My Secret With CEO

My Secret With CEO
49


Kini Melvin baru saja selesai mandi dan dia sedang mengganti pakaian nya di kamar nya itu. Saat dia mengganti pakaian nya tanpa sengaja mata nya melihat ke arah balkon kamar nya dan melihat ke kediaman di samping kediaman nya itu.


“Kenapa aku menjadi penasaran dengan siapa pemilik kediaman di samping itu?” gumam Melvin.


Melvin pun menggelengkan kepala nya, “Tidak mungkin. Mana mungkin itu terjadi.” Ucap Melvin mencoba menolak pemikiran yang muncul di otak nya itu.


“Huft, kenapa aku merasa bahwa pemilik kediaman itu kau Lila. Tapi mana mungkin. Jika memang kau ada di sana. Bukan kah aku bisa dengan mudah menemukanmu. Tidak mungkin.” Ucap Melvin lalu segera mengalihkan tatapan nya dari kediaman itu dan memilih untuk mengeringkan rambut nya saja.


Sementara di sisi Lila, kini dia baru saja pulang dari tempat di mana dia melakukan pertemuan dengan para bawahan nya untuk menjalankan rencana nya.


Lila segera menuju lantai dua dan menuju kamar nya di kediaman nya itu, “Huft, aku terlalu memforsir diriku hingga hari ini mengamati kedua anakku saja tidak ku lakukan. Alex … Alexa … mommy rindu nak. Apa kalian baik-baik saja di kediaman daddy kalian. Apa kalian tidak merindukan mommy?” ucap Lila sedikit melihat ke kediaman di samping kediaman nya itu.


“Lila, kau harus kuat. Jangan sampai kau goyah dan menunjukkan dirimu sebelum semua rencana yang kau rencanakan itu selesai. Kau harus bisa menahan semua nya sampai waktu nya tiba. Jangan sampai rasa rindumu untuk ingin bertemu dengan anak-anakmu itu bisa membuat semua rencana yang sudah kau susun hancur berantakan.” Ucap Lila pada diri nya sendiri.


“Huh, Luke benar. Aku egois. Tapi aku juga tidak mungkin melibatkan tuan Melvin dalam urusanku. Dalam dendamku sendiri. Kami tidak punya hubungan apapun selain hubungan malam itu yang menghadirkan Alex dan Alexa di antara kami. Selain itu tidak ada lagi.” Ucap Lila sedih dan menekan dada nya itu kuat-kuat karena jujur sama topeng kuat dan keegoisan yang dia miliki selama ini hanya dia lakukan untuk menekan perasaan sedih nya.


“Mommy … daddy … akankah ada takdir bahagia yang sudah takdir tuliskan untukku? Kenapa aku merasa ingin menyusul kalian saja di sana. Aku ingin menyusul kalian tapi ada Alex dan Alexa yang membuatku kuat untuk menjalani semua nya. Aku ingin berteriak bahwa aku lelah dan butuh sandaran tapi aku hanya sendiri. Tidak ada yang bisa aku jadikan sebagai sandaran. Mom … dad … tolong bantu aku dalam rencanaku ini. Aku akan membuka semua tabir kematian kalian yang misterius.” Ucap Lila memandangi foto kedua orang tua nya itu.


Setelah mengatakan beberapa kata itu, Lila pun segera menuju kamar mandi dan membersihkan diri nya.


***


Sementara di sisi lain, kini Linda dan Aruna baru saja mendapatkan informasi bahwa Lila memang berada di Negara N. Mereka pun segera menyewa seseorang untuk melenyapkan Lila.


“Apa dia bisa di percaya Runa?” tanya Linda kepada putri nya.


“Tenang saja mih. Dia itu sudah menggeluti pekerjaan itu bertahun-tahun. Tenang saja cara kerja nya itu sangat baik. Tidak bisa di baca oleh orang dan semua nya akan berjalan lancar sesuai dengan apa yang kita inginkan. Lila tiada dan tidak akan ada yang tahu apa penyebab kematian nya sama seperti kematian mommy dan daddy nya. Lalu setelah itu semua harta warisan nya akan menjadi milik kita. Jadi sekarang mami bisa pikirkan saja setelah ini kita akan melakukan apa.” Ucap Aruna dengan percaya diri.


Linda pun mengangguk saja, “Jangan sampai ada kesalahan sedikit pun. Lila sudah kembali setelah enam tahun menghilang. Jangan sampai gagal dan dia berhasil keluar hidup hidup. Kematian nya harus di pastikan.” Ucap Linda.


Aruna mengangguk, “Tenang saja mih. Semua aman terkendali. Kematian Lila sudah di tangan.” Ucap Aruna. Linda pun tersenyum sinis dan mulai memikirkan bagaimana dia akan menghabiskan uang yang akan dia dapat nanti.


Jangan tanya kenapa mereka bisa dengan mudah mendapatkan informasi keberadaan Lila sementara Melvin susah menemukan di mana keberadaan Lila saat ini. Karena pada kenyataan nya, semua informasi yang Linda dan Aruna dapat terkait Lila itu sudah masuk pada rencana Lila sendiri. Gadis itu sudah mengatur semua nya dengan baik sehingga Linda dan Aruna pun yakin bahwa rencana mereka berjalan lancar.


Kembali ke sisi Lila, dia tersenyum mendengar rencana sepasang ibu dan anak itu, “Kalian ingin membunuhku. Jangan harap itu terjadi. Aku akan membalikkan keadaan. Kalian harus merasakan apa yang mommy dan daddy rasakan.” Ujar Lila setelah mendengar apa yang di bicarakan oleh Linda dan Aruna itu dari alat sadap yang dia pasang.


***


Sementara di sisi Melvin, kini Melvin berada di ruangan kerja papi nya untuk menanyakan sesuatu.


“Pih, apa kehancuran perusahaan Julix di Negara Y itu adalah ulah papi?” tanya Melvin to the point. Dia tidak ingin basa basi lagi untuk membahas masalah yang sudah terjadi. Selain itu juga dia sudah pusing untuk mencari keberadaan Lila.


Papi Emran pun menatap putra nya itu lekat, “Duduk lah. Papi ingin bicara serius denganmu.” Ucap papi Emran meminta putra nya itu untuk duduk karena Melvin hanya berdiri saja.


“Papi memang harus menghancurkan perusahaan itu. Selain putri mereka sudah membully cucu papi. Perusahaan itu juga sudah banyak melakukan kecurangan. Papi hanya membongkar saja apa kecurangan yang mereka lakukan. Perusahaan itu hancur bukan karena papi tapi memang karena ulah mereka sendiri.” Ujar papi Emran.


“Jadi anak pemilik perusahaan Julix itu membully anak-anakku pih? Papi tahu dari mana hal ini?” tanya Melvin geram membayangkan putra dan putri nya jadi korban bullying.


Papi Emran pun menatap sinis putra nya itu, “Apa menurutmu Lila akan kembali ke sini jika putra dan putri nya tidak mengalami hal itu. Ingat nak seorang ibu itu akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan anak-anak nya. Seorang wanita itu bisa bertahan tanpa suami tapi mereka tidak akan bisa tahan jika anak yang mereka lahirkan di bully dan di sakiti oleh orang lain. Apalagi jika anak itu adalah anak yang dia sayangi dan dia bahagiakan. Lila itu gadis yang sangat menyayangi anak-anak nya. Dia mampu melakukan apapun demi anak-anak nya. Papi tebak saat ini dia menyerahkan Alex dan Alexa kepada kita karena satu hal. Dia pasti sedang melakukan sesuatu yang berbahaya yang tidak ingin melibatkan anak-anak nya. Dia ingin kau melindungi anak-anak kalian itu. Maka nya dia mempertemukanmu dengan mereka. Selama hampir enam tahun dia pergi dan bersembunyi dari kita lalu apa kau pikir setelah bersembunyi selama itu dia akan dengan mudah menyerahkan anak-anak nya kepadamu jika dia tidak memiliki tujuan lain.” Ucap papi Emran.


Melvin yang mendengar penuturan papi nya itu pun hanya bisa menutup mata nya dan meresapi apa yang di katakan oleh papi nya yang jika di pikir ada benar nya, “Lalu menurut papi apa kira-kira yang akan dia lakukan sehingga tidak ingin melibatkan anak-anak dan kita juga.” Ucap Melvin.


Papi Emran pun terdiam, “Hanya satu hal yang bisa papi simpulkan yaitu Linda dan Aruna.” Ucap papi Emran mulai menghubungkan kepingan puzzle.


Melvin pun membelalakkan mata nya mendengar ucapan papi nya itu, “Apa menurut papi dia ingin balas dendam kepada ibu dan kakak tiri nya? Tapi kenapa?” tanya Melvin.


“Dasar bodoh kau. Tentu saja dia ingin balas dendam akan kematian kedua orang tua nya. Itu saja kau tidak tahu.” Ucap papi Emran geram dengan putra nya itu.


“Ck, papi jangan mengataiku begitu. Aku tidak bodoh hanya saja saat ini otakku sedang lelet memikirkan masalah yang sedang terjadi. Aku sedang dalam fase pusing tujuh keliling.” Ucap Melvin.


“Sudah lah kau cari tahu lah dulu tentang Linda dan Aruna. Lihat pergerakkan mereka. Ohiya satu lagi terkait perusahaan Julix mereka memang pantas untuk mendapatkan itu.” ucap papi Emran.


“Aku tahu pih. Aku juga tidak mempermasalahkan hal itu. Aku juga memang ingin menghancurkan perusahaan itu sampai ke akar-akar nya jika memang sudah membully anakku. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang bekerja di sana.” Ucap Melvin.


“Tenang saja papi sudah menampung hal itu. Papi sudah memindahkan mereka ke perusahaan kita yang baru di bangun di sana atas nama Alex dan Alexa. Negara itu adalah Negara kelahiran mereka jadi sudah tentu harus di kenang.” Ucap papi Emran.


Melvin yang mendengar ucapan papi nya itu pun tersenyum, “Terima kasih pih.” Ucap Melvin.


“Untuk apa kau berterima kasih? Apa untuk kehancuran perusahaan Julix?” tanya papi Emran.


Melvin menggeleng, “Untuk semua nya. Papi dan mami sudah menerima anak-anakku. Anak yang lahir dari ke--”


“Stop. Jangan katakan itu. Mereka tidak lahir dari kesalahan. Mereka adalah cucuku. Pewarisku. Aku tidak akan mengampuni siapapun yang akan menghina dan merendahkan mereka. Tidak akan.” Potong papi Emran.


“Terima kasih pih.” Ucap Melvin terharu dengan papi nya itu.


Papi Emran pun tersenyum, “Kau temukan dulu Lila. Hanya dia menantu yang papi restui untuk jadi istrimu. Kita harus menemukan nya dan harus bisa memecahkan masalah yang terjadi saat ini.” ucap papi Emran.


Melvin pun mengangguk, “Aku akan mencari tahu apa yang di lakukan oleh ibu dan kakak tiri Lila itu.” ucap Melvin.


Papi Emran pun mengangguk, “Ohiya, hentikan dana yang sering mereka terima tiap bulan. Jangan bantu mereka lagi. Warisan yang tuan Calvin wasiatkan untuk mereka sudah selesai tapi kau memperpanjang nya. Bisa saja hal ini lah yang memicu kemarahan Lila.” Ucap papi Emran.


Melvin pun kembali mengangguk atas ucapan papi nya itu.