My Secret With CEO

My Secret With CEO
168


“Papi aku ingin memelukmu. Aku rindu pelukan daddy.” Pinta Lila tiba-tiba yang di respon oleh papi Emran kaget.


Dia tidak mungkin memiliki perasaan lain pada Lila yang sudah dia anggap sebagai putri nya. Hanya saja dia sadar bahwa menantu nya itu memiliki suami yang sangat posesif hasil copyan nya sendiri.


Papi Emran menatap sang putra seolah meminta izin.


Melvin pun mengangguk mengizinkan papi nya itu memeluk wanita tercinta nya. Itu adalah keinginan Lila mana mungkin dia tidak menuruti nya. Walaupun jujur saja dia cemburu dengan hal itu.


Papi Emran pun segera memeluk Lila sekitar sepuluh detik saja karena melihat tatapan sang putra yang menunjukkan keposesifan nya. Sama seperti diri nya apabila mami Elea di peluk putra nya itu. Kadang dia pun cemburu saat Melvin memeluk sang istri nya.


Lila sendiri pun melepas pelukan dari ayah mertua nya itu karena sadar bahwa sang suami pasti cemburu dan hanya berusaha mengizinkan karena itu adalah permintaan nya.


“Jangan cemburu boy. Jangan menatap papi seperti itu. Papi hanya menganggap nya seperti putri papi saja. Jujur saja itu lah yang papi rasakan saat kau memeluk mamimu.” Ucap papi Emran mendelik ke arah sang istri yang hanya tersenyum saja mendengar ucapan papi Emran.


Mami Elea kembali menggandeng sang menantu dan menuntun nya untuk duduk di ruang, “Kita memiliki suami yang tingkat cemburu mereka itu besar nak. Jadi mami harap kau tidak akan keberatan dengan hal itu.” ucap mami Elea.


Lila pun tersenyum mendengar ucapan ibu mertua nya itu yang selalu terdengar menenangkan sama seperti mommy Dhara nya.


Rindu seorang anak yang sudah kehilangan kedua orang tua nya. Tapi dia beruntung di takdirkan memiliki mertua seperti mami Elea dan papi Emran yang memperlakukan nya dengan tulus. Selain itu, memberikan nya kasih sayang layak nya seorang putri. Dia menjadi memiliki kedua orang tua lagi.


“Mih, aku menyayangimu.” Ucap Lila kaku.


Jujur saja sejak kematian sang mommy dia yang dulu nya ceria berubah menjadi sosok yang dingin dan kaku kepada semua orang. Dia menjadi sosok yang berbeda. Terlihat bukan seperti diri nya. Hingga kini pun kekakuan itu masih ada dan seperti nya melekat dalam diri.


Mami Elea yang mendengar ungkapan sang menantu pun terharu hingga berkaca-kaca.


“Mami juga menyayangimu nak. Kau adalah putri sekaligus menantu di keluarga ini. Jangan bersikap seperti orang asing. Mami adalah ibumu. Mungkin mami tidak akan bisa memberikan atau menggantikan kasih sayang yang di berikan mommy-mu untukmu tapi mami akan berusaha agar setara dengan hal itu. Ini adalah rumahmu. Kau bebas melakukan apa saja di sini. Jangan sungkan. Mami menyayangi.” Ucap mami Elea dengan memeluk menantu nya itu.


Lila pun meneteskan air mata nya mendengar ucapan sang ibu mertua. Cinta itu masih ada. Ketulusan itu belum hilang dari dunia ini. Dia mendapatkan kembali kebahagiaan nya. Kesedihan yang sudah dia lalui dalam beberapa tahun ke belakang ini seolah tergantikan dengan kebahagiaan tiada tara dengan apa yang dia rasakan hari ini. Kesedihan itu berubah menjadi bahagia hingga dia pun tak mampu melukiskan betapa bahagia nya saat ini.


Papi Emran dan Melvn yang melihat kedua kesayangan mereka itu berpelukan pun saling tersenyum satu sama lain. Kebahagiaan itu bukan hanya di rasakan oleh Lila tapi semua anggota keluarga di rumah ini merasakan nya juga.


***


“Dear!” ucap Melvin yang langsung memeluk istri nya itu erat.


Lila pun tersenyum dan hanya pasrah saja menerima perlakuan sang suami yang baru saja masuk ke kamar setelah tadi bicara dengan papi Emran.


Sementara Melvin dia masih di tahan sang papi. Kedua nya membicarakan perusahaan yang tengah di pegang Melvin dan dalam masa jaya nya itu.


Hingga Melvin tidak memiliki kesempatan untuk memeluk sang istri, meredakan cemburu dalam dada nya.


Percaya lah Melvin langsung berlari menuju kamar nya begitu selesai bicara dengan sang papi hingga membuat papi Emran dan mami Elea menggelengkan kepala.


Melvin segera memeluk istri nya itu begitu dia masuk. Pelukan yang erat.


“Hubby!” balas Lila lalu segera memutar tubuh nya agar berhadapan. Lalu setelah itu kedua nya berpelukan erat.


“Dear, aku ingin memelukmu lebih lama lagi sampai rasa cemburu di dadaku ini menghilang. Aku tidak rela istriku ini di peluk oleh pria lain sekali pun itu adalah papi.” Ucap Melvin dengan tetap memeluk Lila dan menciumi rambut sang istri.


Lila pun tersenyum mendengar ucapan suami nya itu. Kini dia semakin yakin bahwa suami nya itu memang tipe suami posesif sama seperti dengan yang di katakan oleh mami Elea. Dia tidak akan keberatan dengan keposesifan suami nya itu dan dia sudah menyiapkan diri untuk hal itu.


“Dia adalah papimu, by. Aku hanya mencintaimu saja. Aku merindukan daddy dan ingin merasakan pelukan seorang ayah pada putri nya.” ucap Lila.


Melvin melepas pelukan nya dan menatap sang istri lalu kembali memeluk istri nya itu, “Aku tahu. Tapi tetap saja aku cemburu. Aku janji akan memberikan kasih sayang untukmu. Tidak akan pernah membuatmu sedih. Aku akan menebus semua kesalahan yang sudah aku lakukan padamu.” Ucap Melvin.


“Aku sudah memaafkan itu semua, by. Aku tidak ingin memikirkan kesedihanku itu. Kesedihan yang terjadi karena egoku. Aku ingin bahagia bersamamu, anak-anak, kakak dan papi juga mami. Kalian adalah keluargaku.” Ucap Lila.


Melvin yang mendengar itu tidak menyahut dan justru semakin memeluk istri nya itu erat.


“Aku janji akan mewujudkan semua keinginanmu sayang.” ucap Melvin.


Lila pun mengangguk percaya. Tidak ada lagi keraguan dalam diri nya terhadap sang suami. Dia percaya bahwa Melvin akan menepati janji nya kali ini.


“Kita akan hidup bersama dan fokus dengan si kembar.” Sambung Melvin.


“Dengan adik nya si kembar juga, by.” Timpal Lila yang membuat Melvin melepas pelukan nya dan menatap sang istri lekat.


“Aku ingin hamil lagi dan melahirkan seorang putra atau mungkin seorang putri untukmu. Anak yang lahir dalam ikatan pernikahan kita. Hasil penyatuan cinta kita.” Sambung Lila.


Melvin lagi-lagi tidak menyahut ucapan istri nya itu dan justru kembali memeluk sang istri. Jujur saja dia pun ingin memiliki anak lagi tapi perkataan dokter James kepada nya saat mereka kembali menghantui nya dan dia bersumpah tidak akan membuat istri nya itu dalam kondisi demikan.


Alex dan Alexa cukup untuk nya yang terpenting Lila akan baik-baik saja.