My Secret With CEO

My Secret With CEO
34


Keesokkan hari di Negara Y, kini Lila dan kedua buah hatinya itu sedang bersiap untuk segera berangkat ke bandara. Mereka segera berpamitan kepada nenek Saraswati dan kakek Parker.


“Hey boy, girl. Ini hadiah dari kakek dan nenek untuk kalian. Walaupun ulang tahun kalian masih beberapa hari lagi tapi kami akan memberikannya hari ini sebelum kalian pergi. Bersenang-senanglah dengan liburan kalian.” ucap nenek Saraswati lalu memberikan kotak kepada Alex dan Alexa itu yang di terima mereka dengan senang hati.


“Terima kasih nek, kek atas hadiahnya. Kami tidak akan melupakan kalian.” ucap Alex.


Kakek Parker dan nenek Saraswati pun memeluk si kembar bergantian. Lalu setelah itu mereka memeluk Lila, “Nak, bukalah hatimu ketika cinta itu datang padamu. Maafkan semua masalalumu itu. Kau pantas bahagia.” Ucap nenek Saraswati. Lila pun hanya mengangguk dan tersenyum.


Setelah itu Lila beralih memeluk kakek Parker, “Terima kasih kek. Terima kasih atas kebaikan kalian selama ini.” ujar Lila.


Kakek Parker pun mengangguk dan memeluk Lila itu, “Berbahagialah nak. Jemput bahagiamu itu.” ucap kakek Parker.


Setelah selesai berpamitan dan semua barang mereka sudah berada di mobil Lila dan kedua buah hatinya dengan di antar kakek Parker dan nenek Saraswati ke bandara.


Sekitar 20 menitan saja di perjalanan akhirnya mereka tiba di bandara dan sebelum pesawat yang akan di tumpangi oleh Lila dan kedua buah hatinya itu lepas landas mereka kembali berpamitan kepada kakek Parker dan nenek Saraswati.


“Aku tidak menyangka gadis yang kita tolong enam tahun lalu ternyata adalah putri dari yang membantu kita. Putri yang juga kini meninggalkan kejayaan untuk kita sebelum dia pergi. Kita memang memiliki banyak hutang budi padanya. Semoga saja dia bahagia.” Ucap nenek Saraswati saat melihat pesawat yang di gunakan Lila sudah lepas landas. Mereka juga setelah itu segera pulang.


Sementara di dalam pesawat kini Lila dengan memegangi kedua buah hatinya yang duduk di samping-sampingnya itu tersenyum, “Mommy akan mewujudkan keinginan kalian yang ingin merayakan ulang tahun dengan daddy kalian nak.” batin Lila.


“Mommy, kita akan kemana? Liburannya ke mana?” tanya Alex menatap Lila.


“Ini adalah kejutan nak. Kalian harus bersabar.” Ucap Lila.


“Sudahlah kak. Kenapa kau selalu bertanya. Kita akan tahu nanti.” Timpal Alexa.


“Ck, kakak ini sangat ingin tahu saja dek. Mommy mengatakan rahasia justru hal itu semakin membuat kakak penasaran. Tapi mommy justru tidak ingin membagi apapun dengan kita.” Ucap Alex.


Lila pun tersenyum lalu mengecup kening kedua buah hatinya itu lembut, “Tidurlah nak, perjalanan kita akan memakan waktu yang lumayan lama. Mommy akan membangunkan kalian jika sudah tiba nanti.” Ucap Lila kepada kedua buah hatinya itu yang langsung di turuti oleh mereka.


Tidak lama kedua buah hatinya itu terlelap dalam tidur mereka, “Aku harap keputusanku ini tidak salah. Aku tidak akan meminta pertanggung jawaban darimu tuan Melvin karena itu memang tidak ku butuhkan. Aku bisa membiayai mereka sendiri. Aku hanya ingin mempertemukan kalian dengan segala konsekuensi dan ketakutan dalam benakku. Tapi aku tidak akan menghalangi hak dan keinginan mereka yang ingin bertemu denganmu dan merayakan ulang tahun mereka denganmu. I am coming Negara N.” batin Lila.


***


Sementara di Negara N, kini Melvin dengan pesawatnya sudah berada di bandara untuk ke Negara Y.


“Deo, apa semua sudah siap?” tanya Melvin.


Tapi tanpa Melvin sadari di waktu yang bersamaan juga pesawat yang Lila dan kedua buah hatinya baru saja mendarat di bandara yang sama.


Lila segera turun dengan menggandeng kedua buah hatinya dan mereka kompak memakai kaca mata hitam lalu dengan syal dan topi yang sama. Lila yang meminta kedua buah hatinya itu untuk memakainya. Lila memang ingin mempertemukan kedua buah hatinya itu dengan daddy mereka. Tapi tidak dengan cara secepat ini. Dia akan merencanakannya nanti maka untuk itu sebisa mungkin dia tidak ingin di kenali di bandara ini.


Tanpa mereka sadari mereka saling melewati satu sama lain. Lila dengan kedua buahnya itu saling melewati dengan Melvin dan Deo yang hendak berangkat ke Negara Y setelah semalaman suntuk memastikan semuanya bahwa Lila dan kedua buah hatinya itu ada di Negara Y. Akhirnya dengan usaha yang ekstra mereka menemukannya tepat dini hari tadi.


Tidak lama setelah itu pesawat pribadi milik keluarga Melvin lepas landas menuju Negara Y.


Sementara di sisi Lila kini dia dengan kedua anaknya segera menaiki taxi menuju hotel karena dia tahu bahwa apartemennya sudah di kuasai oleh Melvin dan di jaga ketat oleh anak buah Melvin.


“Aku tidak menyangka setelah hampir enam tahun aku menginjakkan kakiku di sini lagi. Aku pikir aku tidak akan kembali ke sini lagi tapi ternyata takdir menginginkan aku kembali. Mom … dad … aku sudah tiba. Aku kembali dengan kedua cucu kalian. Aku pasti akan mengajak mereka untuk mengunjungi kalian nanti. Tunggu saja kedatanganku.” Batin Lila.


Tidak lama mereka akhirnya tiba di hotel, Lila segera melakukan check in dan kini mereka sudah berada di kamar hotel, “Kita tinggal di sini dulu ya untuk sementara. Hari ini kita istirahat dulu nanti besok mommy akan mengajak kalian jalan-jalan.” Ucap Lila kepada kedua buah hatinya itu.


“Baik mom.” Jawab mereka bersamaan meletakkan tas mereka di ranjang hotel itu.


“Kalian mandilah lebih dulu.” Ucap Lila.


Alex dan Alexa pun mengangguk dan keduanya segera berlari menuju kamar mandi, “Kak, aku dulu.” Ucap Alexa.


“Gak boleh. Kakak yang lebih dulu masuk ke kamar mandi. Kamu nanti saja gentian.” Ucap Alex tidak mau mengalah.


Lila pun menatap kedua buah hatinya yang sedang bertengkar itu, “Kenapa jadi bertengkar sih. Mommy hanya menyuruh untuk mandi saja. Kenapa jadi berebutan siapa yang lebih dulu.” Ucap Lila.


Si kembar pun terdiam mendengar ucapan Lila itu lalu kemudian kejadian selanjutnya mereka segera mendekati Lila bersamaan, “Kakak aja lebih dulu. Aku mau menemani mommy saja.” ucap Alexa kepada kakaknya.


Alex menggeleng, “Kamu aja lebih dulu. Aku mau sama mommy dulu.” Tolak Alex.


“Ck, kakak. Maumu ini apa sih?” tanya Alexa sebal.


Lila segera menatap kedua buah hatinya itu kembali lalu dia menghela nafas, “Huh, kenapa sekarang jadi gak ada lagi yang mau mandi duluan? Tadi berebutan lalu sekarang sudah gak ada yang mau mandi lebih dulu. Jadi katakan kepada mommy apa yang sebenarnya kalian inginkan?” Ucap Lila menatap putranya itu. Dia tahu putranya itu pasti akan mengalah nanti.


Alex menatap mommynya itu, “Alex saja lebih dulu mom.” Ucap Alex lalu mengecup kening mommynya itu sebelum masuk ke kamar mandi. Lila yang melihat itu pun tersenyum melihat itu.