
Malam hari nya selepas makan malam.
“Sayang, kamu tidur lah lebih dulu. Aku ada beberapa hal yang harus di bicarakan dengan kakakmu.” Ucap Melvin saat dia hendak mengantar Lila ke kamar.
“Apa hal yang kalian bicarakan nanti tidak bisa aku dengar?” tanya Lila.
“Bukan begitu sayang. Apa kamu mau ikut? Jika iya .. ayo.” Ajak Melvin.
Lila yang mendengar itu pun tersenyum dan tiba-tiba dia memberikan kecupan sekilas di pipi suami nya itu, “Jangan lama. Aku percaya kalian tidak akan menyembunyikan apapun lagi dariku.” Ucap Lila lalu dia pun segera masuk ke kamar meninggalkan suami nya yang masih terbengong itu.
“Sungguh perilaku nya itu membuat jantungku tidak aman. Dia selalu saja bisa membuatku kaget dengan apa yang dia lakukan. Dia tidak tahu saja bahwa apa yang dia lakukan itu sangat tidak aman untuk dunia bawahku.” Ucap Melvin menarik nafas panjang dan menatap pakaian bawah nya.
“Kenapa pikiranku mulai tertuju ke sana. Jiwa mesumku mulai keluar. Ingat Melvin sadar bahwa dia itu masih dalam pengobatan.” Sambung Melvin mencoba menyadarkan diri nya sendiri.
***
“Minum lah Luke!” ucap Melvin kepada adik rasa kakak ipar itu.
Luke pun mengangguk dan menerima minuman bersoda yang di berikan oleh Melvin itu. Mereka tidak minum alkohol karena Luke yang memang harus menyumbangkan darah nya untuk kesembuhan Lila. Mereka memilih minuman bersoda yang tidak mengandung alkohol.
“Bagaimana keadaan nya? Dia sudah bisa menerima nya kan?” tanya Luke.
Melvin mengangguk, “Dia sudah bisa menerima nya dengan baik. Dia tidak saat ini sedang istirahat.” Jawab Melvin.
“Apalagi aku. Aku tidak ingin kehilangan istriku, wanita yang ku cintai dan ibu dari anak-anakku.” Sambung Melvin.
Luke yang mendengar itu pun terkekeh, “Aku tidak menyangka anda yang seorang idola para wanita bisa mencintai Lila yang sangat keras kepala dan membuat anda pusing tujuh keliling mencari nya.” ucap Luke.
Melvin yang mendengar itu pun ikut terkekeh, “Jika ku ingat sekarang itu akan terdengar lucu tapi setelah aku pikirkan sekali lagi itu memang pantas aku dapatkan. Aku sudah berbuat salah pada nya. Sebenar nya salah kami berdua. Kami yang tidak pernah mencoba minum alkohol sebelum nya justru mencoba minuman itu pertama kali nya hingga kejadian malam itu terjadi. Namun aku tidak menyesali kejadian itu karena dengan kejadian itu kami bisa memiliki Alex dan Alexa yang saat ini aku banggakan. Mereka adalah anak yang jenius.” Ucap Melvin yang tiba-tiba saja rindu dengan coletehan putri nya.
Luke pun ikut tersenyum, “Yah mereka memang sangat genius.” Timpal Luke.
“Alexa memiliki bulu matamu Luke.” Ucap Melvin.
Luke pun mengusap mata nya dan dia mengakui ucapan Melvin itu. Memang keponakan nya itu mengambil bulu mata nya yang lentik sama seperti milik Lila.
“Luke … setelah Lila sembuh nanti aku harap kau akan mengambil alih perusahaan milik keluarga kalian. Aku ingin Lila jadi pengangguran saja. Aku tahu ini berat untukmu tapi aku harap kau bisa melakukan nya.” ucap Melvin kemudian.
Luke yang mendengar itu pun mengangguk, “Aku akan menerima nya tapi aku mohon bimbingan nya ke depan nya. Anda tahu saya ini adalah orang baru di dunia bisnis. Saya dalam dunia beladiri pun itu karena ikut Lila.” ucap Luke.
“Tentu saja. Aku akan ikut membantu.” Balas Melvin.
Pada akhirnya dua pria itu pun sepakat dengan keputusan mereka dan memilih menikmati pemandangan malam dengan di temani minuman soda.