My Secret With CEO

My Secret With CEO
125


Selepas sarapan kini Lila berada di kamar sambil bermain game di ponsel nya. Dia menunggu suami nya yang sedang mandi.


Tidak lama Melvin pun keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk di tubuh nya. Dia tersenyum melihat istri nya yang serius dengan ponsel nya. Tiba-tiba ide jahil muncul di otak nya.


Dia pun segera mendekati istri nya itu dan saling bolak balik kesana kemari. Lila pun tersenyum melihat tingkah suami nya itu yang sudah dia baca intrik apa yang sedang di jalankan suami nya. Tapi Lila mencoba mengabaikan suami nya itu.


Melvin pun menarik nafas panjang karena istri nya itu tidak masuk jebakan nya sama sekali.


"Dear!" panggil Melvin.


Lila pun mengangkat wajah nya dan menatap suami nya itu, "Hum, ada apa suamiku? Apa kau butuh sesuatu?" tanya Lila.


Melvin yang mendengar itu pun segera mengerucutkan bibir nya karena kesal sang istri tidak peka. Lila segera berdiri dan segera memeluk suami nya itu yang hanya memakai handuk.


"Aku tahu apa yang kau lakukan suamiku. Kau bermaksud menggodaku. Tapi drama seperti itu tidak akan berpengaruh untukku. Jadi jangan ulangi lagi jika kau tidak ingin terlihat bodoh. Katakan saja jika butuh perhatianku. Aku pasti akan melakukan nya dengan baik. Jadi sekarang katakan kau butuh apa?" tanya Lila dengan masih memeluk suami nya itu.


Melvin pun tersenyum mendengar ucapan istri nya itu. Seperti nya memang istri nya itu tidak akan berpengaruh dengan drama yang biasa di lakukan pada kebanyakan wanita pada umum nya.


Lila memiliki kejeniusan yang tinggi yang juga di sertai dengan tingkat kepekaan yang juga sama besar hingga membuat nya terlihat bisa membaca pikiran orang lain. Seperti nya dia harus belajar banyak lagi agar bisa memahami istri nya itu dengan baik lagi.


Melvin memeluk istri nya itu, "Aku awal nya berniat menggodaku dear tapi ternyata itu tidak berhasil. Kau bahkan bisa dengan mudah membaca nya. Lagi pula aku juga memang tidak pandai berakting." Ujar Melvin.


"Tidak perlu berakting by. Tidak perlu juga melakukan godaan seperti itu untukku. Karena sejati nya aku sudah tergoda denganmu sejak lama. Aku adalah penggemarmu." ucap Lila tersenyum lalu melepas pelukan mereka.


"Sana pakai lah pakaianmu dulu suamiku agar handukmu itu tidak akan jatuh nanti. Aku masih belum bisa membantumu untuk itu. Selain itu juga waktu kita tidak cukup. Aku harus segera melakukan pengobatan." sambung Lila tersenyum dan segera menuju ranjang.


Melvin yang mendengar ucapan istri nya itu pun segera melihat bagian bawah tubuh nya yang hanya di tutupi handuk. Seperti perkataan istri nya handuk nya itu akan jatuh dan terlepas.


Melvin segera memperbaiki handuk nya dan segera menuju ruangan di mana pakaian mereka di simpan. Dia segera memakai pakaian nya. Lila yang melihat itu pun hanya bisa menyunggingkan senyum nya.


"Aku baru tahu bahwa seorang Melvin Al Berto yang terkenal dengan sikap dingin nya bisa bertindak seperti itu. Sungguh bukan idola seperti yang terkenal di luaran sana. Seperti nya aku sudah tertipu selama ini. Tapi tidak masalah selama aku bisa jadi istri nya. Aku adalah penggemar yang beruntung karena bisa menikah dengan idola nya. Melvin Al Berto akan selama nya menjadi idola bagi Greyila El Bara." ucap Lila tersenyum. Lalu dia kembali memainkan game di ponsel nya.