
Kini Lila, Melvin dan Luke sudah siap berangkat. Mereka segera pamit kepada pelayan dan penjaga kediaman. Mereka juga pamit kepada para dokter dan tenaga medis lain nya yang selama ini sudah merawat Lila.
Hasil test kesehatan Lila akan di kirimkan besok begitu hasil nya keluar. Itu yang di janjikan oleh para dokter.
"Kami percaya kepada kalian. Kami akan menunggu hasil test nya dengan sabar di negara kami. Terima kasih atas kerja keras kalian. Maaf jika kami terlalu memaksa kalian. Maaf atas sikap kami yang mungkin sudah menyakiti kalian." ucap Melvin.
"Itu sudah kewajiban kami, tuan. Kami memang berkewajiban memberikan hasil terbaik untuk seseorang yang sudah di percayakan kepada kami kesembuhan nya." balas dokter James mewakili rekan-rekan nya.
Melvin dan Lila yang mendengar itu pun tersenyum. Setelah itu, para dokter dan tenaga medis lain segera kembali ke tempat mereka karena mereka memang harus melanjutkan pekerjaan mereka. Jadi tidak bisa ikut mengantar kepulangan Lila.
Lila sendiri juga tidak ingin menunda pekerjaan para tenaga medis itu. Dia sudah sangat berterima kasih atas usaha yang sudah mereka lakukan untuk kesembuhan nya. Walaupun Lila juga tahu mereka di bayar mahal oleh suami nya atas pekerjaan mereka itu.
Lila dan Luke kembali masuk ke dalam untuk memeriksa apa masih ada barang yang tertinggal atau tidak. Sementara Melvin dia bicara kepada penjaga kediaman yang sudah dia percayai bertugas menjaga kediaman ini.
Sampai saat ini, Lila belum mengetahui bahwa kediaman yang mereka tinggali ini adalah milik Melvin sendiri karena itu memang di rahasiakan dari Lila. Lila juga tidak mencari tahu hal itu. Dia percaya bahwa ini hanya di sewakan untuk mereka dan bagian dari area laboratorium.
***
Setelah memastikan semua sudah siap dan tidak ada yang tertinggal. Mereka pun segera berangkat menggunakan satu mobil yang sama dengan di antar sopir. Lila tidak ingin menggunakan mobil terpisah karena dia ingin bersama suami dan kakak nya.
Tidak lama pesawat itu segera lepas landas dan mengudara meninggalkan negara S yang sudah hampir sebulan ini jadi tempat tinggal mereka.
"Dear, kita akan mengudara lama maka lebih baik kau istirahat di kamar yang ada. Aku akan membangunkanmu begitu tiba." ucap Melvin saat Lila terlihat mengantuk.
Lila pun mengangkat kepala nya dari bahu suami nya itu, "Temani. Aku tidak ingin sendiri di sana." Ucap Lila manja.
Melvin pun tersenyum mendengar ucapan istri nya itu. Dia suka Lila yang seperti ini. Manja pada nya. Hal itu membuktikan bahwa Lila sudah sepenuh nya menerima kehadiran nya. Bukan kah itu adalah hal yang membahagiakan.
"Baiklah. Ayo!" ucap Melvin segera membantu istri nya itu berdiri.
Mereka pun segera menuju kamar pribadi yang ada di pesawat itu. Luke yang melihat itu pun tersenyum.
"Aku senang melihatmu bahagia dek. Tuan Melvin membuktikan perkataan nya akan selalu menjagamu dan menyayangimu. Kini aku tinggal fokus dengan perusahaan mommy dan daddy yang kau percayakan untukku." gumam Luke.
"Mom ... Dad ... Jangan minta aku segera menikah ya. Aku masih ingin mengembangkan perusahaan kalian agar lebih jaya lagi. Putri kesayangan kalian sudah bahagia dan menemukan pasangan yang mencintai nya. Dia juga memiliki keluarga yang menyayangi nya. Jangan terlalu khawatirkan dia lagi. Jangan khawatirkan aku juga karena aku sudah bahagia saat ini walaupun tanpa bisa melihat kalian. Tapi aku menyayangi kalian sepenuh hatiku."