My Secret With CEO

My Secret With CEO
176


Melvin segera masuk ke dalam dan melihat Lila yang termenung memandang komputer di hadapan nya.


Lila sempat melirik ke arah suami nya itu sekilas dan Melvin yang beradu tatapan dengan Lila merasa dejavu. Itu adalah tatapan yang sama saat dia pertama kali menemui Lila. Tatapan tajam yang menyimpan banyak kekhawatiran di dalam nya.


Jika saat itu Melvin tidak berani mendekat, kali ini berbeda. Dia mendekati Lila dan segera memeluk istri nya itu dari belakang.


"Apa yang kau khawatirkan, sayang? Kenapa tatapan itu keluar lagi?" tanya Melvin berbisik di telinga istri nya itu dengan lembut.


Lila pun menoleh dengan bingung mendengar ucapan sang suami. Dia tidak memahami maksud perkataan Melvin.


"Tatapan tajam penuh kekhawatiran itu muncul lagi. Tatapan yang sama saat kita bertemu untuk pertama kali setelah enam tahun berlalu. Aku tidak ingin kau seperti itu lagi. Ayo katakan apa yang membuatmu khawatir. Kau terlihat menyembunyikan sesuatu darimu sayang. Aku tahu aku kadang-kadang memang tidak bisa lebih cepat darimu. Maka jelaskan padaku agar aku bisa ikut membantumu. Aku ingin di repotkan olehmu." ucap Melvin.


Lila pun menghela napas nya dan segera memutar kursi nya agar menghadap Melvin.


"Peluk aku." pinta Lila manja.


Melvin pun tersenyum lalu segera memeluk Lila erat.


"Aku menemukan siapa orang yang mendekati si kembar selama ini. Hanya saja aku belum bisa memastikan dengan pasti siapa dia. Tapi petunjuk untuk ke sana sudah mulai jelas. Kepingan puzzle itu mulai terpecahkan. Hanya saja aku takut, aku terlambat melengkapi kepingan puzzle yang masih kosong." ucap Lila dalam pelukan suami nya.


Lila tidak lagi menjadi orang tertutup walaupun sempat beberapa jam memendam nya sendiri. Tapi saat suami nya bertanya dia tidak punya alasan atau pun keinginan untuk menyembunyikan apapun lagi sama seperti dengan hal yang sudah dia lakukan sebelum nya.


"Apa saja yang sudah kau temukan, dear?" tanya Melvin melepas pelukan nya dan menatap bola mata Lila.


Lila pun berbalik dan menunjuk layar di hadapan nya yang penuh kode.


Lila pun tersenyum dan menjelaskan apa yang ada di layar monitor. Melvin mencoba memahami karena dia pun sebenar nya pernah belajar hal seperti ini hanya saja tidak mahir. Jadi dia tidak begitu sulit memahami apa yang di jelaskan Lila.


"Aku akan mencari siapa dia, dear. Jangan khawatir. Aku akan menemukan siapa orang itu." ucap Melvin kembali memeluk Lila.


Lila pun mengangguk, "Kita harus menemukan nya sebelum semua nya terlambat. Kepingan puzzle yang kosong harus kita lengkapi." ucap Lila.


"Aku akan meminta Deo melakukan sesuatu." ucap Melvin.


Lila pun hanya mengangguk saja dan menyandarkan tubuh nya di dada suami nya itu. Rasa nya memang nyaman memiliki sandaraan saat kita punya banyak pikiran.


***


Sementara di perusahaan Luke, kini pemuda itu sedang ada di ruangan nya.


"Tuan, kami sudah menemukan sekretaris yang memenuhi kriteria yang Anda minta." ucap asisten Lila yang kini di alihkan menjadi asisten Luke karena memang Lila yang meminta.


"Gadis atau pria?" tanya Luke.


"Ah itu seperti nya kriteria yang tidak terpenuhi, tuan. Kami sudah--"


"Aku tidak ingin alasan apapun. Aku ingin sekretaris seorang pria bukan gadis. Bukan kah kau sudah mengetahui poin itu. Itu adalah poin utama nya."