
Kini Lila dan Delon sedang duduk di tempat yang di sediakan di mall itu sambil mengamati kedua buah hati Lila yang mulai menikmati keseruan tempat bermain itu. Delon segera menunjukkan dirinya karena ternyata keberadaannya di ketahui Lila padahal dia sudah berusaha untuk bersembunyi dan tidak ketahuan tapi ternyata dia dia sejago Lila dalam bersembunyi. Pantas saja dia tidak bisa menemukan Lila karena bersembunyi saja dia tidak semahir Lila.
“Apa mereka anaknya?” tanya Delon sambil menatap Alex dan Alexa.
Lila tersenyum mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh Delon itu, “Menurutmu bagaimana?” tanya Lila balik.
Delon pun menarik nafas panjang, “Mereka adalah anaknya. Mereka sangat mirip dengan tuan Melvin.” Ucap Delon mengutarakan pendapatnya itu walau sungguh dia tidak menyukai kalian yang baru saja dia katakan itu yang seolah-olah dia mengakui bahwa Lila sudah pernah melahirkan.
“Yah, kau benar. Mereka memang sangat mirip dengan tuan Melvin. Tidak satu pun bagian dari diriku yang menempel pada tubuh mereka kecuali sifat keras kepala Alexa yang sangat mirip denganku.” ucap Lila.
“Jadi kau hamil saat itu?” tanya Delon.
Lila mengangguk, “Hum, begitu lah. Aku tidak menyangka akan hamil di usiaku semuda itu Delon. Aku juga tidak menyangka bahwa aku harus memiliki anak tanpa menikah. Aku juga tidak menyangka bahwa kedatanganku ke club malam itu untuk pertama kalinya jusru membawaku pada kehamilan. Aku tidak menyangka bahwa hubungan satu malam di antara kami menjadikan aku hamil. Sungguh, awalnya aku menyesali semuanya. Aku tidak ingin menerima kenyataan yang ada. Aku ingin membunuh diriku sendiri. Aku benci diriku. Tapi ternyata kembali lagi semuanya sudah terjadi dan yang bisa ku lakukan adalah mempertanggung jawabkan apa yang sudah ku perbuat. Kami sama-sama tidak punya salah.” Ucap Lila tersenyum. Yah, entah kenapa kejadian enam tahun lalu yang membuatnya sedih dan menangis kini ketika di ingat dia hanya akan tersenyum. Mungkin dia merasa bangga bahwa saat terpuruk dalam hidupnya itu terlewati dan kini dia sudah bahagia dengan dua buah hatinya itu. Buah hati yang selalu membuatnya bangga.
“Jadi karena itu kau memutuskan pergi? Kenapa kau tidak meminta pertanggung jawaban dari tuan Melvin?” tanya Delon lagi.
Lila lagi-lagi tersenyum mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh Delon itu.“Tanggung jawab? Apa yang harus aku katakan padanya saat aku meminta pertanggung jawaban? Apa aku harus mengatakan bahwa kami melakukan kesalahan dalam keadaan mabuk. Banyak yang mengagumi tuan Melvin. Aku yakin orang tuanya tidak akan mungkin percaya semudah itu bahwa aku hamil anak putra mereka. Jadi untuk apa aku harus mempermalukan diriku sendiri hanya untuk sebuah tanggung jawab. Saat itu aku hanya memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa hidup dengan membawa anakku pergi dan memastikan bahwa kepergianku tidak akan terendus oleh siapa pun. Aku tidak butuh tanggung jawab karena aku bisa merawat anakku sendiri. Aku memiliki kekayaan. Bukankah begitu.” Ucap Lila lagi-lagi tersenyum.
Delon pun mengangguk, “Kau benar nona. Tapi setidaknya kau tetap memberi tahu mereka.” ucap Delon.
“Tanpa ku beri tahu pun mereka sudah tahu Delon. Anak buah tuan Emran sudah mengikuti sejak kejadian malam itu. Aku hampir saja ketahuan saat akan lari tapi mungkin saat itu tuhan masih berpihak padaku.” Ucap Lila.
“Ahh sudah lah jangan bahas itu lagi. Aku ingin melupakannya. Saat ini aku hanya ingin hidup dengan kedua anakku dan memastikan mereka bahagia. Ohiya Delon, terima kasih atas bantuanmu saat itu.” sambung Lila lalu dia berdiri dan mendekati kedua buah hatinya.
Delon pun ikut berdiri dan mengikuti kemana Lila pergi, “Mom, siapa uncle ini?” tanya Alex.
Lila pun tersenyum dan memperkenalkan Delon kepada kedua buah hatinya itu, “Ini uncle Delon sahabat mommy. Ohiya Delon ini kedua anakku, Alex dan Alexa.” Ujar Lila.
Delon pun tersenyum, “Hey boy, girl. Kalian mau main bareng om tidak?” tanya Delon.
Alex dan Alexa pun segera menatap Lila seolah sedang meminta izin kepada Lila. Lila pun mengangguk, “Ayo, kita main bareng om Alexa.” Ucap Alex.
Alexa pun hanya mengangguk saja menyetujui permintaan kakaknya itu. Lalu Delon pun segera mengajak Alex dan Alexa itu bermain balap mobil. Lila hanya mengikuti saja dan dia tersenyum lalu memotret kedua buah hatinya yang tertawa bahagia bermain dengan Delon, “Apa sebegitu rindukah kalian kepada sosok daddy kalian sehingga kalian cepat akrab dengan Delon.” Batin Lila.
Lila pun mau tak mau mengikuti keinginan putrinya itu dan dia pun ikut bermain dengan mereka.
“Aku senang melihatmu tertawa lepas seperti itu nona.” Batin Delon memandangi Lila.
Setelah puas bermain balap mobil akhirnya mereka pun berhenti dan mencari makan. Alex dan Alexa menggandeng Delon, “Uncle, apa mommy itu memiliki teman lain selain uncle?” tanya Alex saat mereka sudah duduk di sebuah meja dan sedang membaca menu apa yang akan mereka pesan. Sedangkan Lila dia pergi ke toilet sebentar karena kebelet pipis.
“Teman? Mommy kalian hanya punya satu sahabat perempuan dan satu sahabat laki-laki yang pastinya laki-laki sudah kalian kenal yaitu--”
“Uncle!” ucap Alex dan Alexa kompak sambil menunjuk Delon.
Delon pun tertawa, “Benar sekali.” Ucap Delon gemas dengan kedua buah hati Lila itu. Sungguh seperti dirinya yang dengan mudah jatuh cinta pada Lila begitu juga kepada kedua buah hati Lila itu. Dia jatuh cinta pada mereka. Dia menyayangi si kembar itu. Yah, Delon sebenarnya menyimpan rasa kepada Lila tapi jujur saja setiap dia menunjukkan perasaannya Lila pasti hanya menganggapnya lelucon seperti kemarin.
“Uncle, lalu siapa sahabat mommy yang perempuan itu? Apa dia masih muda atau seumuran mommy?” tanya Alexa.
Delon mengangguk, “Hum, namanya Yola. Dia adalah sahabat mommy kalian semasa sekolah.” Jawab Delon.
“Apa dia tinggal di Negara ini juga?” tanya Alex.
Delon kembali mengangguk, “Hum, dia tinggal di Negara ini.” ucap Delon.
“Apa uncle bisa membawa kami menemuinya?” tanya Alexa.
Delon yang mendengar ucapan Alexa pun terdiam lalu menatap gadis kecil yang sangat cantik itu, “Apa kalian ingin bertemu dengannya? Untuk apa?” tanya Delon penasaran.
Alexa menggeleng, “Gak ada apa-apa uncle. Kami hanya penasaran saja. Kami sudah mengenal uncle jadi kami juga ingin mengenal sahabat mommy yang lain.” Ucap Alexa.
Delon pun menatap lekat putri Lila itu, “Uncle kenapa menatap Alexa seperti itu. Aku tidak bohong Uncle.” Ucap Alexa ketika di tatap Delon dengan tatapan menyelidik.
“Kok uncle ragu ya.” Ucap Delon.