My Secret With CEO

My Secret With CEO
61


Melvin menatap Lila lekat, “Ada menatapku seperti itu tuan Melvin? Apa kekhawatiranmu itu membuatmu sedikit hilang akal? Tidak perlu mengkhawatirkan aku begitu. Aku tidak butuh kekhawatiranmu.” Ujar Lila tanpa menatap Melvin.


“Aku akui apa yang kau lakukan barusan itu membuatmu hampir saja syok. Tapi untuk rasa khawatir di hatiku ini untukmu tidak akan bisa kau halangi. Kau adalah istriku di mata hukum. Kau mau atau tidak menerima nya. Itu adalah kenyataan nya. Aku akan menyeretmu ke altar jika kau tidak bersedia jadi istriku. Tapi itu tidak mungkin bukan karena Alex dan Alexa tidak ingin melihat mommy mereka di paksa. Untuk itu aku akan berusaha untuk meluluhkan hatimu itu sampai kau sendiri bosan untuk menolak nya. Aku akan membuatmmu merasakan hal itu. Tunggu saja. Sudah cukup enam tahun kau mempermainkan aku.” Tekad Melvin.


Lila yang mendengar itu pun tersenyum lalu bertepuk tangan, “Wah, aku suka tekadmu itu tuan Melvin. Tapi untuk sekarang aku tidak ingin melihatmu. Aku bukan milikmu. Status istri di mata Negara tidak akan bisa membuatku terkekang. Aku tidak takut akan hal itu. Kau mungkin bisa melakukan pemaksaan atau cara lain untuk meluluhkan aku tapi bagaimana jika aku tiada. Bukan kah semua rencana yang kau pikirkan itu gagal. Aku pastikan kau gagal lagi tuan Melvin. Aku senang melihatmu kalah.” Balas Lila.


“Tidak. Jangan katakan apapun tentang kematian Lila. Aku tidak terima sama sekali. Kau tidak boleh mati. Kau harus hidup bersamaku walaupun dengan kebencian setinggi apapun untukku. Aku akan menahanmu di sampingku. Tidak akan ku biarkan siapapun memisahkanmu dariku. Aku akan melawan malaikat maut yang akan membawamu pergi dariku.” Ucap Melvin lagi.


Lila hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Melvin itu, “Sudah cukup basa basi nya tuan Melvin. Sudah sangat banyak. Aku tidak ingin mendengar lagi. Lebih baik kau pulang dan tinggalkan aku. Jangan mendekatiku kurang dari 50 meter lagi. Tepati janjimu pada putramu. Jangan mengajari nya tidak menepati janji. Aku tidak suka. Aku sudah susah payah mengajari mereka untuk selalu menepati janji. Tapi kau justru memberi contoh tidak baik dengan melanggar janjimu. Aku tidak menyukai nya.” Ucap Lila.


“Lagi pula kau tidak punya hak sama sekali atas diriku. Aku bukan milikmu. Dua status yang terikat denganmu tidak akan bisa mengikat diriku. Aku punya kaki dan tangan yang bisa membebaskanku dari semua ikatan status di antara kita. Ingat status sebagai istrimu di mata Negara itu bukan hal yang penting karena aku bisa membalikkan semua nya nanti. Lalu untuk status ibu dari Alex dan Alexa. Aku bisa beralasan sebagai peminjam rahim untukmu.” Sambung Lila.


“Lila, kau gila. Kau tega menyakiti anak-anak seperti itu. Mengatakan hal yang membuat mereka bersedih. Aku tidak menyangka ada ibu yang seperti dirimu. Kau tega menyakiti hati seorang anak.” ucap Melvin tidak tahu harus mengatakan apa lagi untuk melawan sifat keras kepala Lila.


Lila hanya tertawa, “Apa kau tidak terima tuan Melvin? Jika memang kau tidak ingin itu terjadi. Maka menjauh lah dariku. Aku sangat keras kepala bukan. Aku bukan wanita yang akan tunduk dengan mudah atas nama kekuasaan. Jika membandingkan kekuasaan kita sama-sama memiliki kuasa. Lagi pula aku tidak ingin memiliki mertua. Tidak masalah jika orang tuamu tidak setuju denganku. Aku justru senang akan hal itu. Aku bukan tipe istri idaman dan menantu idaman yang akan tunduk dengan kekuasaan begitu saja. Aku akui kalian memiliki kuasa lebih di atasku tapi aku juga punya hak atas diriku.” Ucap Lila.


“Sekali aku tekan kan kau tidak punya hak sama sekali untuk menahanku. Jadi sebelum emosi dan kesabaranku habis. Aku mohon dengan sangat tuan Melvin pergi lah dari tempat ini. Menjauh lah dariku. Sungguh, kepalaku rasa nya mau pecah saat melihatmu ada di hadapanku. Aku mohon. Jangan sampai aku membunuhmu di sini.” Ucap Lila dengan tatapan memohon nya.


Melvin yang melihat itu pun menarik nafas panjang nya, “Baiklah. Kali ini aku akan pergi dan menuruti permintaanmu. Tapi aku pergi bukan untuk menyerah mendapatkanmu. Aku akan kembali dan membawamu. Ingat itu. Aku Melvin Al Berto bersumpah akan membawamu ke kediaman utamaku sebagai istri sahku di mata agama dan hukum Greyila El Bara.” Sumpah Melvin.


Lila kembali tertawa, “Semoga saja masih ada waktu untuk itu. Sampai berjumpa lagi.” Balas Lila.


Melvin pun menatap mata wanita itu yang memalingkan wajah nya dari nya. Melvin segera melangkah keluar meninggalkan ruangan Lila.


“Tuan, bagaimana?” tanya Deo yang sudah berada di luar.


Deo pun mengikuti dan memberi kode kepada anak buah mereka untuk tetap di tempat persembunyian mereka.


“Kita ke mana tuan?” tanya Deo.


“Kediaman utama Deo. Aku ingin menemui putraku. Dia pasti kecewa padaku karena melanggar janji.” jawab Melvin. Deo pun segera mengangguk dan segera melajukan mobil itu menuju kediaman utama.


Sementara di dalam, kini Lila yang sedang berdiri di dengan telapak tangan nya di meja menahan beban tubuh nya itu pun kini melemah dan Lila terjatuh, “Nona!” teriak Luke segera mendekati Lila yang terjatuh.


Lila membuka mata nya, “Lepaskan penyadap di sakumu itu Luke jika kau memang masih menuruti perintahku.” Ucap Lila pelan.


Luke pun segera melepaskan penyadap yang di berikan Melvin itu dan mematikan nya, “Terima kasih Luke. Sudah mengkhawatirkan aku. Tolong bantu aku duduk.” Pinta Lila.


Luke pun segera membantu Lila duduk di tempat nya, “Nona, tidak kah anda ingin ke rumah sakit. Penyakit anda--”


“Aku tidak sakit Luke. Tolong ambilkan obatku.” Pinta Lila.


Luke pun segera menurut dan mengambilkan obat Lila dari dalam tas milik nya, “Luke, jangan sampai ada yang tahu bahwa aku sakit. Kau tidak boleh mengatakan hal ini pada siapapun. Kau harus bersumpah untuk itu Luke. Biarkan aku pergi dengan tenang.” Ucap Lila setelah meminum obat milik nya.


“Nona, jangan katakan hal seperti itu. Nona pasti sembuh. Racun itu pasti hilang. Bukan kah kata dokter racun itu hanya dalam dosis sedikit saja yang sempat nona minum. Jangan menyerah nona.” Ucap Luke meneteskan air mata nya.


Lila tersenyum melihat Luke, “Aku tidak akan mati Luke sampai dendamku terbalaskan. Kita siap-siap untuk rencana kita. Setelah itu kau harus menerima hukumanmu. Kau tidak boleh lepas dari hukumanmu bukan.” Ucap Lila tersenyum.


“Saya menerima nya nona.”