
Di kamar utama, mami Elea kini sedang membantu memasang kan dasi kepada suami nya yang akan menghadiri rapat di perusahaan untuk menggantikan Melvin yang sedang tidak ada di tempat.
Ini memang sudah bukan waktu nya ke kantor tapi papi Emran memang sudah mengatakan kepada Deo bahwa dia hanya akan datang ke perusahaan jika ada yang penting saja. Selain itu dia hanya akan mengawasi dari jauh saja seperti yang selama ini dia lakukan saat menyerahkan tonggak kekuasaan perusahaan kepada sang putra.
"Pih, apa sudah ada perkembangan terkait kasus nenek itu?" tanya mami Elea. Dia tahu bahwa suami nya itu mengalami kebuntuan dalam pencarian sama seperti saat Lila menghilang.
Papi Emran menggeleng, "Seperti nya hanya menantu kita yang bisa memecahkan kode pelindung identitas nenek itu. Karena kode nya sama dengan kode yang di buat Lila saat dia menghilang." jawab Papi Emran.
"Lalu apa kita hanya akan diam saja sementara cucu kita berada dalam bahaya?" Tanya Mami Elea.
"Tenang sayang. Aku sudah mengerahkan pelindung untuk mereka. Selain bodyguard yang kita tugaskan. Aku tidak mungkin membiarkan cucu kita tanpa perlindungan." ucap papi Emran.
Mami Elea pun menghela nafas, "Apa Nugraha dan Deo tidak bisa memecahkan nya? Apa kita akan membebani menantu kita dengan hal ini? Tidak bisa kah kita sebagai kakek dan nenek mereka melakukan perlindungan kepada cucu kita? Apa Lila tidak akan merasa bahwa kita kurang mampu melindungi mereka?" tanya mami Elea dengan nada khawatir.
"Papi ngerti apa yang mami khawatirkan. Papi dan Nugraha juga sedang mencoba mencari cara untuk memecahkan kode nya. Tapi hanya perlindungan secara fisik dan material saja yang bisa kita berikan. Setidak nya sampai Lila kembali. Aku yakin menantu kita tidak akan berpikiran seperti itu. Tenang lah. Untuk saat ini hanya itu yang bisa kita lakukan. Memastikan bahwa keamanan mereka terjaga dan terlindungi." ucap papi Emran.
Papi Emran pun hanya bisa menghela nafas nya, "Seperti nya dia lebih sayang cucu nya di banding aku. Apa kini saingan ku bertambah dua lagi. Dia bahkan mengancamku." ucap papi Emran.
***
Di sisi Lila dan Melvin, kini Lila baru saja menjalankan pengobatan nya. Lila tinggal sekali lagi menjalani pengobatan yang akan di lakukan dua hari lagi. Setelah itu Lila tinggal melakukan rawat jalan dengan mengonsumsi formula yang mereka ciptakan. Formula berbentuk pil seperti obat pengendali racun yang selama ini Lila konsumsi.
"Hubby ... Setelah aku menyelesaikan pengobatan terakhirku maka kita harus segera pulang. Jujur saja aku masih memiliki firasat buruk walaupun sudah bicara dengan kedua anak kita dan mengetahui keadaan mereka yang baik-baik saja. Lagi pula kita sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan." ucap Lila.
"Tidak perlu mengkhawatirkan perusahaan. Aku memiliki orang-orang royal di sampingku dan ada papi juga yang membantu mengawasi perusahaan kita. Aku hanya ingin kau sembuh. Itu adalah fokus ku untuk saat ini." ucap Melvin.
Lila yang mendengar itu pun tersenyum dan dia pun memberanikan diri mengecup pipi suami nya.
"I Love You!" Bisik Lila lirih.