My Secret With CEO

My Secret With CEO
169


Kini Lila dan Melvin sedang dalam perjalanan menuju sekolah si kembar. Lila akan melihat kedua buah hati nya itu dan Melvin akan melanjutkan perjalanan nya menuju kantor nya karena memang dia sudah harus masuk kantor untuk menerima banyak nya laporan yang harus dia periksa.


Lelah? Tentu. Tapi kesembuhan Lila dan kebahagiaan di mata kedua buah hati nya menjadi semangat tersendiri untuk nya hingga mampu mengalahkan semua rasa lelah yang ada.


Tidak mengambil cuti lagi dan justru segera masuk kantor walaupun harus di akui dia terlambat untuk hari pertama nya masuk kantor setelah sebulan cuti. Bagaimana tidak terlambat jika dia masih ingin bermanja dengan Lila. Jika saja istri nya itu tidak mengingatkan akan pergi ke sekolah mungkin dia bisa lupa harus ke kantor.


Lila bagaikan candu untuk nya. Satu jam berada jauh dari istri nya itu rasa nya rindu nya sudah setinggi bukit. Mungkin akan terdengar matau pun terlihat seperti majas hiperbola yang suka membesarkan sesuatu. Tapi tidak, dia memang secinta dan sesayang itu kepada Lila.


"Tidak perlu turun!" tahan Lila saat Melvin hendak turun membukakan pintu mobil untuk nya saat mereka sudah tiba di sekolah si kembar.


Melvin pun segera mengurungkan niat nya dan tersenyum menatap Lila, "Baiklah. Tapi setidak nya berikan kiss bye dulu untuk suamimu ini sebelum turun, dear!" ucap Melvin manja.


Lila yang mendengar permintaan suami nya itu pun terkekeh lalu dan segera mengabulkan permintaan Melvin. Lila mengecup sekilas bibir suami nya itu tapi langsung di tahan Melvin dan segera dia perdalam ciuman mereka.


"Hubby, lihatlah lipstikku jadi berantakan." protes Lila saat memperbaiki riasan nya setelah sesi ciuman panas itu berakhir.


Melvin hanya tersenyum lalu mengecup kepala Lila, "Ck, aku sedang kesal justru di cium lagi." ucap Lila manja.


"Hubby suka melakukan itu sayang." ucap Melvin.


"Tapi tidak harus membuat riasanku berantakan juga kan by." ucap Lila menatap suami nya itu dengan cemberut.


"Ck, alasan. Lagian walaupun mereka menyukai nya aku tidak akan menyukai mereka. Hanya kau saja yang ada di hatiku baik sekarang, enam tahun lalu maupun di masa yang akan datang." ucap Lila.


"I love you." ucap Melvin tersenyum karena senang mendengar pengakuan istri nya itu.


Pipi Lila memerah mendengar ucapan suami nya. Percaya lah ungkapan cinta seperti itu memang bisa membuat nya tersipu padahal Melvin sering mengatakan nya. Setiap kali Melvin mengatakan hal itu maka dia akan tersipu malu. Pipi nya akan memerah.


"Sudah ah aku mau turun menemui dua buah hatiku itu." ucap Lila mengalihkan topik dan segera membuka pintu mobil.


"Buah hati kita, dear. Mereka juga anakku." protes Melvin yang hanya di balas Lila oleh senyuman.


Lila segera masuk ke dalam setelah mengatakan kepada penjaga bahwa dia adalah orang tua Alex dan Alexa. Sementara Melvin pun pergi begitu memastikan istri nya itu sudah masuk ke dalam lingkungan sekolah.


Lila segera menuju kelas kedua buah hati nya yang dalam beberapa menit lagi waktu nya istirahat.


Sementara di salah satu sudut ada seseorang yang mengamati kedatangan Lila itu dari kejauhan.


"Akhirnya waktu itu tiba."