
Tidak lama Melvin kembali dengan tas milik Lila di tangan nya, “Luke, apa ini obat nya?” tanya Melvin menunjukkan obat dari tas Lila itu.
Luke pun memeriksa nya dan mengangguk, “Iya tuan.” Jawab Luke.
Melvin pun segera memberikan obat itu kepada dokter dan dokter segera masuk dan meminumkan kepada Lila yang sudah tidak tersadar.
“Apa ini obat yang sering dia konsumsi?” tanya dokter itu setelah meminumkan obat kepada Lila.
Luke mengangguk, “Itu adalah obat pengendali racun nya dokter. Itu adalah resep dari salah satu dokter di Negara Y untuk bisa mengendalikan segala jenis racun. Sebenar nya dokter di Negara Y bisa menemukan obat nya tapi karena jenis racun yang di gunakan tidak bisa di deteksi maka hal itu lah yang sulit untuk bisa menemukan penawar nya. Di tambah lagi nona Lila tahu bahwa dia di racuni nanti tepat saat dia akan melahirkan saat itu.” jelas Luke kepada dokter.
Melvin yang mendengar ucapan Luke itu pun seketika tersentak. Jangan katakan melahirkan kedua buah hati nya itu memperburuk kondisi Lila.
Dokter pun mengangguk, “Baiklah. Bisa kami akan menyelidiki nya di laboratorium kami?” tanya dokter itu.
“Bisa tentu saja dokter. Tapi cukup satu saja. Obat itu sulit di dapatkan.” Ucap Luke mengizinkan. Dokter kembali mengangguk lalu dia segera mengambil satu obat itu yang berbentuk pil tapi lebih kecil dari pil.
“Apa dia akan baik-baik saja?” tanya Melvin kepada dokter itu.
“Dia akan mengalami sedikit kejang dan akan tertidur selama tiga jam tuan setelah mengonsumsi obat itu. Setelah itu dia akan sadar lagi.” Bukan dokter yang menjawab tapi Luke karena dia memang yang tahu betul bagaimana reaksi tubuh Lila terhadap obat itu.
Melvin pun mengangguk sementara dokter pun segera pamit keluar, “Luke, aku mau bicara padamu. Berdua saja. Aku tahu ini bukan waktu yang tepat mengingat kau juga sedang terluka. Tapi aku tidak bisa menahan rasa ingin tahuku. Kau harus menjawab semua pertanyaan yang ada dalam benakku.” Ucap Melvin menatap Luke.
Luke yang mendengar ucapan Melvin pun segera mengangguk, “Kita bicara di ruangan mana tuan?” tanya Luke.
“Kita bicara di ruanganmu saja.” balas Melvin.
“Anak-anak, apa kalian akan menunggu di sini?” tanya Melvin kepada kedua anak nya yang kini menggenggam tangan Lila dan menunggu mommy mereka itu sadar. Alex dan Alexa hanya mengangguk atas pertanyaan Melvin itu.
“Mih, pih, aku titip mereka pada kalian.” ucap Melvin lalu dia dan Luke pun segera keluar dari ruangan Lila.
***
“Kapan kau bertemu Lila?” tanya Melvin to the point.
“Saya bertemu nona Lila tidak sengaja tujuh tahun lalu. Saat itu dia menyelamatkan saya dari segerombolan perampok yang melukai saya. Jujur saja tuan Melvin saya pria pengecut dan tidak pemberani sehingga banyak yang memandang rendah saya dan merampok saya. Saat itu saya hendak mereka buang ke jurang tapi entah lah nona Lila datang bagaikan malaikat tanpa sayap dan melawan semua perampok itu. Dia menyelamatkan saya dan mendonorkan darah nya kepada saya saat itu yang terluka sangat parah karena di pukuli oleh para perampok. Saat itu saya pikir saya akan mati tapi ternyata tidak cahaya harapan itu datang dari nona Lila. Dia memberikan kehidupan yang baru untuk saya. Saat itu tubuh dan darah nya belum teracuni.” Ucap Luke.
“Sejak saat itu saya memutuskan untuk jadi orang pemberani hingga bisa membalas kebaikan nona Lila yang sudah menolong saya. Hingga saat ini, tuan Melvin bisa melihat Luke yang pemberani, tidak takut pada kematian, dan lumayan jago berkelahi.” Sambung Luke.
“Jadi apa kau tahu Lila menghilang ke Negara Y?” tanya Melvin lagi.
Luke pun mengangguk, “Yah, saya lah yang jadi mata-mata nya untuk mengawasi perusahaan peninggalan orang tua nya tuan.” Jawab Luke jujur.
“Apa kau juga ada saat dia melahirkan Alex dan Alexa?” tanya Melvin lagi.
Luke kembali mengangguk, “Saya ada di sana tuan mengawasi dari jauh saja. Saat itu saya baru tahu ternyata dia di racuni. Dia tidak bisa melahirkan secara normal karena dua hal. Saat itu hendak melahirkan dia terpeleset di kamar mandi lalu tubuh nya juga terdeteksi racun. Tapi syukur lah saat Alex dan Alexa lahir mereka tidak membawa racun itu bersama mereka. Kedua nya menjadi anak yang hebat dan jenius seperti saat ini.” ucap Luke.
“Apa kau yang membantu nya menghapus jejak nya?” taya Melvin.
Kali ini Luke menggeleng, “Untuk hal itu saya tidak melakukan nya tuan. Nona Lila sendiri yang memiliki kemampuan itu. Dia bahkan memasang pelacak di tubuh saya. Pelacak yang sama yang dia pasang pada tubuh nya sendiri. Pelacak yang saling terhubung satu sama lain.” Jawab Luke memperlihat pelacak yang di pasang pada lengan nya itu.
Melvin yang mendengar itu pun kini semakin tidak tenang, “Apa hubunganmu dengan Lila?” tanya Melvin akhirnya langsung ke inti pertanyaan yang sangat ingin dia tanyakan. Pertanyaan yang hingga kini belum mendapatkan jawaban nya.
“Hubungan kami? Hubungan kami sebagai atasan dan bawahan tuan. Selain itu mungkin hubungan sebagai penolong dan orang yang di tolong nya. Kenapa anda menanyakan hal seperti itu tuan. Apa anda mencurigai saya memiliki hubungan yang special terhadap nona Lila?” tanya Luke menebak dan tepat sasaran.
Melvin mengacak rambut nya, “Aku juga tidak ingin berpikiran seperti itu Luke. Aku tidak mungkin mencurigai kalian memiliki hubungan itu karena malam itu aku ingat aku lah yang pertama untuk nya. Lalu Alex dan Alexa juga sangat mirip denganku yang sudah jadi bukti bahwa mereka adalah darah dagingku. Hanya saja rasa khawatir nya padamu selama kau terbaring dua hari ini membuatku berpikiran buruk. Aku pusing dengan pertanyaan terkait hubungan kalian.” ucap Melvin jujur.
“Tuan, anda terlalu berpikiran jauh. Saya dan nona Lila tidak terlibat dalam hubungan itu. Dia adalah adik bagi saya. Tidak mungkin saya melakukan tindakan pelecehan seperti itu tuan. Saya berani bersumpah untuk itu.” ucap Luke sungguh-sungguh.
Melvin pun menarik nafas nya panjang, “Aku percaya padamu Luke. Kau tidak mungkin tega melakukan itu padaku. Hanya saja aku penasaran dengan hal itu. Tidak kah kau juga penasaran? Tidak kah kau melihat kekhawatiran nya itu padamu.” Ucap Melvin bertanya.
Luke pun terdiam mengola pertanyaan Melvin itu. Dia sebenar nya juga sangat penasaran akan hal itu tapi dia bisa apa. Entah kenapa dia juga merasa ada yang aneh antara diri nya dan Lila. Tapi percaya lah itu bukan rasa yang aneh seperti rasa antara pasangan pria dan wanita pada umum nya. Rasa itu tidak bisa di deskripsikan.