masih sangat muda. Sangat kecil dan mungil tapi cantik." Ucap Luke lalu segera melajukan mobil nya menuju mansion utama keluarga Melvin karena Lila sudah meneror nya sejak tadi meminta nya segera pulang.


***


Singkat cerita, kini Luke sudah tiba di mansion utama. Dia segera masuk dan terharu karena kedua keponakan nya itu menyambut nya di pintu masuk.


"Uncle ... Kami merindukanmu!" ucap Alex dan Alexa bersamaan.


Luke segera berlutut menyambut pelukan dari kedua keponakan nya itu.


Alex yag biasa nya tidak menyukai hal seperti itu kini tidak menolak apa yang di lakukan Luke.


"Terima kasih sudah membuat mommy sehat, uncle!" ucap Alex yang di angguki oleh Alexa.


Luke yang mendengar itu tersenyum, "Itu sudah tanggung jawab uncle sebagai kakak dari mommy kalian. Seperti kau yang menyayangi Alexa maka begitu juga uncle menyayangi mommy kalian. Jadi tidak perlu berterima kasih karena uncle pun ingin mommy kalian sembuh." Balas Luke.


"Tetap saja kami harus mengucapkan terima kasih uncle." protes Alexa.


Luke pun mengangguk saja, "Baiklah. Uncle terima ucapan terima kasih kalian itu. Sekarang katakan kepada uncle di mana mommy dan daddy kalian? Kenapa tidak terlihat?" tanya Luke melihat sekeliling.


"Kami di sini kak." ucap Lila yang turun dari tangga bersama Melvin. Ada lift di mansion ini tapi Lila lebih suka menggunakan tangga kecuali saat dia masih menggunakan kursi roda beberapa waktu lalu.


Luke pun tersenyum memandang ke arah adik nya itu, "Ayo makan dulu kak. Boy! Girl! Ayo turun biarkan uncle kalian makan dulu." ucap Lila.


"Kak turunkan mereka." sambung Lila.


Luke dan si kembar pun segera melakukan apa yang di minta Lila karena itu adalah perintah mutlak yang harus dilakukan.


"Nanti kita main-main lagi." ucap Luke kepada kedua keponakan nya itu.


Alex dan Alexa mengangguk dan mereka segera berlari menuju kamar mereka masing-masing. Sementara Luke segera menuju meja makan dan makan bersama di sana dengan penghuni rumah itu.