
Kini Yola sudah tiba di perusahaan, dia segera menuju ruangan kerja nya dengan langkah cepat hingga Deo yang melihat hal itu bingung.
"Ada apa dengan gadis itu? Dasar perawan!" ucap Deo menggelengkan kepala nya dan segera menuju ke ruangan nya.
Sementara Yola begitu tiba di ruangan kerja nya dia segera meletakkan tas nya ke atas ruang kerja nya dan segera mendudukkan tubuh nya di kursi kerja nya.
Yola segera menarik nafas panjang nya lalu melihat jam do tangan nya yang menunjukkan masih ada dua menit lagi jam makan istirahat siang berakhir.
"Ada apa dengan Delon? Kenapa dia bisa mengucapkan perkataan aneh seperti itu? Dasar pria tahu nya bicara tanpa memikirkan bagaimana perasaan wanita. Menyebalkan. Jika aku tahu begini maka aku tidak datang kesana mengantarkan makanan untuk nya. Biarkan saja dia mati kelaparan." gumam Yola.
"Yola!" panggil Deo yang tiba-tiba saja sudah ada di hadapan nya.
Yola pun segera menengadah memandangi Deo selaku bos nya karena dia memang di jadikan sekretaris oleh Deo.
"Iya pak." sahut Yola.
"Ada apa pak? Apa ada yang bisa saya bantu?" sambung Yola bertanya.
"Ahh iya pak. Saya sudah menyelesaikan nya. Ini silahkan di lihat pak. Maaf saya tidak mengantarkan nya ke ruangan bapak." ucap Yola kembali ke mode kerja nya dan mencoba melupakan apa yang sudah terjadi hari ini. Dia harus fokus demi masa depan nya sendiri. Hanya diri nya saja yang bertanggung jawab untuk diri nya sendiri. Jadi dia tidak boleh melakukan kesalahan agar tidak di pecat dari tempat ini dan hidup nya pun bisa terjamin selama nya.
"Tidak masalah. Sini berikan kepada saya." pita Deo.
Yola pun segera memberikan berkas yang di minta Deo. Deo segera memeriksa nya dengan teliti dan lima menit kemudian dia pun tersenyum dengan hasil kerja Yola yang selalu memuaskan seperti biasa nya.
"Bagus. Tolong kamu bantu saya untuk ini. Ohiya jangan sampai ada kesalahan karena tuan Melvin meminta laporan selama seminggu ini. Jadi usahakan bisa selesai sebelum jam pulang berakhir. Kamu tidak perlu lembur hari ini. Kamu seperti nya butuh istirahat karena sudah seminggu ini ikut lembur bersama saya. Jadi hanya selesaikan saja berkas itu dan antarkan ke ruangan saya." ucap Deo.
Yola pun menerima berkas baru yang di berikan oleh Deo. Sementara Deo segera masuk ke ruangan nya kembali untuk segera memeriksa semua nya. Jujur saja walaupun papi Emran ikut mengawasi perusahaan ini tapi beban kerja nya sama saja seperti papi Emran tidak mengawasi. Tidak ada yang berubah. Beban kerja nya berat tapi dia hanya bisa melakukan nya tanpa mengeluh karena ini adalah rumah nya dan Tuan Melvin Al Berto adalah pemilik rumah nya yang selalu saja ramah pada nya. Jadi satu hal yang tidak mungkin dia akan menggigit tuan rumah nya itu. Sama sekali tidak ada pemikiran seperti itu di benak nya walaupun banyak kesempatan yang memberikan nya tempat untuk melakukan hal kotor itu.
Yola dan Deo kembali fokus dengan pekerjaan mereka masing-masing hingga tanpa Yola sadari Deo melirik nya sekilas dan tersenyum.
"Semakin di pandang semakin membuatku tertarik saja."