
Alex dan Alexa yang melihat Lila berada di pintu kelas mereka segera berlari mendekat.
“Mommy, kau di sini? Kau bersama siapa ke sini?” Tanya Alexa melihat ke luar mencari siapa yang mungkin pergi bersama mommy nya itu.
“Mommy bersama daddy ke sini, girl. Tapi daddy pergi ke kantor.” Jawab Lila lembut.
“Ah begitu. Aku sudah menduga daddy pasti tidak akan membiarkan mommy pergi sendiri. Dia itu kan sangat posesif.” Ucap Alexa yang sudah hafal dengan sikap daddy nya itu.
Lila sendiri terkekeh mendengar ucapan putri nya.
“Daddy melakukan itu karena menyayangi mommy.” Ucap Alex.
“Aku tahu kakak.” Balas Alexa lalu segera menggandeng Lila keluar dengan Alex yang berada di belakang mereka layak nya bodyguard.
“Mommy, kenapa kau ke sini?” tanya Alexa penasaran.
“Mommy ke sini tentu saja untuk melihat kalian. Emang apa tujuan lain mommy datang ke sini?” ucap Lila.
Alexa pun tersenyum, “Aku pikir mommy kepikiran dengan apa yang ku katakan tadi pagi hingga ingin mengecek nya sendiri ke sekolah. Tapi satu aku katakan mommy, hari ini dia tidak kelihatan.” Ucap Alexa.
Lila pun kembali terkekeh mendengar ucapan sang putri yang menebak dengan tepat apa yang menjadi tujuan nya mengunjungi sekolah si kembar. Tentu saja selain mengunjungi kedua buah hati nya dan memastikan keamanan mereka. Dia juga ingin mencari tahu seseorang yang di maksud putri nya dan seseorang yang memiliki kode rahasia sama persis dengan diri nya. Hanya satu saja yang tahu hal itu tapi apa itu mungkin?
Itu lah yang kini sedang berputar dalam pikiran nya tapi sama seperti yang di katakan putri nya itu dia memang tidak melihat ada keanehan di sini sejak kedatangan nya beberapa menit ini. Dia juga belum menerima laporan dari anak buah nya.
“Jangan bicarakan itu lagi. Aku tidak peduli dengan tujuan mommy datang ke sini. Tapi mumpung mommy ada di sini ayo kita makan bersama. Makanan di kantin sekolah sangat lezat sama seperti makanan buatan koki di rumah kita.” Ucap Alex. Kali ini putra nya itu terlihat sangat polos dan layak nya anak-anak pada umum nya dengan perkataan nya yang antusias atas makanan di kantin sekolah.
“Baiklah, ayo kita makan. Mommy akan menemani kalian makan. Mommy rindu makan bersama kalian berdua.” ujar Lila tersenyum.
“Mommy, apa kau sedih?” tanya Alex yang mengira bahwa Lila teringat akan kehidupan mereka yang menyedihkan selama lima tahun ke belakang.
Lila menggeleng, “Hey boy, apa yang kau pikirkan? Mommy baik-baik saja. Mommy sudah bahagia. Mommy hanya ingin makan berdua saja dengan kalian. Apa itu salah?” tanya Lila balik.
“Tidak salah, mom. Hanya saja kami sedih jika mommy masih mengingat kesedihan itu. Kita memang makan makanan enak karena kerja keras mommy tapi kami tahu saat itu mommy menyimpan kesedihan. Kami hanya tidak ingin melihat mommy sedih lagi.” Jawab Alex.
Lila tersenyum dan tersentuh akan ucapan putra nya itu, “Mommy tidak sedih lagi, boy. Daddy selalu membahagiakan mommy dan kalian juga ada bersama mommy. Jadi apa mommy punya alasan untuk bersedih. Selain itu, mommy juga sudah sembuh. Jadi mommy tidak sedih lagi. Tapi sangat bahagia. Terus terkait apa yang mommy katakan, itu hanya lah bentuk kerinduan mommy makan bersama kalian. Itu adalah masa lalu kita dan mommy tidak pernah menyalahkan masa lalu yang pernah ada. Tidak perlu memikirkan hal berat boy. Inti nya mommy bahagia bersama kalian, daddy dan juga kakek dan nenek kalian.” ucap Lila.
Alex dan Alexa pun mengangguk, lalu mereka segera mengajak Lila menuju kantin sekolah.
Alex dan Alexa segera mencari tempat yang kosong dan segera memesan menu makanan mereka. Fasilitas sekolah elit tentu saja sudah seperti sekolah yang ada dalam drama. Walaupun itu baru sekolah taman kanak-kanak tapi biaya yang di keluarkan oleh papi Emran tidak main-main. Yah, papi Emran yang membiayai kedua cucu nya itu padahal Lila sudah menolak sebelum nya tapi sikap keras kepala papi Emran siapa yang bisa melawan. Lila sendiri pun mengaku kalah karena papi Emran menyertakan alasan bahwa sudah cukup Lila selama lima tahun terakhir ini berjuang sendiri. Setidak nya biarkan dia yang membiayai kedua cucu nya. Lila hanya bisa setuju karena tak ada pilihan lain.
“Kalian suka makanan nya?” tanya Lila tersenyum memandangi kedua buah hati nya yang menikmati makanan di kantin sekolah itu.
Alex dan Alexa mengangguk, “Hum, kami menyukai nya mom. Kakek memang tidak tanggung-tanggung memasukkan kami ke sekolah ini dengan semua fasilitas yang ada.” Ucap Alexa penuh binar di mata nya.
“Padahal sekolah kita yang dulu di negara Y juga tidak kalah elit. Mommy hebat karena tidak pernah membuat kita kesulitan.” Sambung Alexa.
“Jangan katakan itu sayang. Mommy tetap bersalah kepada kalian karena sudah pernah menjauhkan kalian dari daddy. Maaf untuk itu.” ucap Lila. Yah, dia tidak merasa harga diri nya hancur atau pun di rendahkan hanya karena meminta maaf pada kedua buah hati nya itu. Dia sendiri memang harus mengakui bahwa dia bersalah. Meminta maaf pada anak bukan lah sesuatu kejahatan. Hal itu justru akan menjadi contoh dan pembelajaran untuk mereka agar akan meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
“Mommy, kami tidak menyalahkan mommy untuk itu. Lagi pula kini kita sudah bertemu daddy dan hidup bersama.” Ucap Alex.
“Iya, kami sudah memaafkan mommy. Itu adalah masalalu mommy dan daddy. Kami tidak akan mencari tahu bagaimana kami bisa ada. Tapi satu hal yang mommy harus tahu, kami bangga bisa menjadi anak mommy dan daddy.” Sambung Alexa.
Lila yang mendengar perkataan kedua buah hati nya itu terharu dan segera mengusap pipi si kembar.
“Makan lah. Habiskan makanan nya.” ucap Lila.
“Mommy baru makan, boy. Saat mommy ke sini mommy makan lagi bersama daddy.” Jelas Lila yang senang hanya melihat kedua buah hati nya itu makan.
“Baiklah jika memang begitu. Kami harap mommy tidak akan menyesal nanti karena tidak bisa mencicipi makanan di kantin ini padahal orang tua bisa makan gratis juga loh mom.” Ucap Alexa.
“Mommy itu kaya. Daddy juga. Makanan gratis tidak akan membuat mommy tergiur.” Ucap Alex.
“Ck, aku tahu kakak. Kita punya orang tua kaya.” Desis Alexa.
“Tapi kalian tidak boleh berleha-leha hanya karena mommy dan daddy punya kelebihan. Kalian harus jadi anak man--”
“Mandiri.” Potong kedua nya hingga Lila pun terkekeh dan kembali mengelus pipi si kembar.
Tiba-tiba di sela apa yang dia lakukan itu, ekor mata nya melihat sesuatu tapi kemudian menghilang dengan cepat seolah sadar bahwa dia telah mengetahui nya.
“Siapa kau? Kenapa berani mematai anakku?” batin Lila.
“Mom, ada apa?” tanya Alex saat menyadari perubahan ekspresi di wajah Lila.
Lila segera menggeleng dan tersenyum, “Bukan apa-apa boy. Ayo lanjutkan makan nya. Jam istirahat sebentar lagi akan berakhir.” ucap Lila.
Alex pun mengangguk saja. Tapi percaya lah dia tahu bahwa mommy nya itu berbohong akan sesuatu. Pasti ada yang terjadi di sekitar sini hingga membuat mommy nya itu terlihat gelisah.
Alex menatap sang adik yang seperti nya tidak terganggu, “Jangan menatapku seperti itu kak. Aku tidak tahu apapun mengenai ini.” batin Alexa.
“Kau bohong. Kau pasti tahu sesuatu. Kenapa kau tidak menceritakan apapun pada kakak, Alexa. Kenapa memilih mengatakan nya pada mommy lebih dulu. Bukan kah kau tahu bahwa mommy baru saja sembuh dan masih harus mengonsumsi obat nya.” balas Alex membatin.
“Aku tidak mengatakan apapun pada mommy, kak. Percaya lah padaku. Aku tidak tahu apapun.” Ucap Alexa masih membatin.
“Baiklah, sekali lagi kakak akan berusaha percaya padamu. Tapi awas saja jika kau bohong.” Balas Alex.
Si kembar berperang dalam batin mereka. Sementara Lila meminta anak buah nya mencari siapa yang berani mengintip nya itu dari jauh. Mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
“Anak-anak tidak aman lagi. Entah siapa dia dan apa tujuan nya mendekati anak-anakku?” batin Lila memandangi kedua buah hati nya yang serius bicara dalam batin mereka.
Setengah jam berlalu dan waktu istirahat sebentar lagi akan berakhir. Lila segera mengantarkan kedua buah hati nya itu ke kelas mereka. Setelah itu Lila pun pamit pergi menuju kantor Melvin kepada kedua buah hati nya.
***
“Bagaimana? Apa kalian sudah tahu siapa orang itu?” tanya Lila saat dia sudah tiba di mobil yang berada di parkiran.
“Kami masih berusaha menemukan nya, nona.” Jawab sopir sekaligus orang kepercayaan Lila itu.
“Hum, baiklah. Untuk sekarang perintahkan yang lain menjaga si kembar sampai pulang. Aku yakin dia tidak akan bergerak untuk hari ini karena takut kita akan menemukan nya. Tapi tetap saja harus waspada. Bisa saja kita salah tebak.” Ucap Lila yang di angguki sopir itu.
“Siapa dia? Kenapa berani main-main denganku? Petak umpet? Hum, seperti nya menarik. Aku suka permainan ini.” batin Lila tersenyum misterius hingga sopir sekaligus anak buah Lila itu hanya bisa meringis karena mereka tahu saat Lila sudah tersenyum seperti itu maka tidak ada yang tidak bisa dia temukan. Seperti nya nona mereka sudah kembali sisi kejam nya setelah sebulan terakhir ini mereka tidak melihat nya.
“Apa pulang atau ke kantor tuan, nona?” tanya sopir itu.
“Ke kantor suamiku. Aku tidak mungkin berada di sini jika apa yang ingin ku tangkap sudah lari dari sini.” Jawab Lila.
Sopir itu pun mengangguk dan mulai menghidupkan mobil, “Ohiya, panggil aku nyonya. Aku sudah memiliki suami. Jangan lupa itu. Bukan kah kau juga sudah menerima perintah dari suamiku itu? Ck, kalian itu pengkhianat. Aku akan menghukum kalian jika saja orang itu bukan suamiku dan juga kakakku. Menyebalkan kalian.” ucap Lila.
“Maaf, nyonya.” Jawab sopir itu hanya bisa menarik napas panjang karena serba salah saat ini. Tapi satu hal yang pasti bahwa kini Lila sudah berada. Jika dulu dia tidak ingin di panggil nyonya dan lebih suka di panggil nona. Kini berbalik dan memang status nona mereka itu sudah berubah menjadi nyonya. Seperti nya memang harus di maklumi perubahan nya.