
"Jika memang begitu apa yang sedang aku pikirkan?"
Alexa melayangkan pertanyaan itu kepada sang kakak di sertai dengan tatapan tajam nya. Hingga ketiga orang dewasa di ruangan itu saling menatap satu sama lain. Mereka tidak menyangka akan melihat tatapan tajam itu di arahkan oleh Alexa kepada kembaran nya yang selama ini terlihat sangat akrab dan saling menyayangi satu sama lain.
Terlebih untuk papi Emran dan Melvin yang memang tidak pernah melihat tatapan tajam Alexa karena selama ini Alexa selalu menampilkan sisi ceria nya. Jika untuk Lila sendiri dia sudah pernah melihat tatapan itu sejak lima tahun terakhir apalagi sejak putri nya itu mulai mencari tahu keberadaan daddy nya tapi tetap saja Lila tidak menyangka bahwa putri nya itu akan menatap sang putra dengan tatapan tajam nya padahal selama ini mereka sangat rukun. Apa ada masalah yang terjadi antara putra putri nya itu? Mengapa mereka terlihat berbeda?
"Girl!" panggil Melvin.
Alexa pun menatap sang daddy dengan senyum manis nya seolah dia beberapa saat lalu tidak melayangkan tatapan tajam nya untuk sang kakak.
Lila sendiri segera mendekati sang putra yang seperti nya juga kaget dengan tatapan tajam yang di tujukan sang adik untuk nya.
"Boy ... You are okay?" tanya Lila.
Alex pun menatap sang mommy dengan tersenyum lalu dia mengangguk.
"Aku baik-baik saja mommy. Alexa yang tidak baik-baik saja hingga melayangkan tatapan seperti itu padaku. Aku kaget." ucap Alex lalu menatap sang adik yang kini berada di pangkuan sang daddy.
"Dek!" panggil Alex lembut.
Alexa pun mengangguk dan kembali menatap kakak nya.
"Aku hanya mencoba mengembalikan sikapku saat di negara Y. Ternyata menatap kakak dengan tatapan tajam bisa membuat orang kaget." jelas nya di akhiri dengan tawa.
Melvin, Lila, dan papi Emran yang mendengar penjelasan Alexa kini saling menatap satu sama lain lalu menghela napas lega.
"Kakek, mommy, daddy, kalian tidak perlu khawatir itu hanya bagian dari drama saja. Aku tetap saja cucu dan putri kalian yang manis dan menggemaskan. Juga adik kakak yang lucu. Maaf ya kak sudah menatapmu seperti itu. Jujur saja aku merasa takut sebenar nya melakukan hal itu padamu karena mengingat selama ini aku selalu taat dan mengikuti apapun yang kau katakan. Tapi sekarang setelah ku pikir-pikir lagi itu tidak buruk. Aku berhasil. Terima kasih kak sudah menjadi kelinci percobaanku. Maaf untuk kalian semua. Alexandria Al Berto meminta maaf dengan segenap hati nya." ucap Alexa menunduk penuh hormat.
"Jangan ulangi lagi. Walaupun itu adalah drama dan hanya akal-akalan saja. Kakak tetap tidak menyukai nya. Jadi lah adik kakak yang menggemaskan dan taat. Awas saja jika kau sekali lagi melakukan nya kepada kakak. Kakak akan menghukummu. Untuk kali ini kakak memaklumi nya." ucap Alex tegas yang di angguki oleh Alexa.
Melvin, Lila, dan papi Emran yang melihat itu pun tersenyum. Seperti nya Lila dan Melvin tidak perlu mendidik Alexa lagi karena dia sudah memiliki guru nya sendiri.