My Secret With CEO

My Secret With CEO
47


Kembali ke pihak Melvin, kini dia dan Deo baru saja menyelesaikan pertemuan dengan salah satu klien. Melvin segera duduk di tempat kursi kebesaran nya itu.


“Apa belum ada info apapun Deo?” tanya Melvin.


Deo pun menggeleng, “Belum ada tuan. Tapi ada satu berita yang di bawa oleh anak buah anda yang anda minta ke Negara Y.” ucap Deo.


“Berita apa?” tanya Melvin menatap asisten nya itu.


“Tuan besar baru saja memerintahkan orang-orang kepercayaan nya untuk menghancurkan salah satu perusahaan terkenal di negera Y.” jelas Deo.


Melvin pun terdiam lalu kemudian dia menjadi bingung sendiri, “Kenapa papi melakukan itu? Papi bukan orang yang suka menghancurkan perusahaan seseorang dengan terang-terangan begitu apalagi jika harus menghancurkan perusahaan yang tidak pernah menyinggung nya. Kenapa perusahaan itu bisa di hancurkan oleh papi. Pasti ada alasan nya.” Gumam Melvin.


Deo yang mendengar ucapan Melvin pun memiliki pendapat yang sama karena memang apa yang di katakan oleh Melvin itu benar.


“Mungkin mereka sudah menyinggung tuan besar.” Ujar Deo.


Melvin menggeleng, “Seperti nya tidak sesederhana itu. Aku yakin pasti ada sesuatu di sini. Selain menyinggung papi tapi perusahaan itu juga pasti sudah melakukan kesalahan besar. Nama perusahaan itu terdengar asing dan juga papi seperti nya tidak pernah menjalin kerja sama dengan perusahaan itu. Aku sudah membaca semua dokumen perusahaan ini. Jadi aku ingat perusahaan mana saja yang sudah pernah menjalin kerja sama dengan kita atau tidak.” Ucap Melvin.


“Ahh sudah lah. Tidak perlu pikirkan hal itu. Lebih baik sekarang fokus dengan urusan yang ada di hadapan kita saja. Aku ingin segera menemukan keberadaan Lila dan menepati janji yang ku buat dengan putraku. Aku tidak ingin membuat nya kecewa padaku.” Lanjut Melvin.


***


Sementara di kediaman utama, kini papi Emran sedang tersenyum karena baru saja mendapatkan laporan dari asisten kepercayaan nya bahwa semua sudah beres. Tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi. Usaha milik orang tua anak yang membully kedua cucu nya itu sudah bangkrut. Tapi tentu saja semua karyawan yang bekerja di sana sudah di beri jaminan dengan memperkerjakan mereka di cabang perusahaan yang di bangun dengan super kilat di sana itu.


Papi Emran memang dendam dengan keluarga anak yang sudah membully kedua cucu nya tapi tidak dengan orang-orang yang bekerja di sana.


“Pih, apa yang membuatmu tersenyum begitu? Apa sudah ada kabar tentang keberadaan Lila?” tanya Mami Elea yang datang dengan kopi di tangan nya.


Papi Emran menarik nafas panjang lalu Menggeleng, “Aku tidak bisa menemukan di mana Lila berada. Tapi aku baru saja membuat sebuah keluarga menyesal akan apa hasil didikan mereka.” ucap papi Emran.


“Apa yang papi lakukan? Apa papi melakukan sesuatu kepada keluarga anak yang sudah membully cucu kita?” tanya mami Elea.


Papi Emran mengangguk, “Hum, tentu saja. Itu yang papi lakukan. Papi tidak akan mungkin membuat mereka hidup tenang setelah membuat cucu kita sedih. Papi tahu mami tidak suka hal ini tapi tenang saja semua karyawan perusahaan itu sudah papi jamin pekerjaan mereka. Selain keluarga anak itu papi menyelamatkan yang lain.” Ucap papi Emran.


Mami Elea pun tersenyum, “Aku kali ini tidak marah padamu pih. Aku justru senang. Cucu kita memang harus mendapatkan keadilan nya. Kita harus memastikan kebahagiaan mereka.” ucap mami Elea.