
Sementara Lila dan Melvin di kamar mereka baru saja terbangun sari tidur lelap kedua nya. Lila yang biasa nya tidur tidak teratur dan selalu terbangun tiap malam nya entah kenapa sejak tidur bersama Melvin dia selalu terlelap. Demikian juga dengan Melvin yang mengalami hal yang sama.
Cup
Satu kecupan singkat mendarat tepat di bibir Lila, "Morning kiss, dear!" ucap Melvin dengan wajah tersenyum dan aura khas bangun tidur yang entah kenapa justru sangat tampan di pandang.
Lila pun hanya tersenyum saja menanggapi ucapan suami nya itu. Dia justru memilih bangun yang segera di bantu oleh Melvin.
"Ale--"
"Biar aku yang memeriksa mereka sayangku. Kau lakukan saja aktivitas pagimu." potong Melvin segera berlalu keluar kamar.
Lila pun kembali tersenyum mendengar ucapan suami nya. Dia memilih menuju kamar mandi untuk sekedar cuci muka pagi hari. Baru lah dari kamar mandi Lila merapikan tempat tidur.
Setelah itu dia segera keluar dari kamar menuju lantai satu. Begitu dia tiba di bawah dia terkejut melihat sang putra yang sedang bicara dengan papi Emran.
"Mom!" Sapa Alex tersenyum menatap mommy nya itu yang seperti nya kaget melihat nya sudah berada di sana.
"Nak, kau sudah bangun? Di mana Melvin?" tanya Papi Emran tersenyum menatap menantu nya itu.
"Aku di sini, pih!" ucap Melvin yang turun dari lantai atas dengan menggandeng sang putri di samping nya.
Melvin segera bergabung bersama istri, papi dan putra nya itu, "Hey, boy! Kenapa kau sepagi ini sudah berada di sini bicara dengan kakekmu tanpa mengajak daddy?" tanya Melvin menatap putra nya.
"Aku hanya bicara dengan kakek mengenai beberapa hal saja daddy. Tapi lihat lah putrimu itu dia sudah siap dengan pakaian sekolah nya padahal ini belum waktu nya pergi ke sekolah." balas Alex.
Alexa pun tersenyum jengah menatap kakak nya itu, "Kakak yang sudah membangunkanku pagi ini. Datang ke kamarku dan mengganggu tidurku. Jadi jangan bersikap seolah kakak tidak punya salah di sini. Aku tidak mungkin tidur lagi. Bagaimana jika aku tidak terbangun dan terlambat ke sekolah jika masih tidur lagi. Jadi lebih baik aku mandi dan bersiap saja ke sekolah." ucap Alexa tidak mau di salahkan. Bukan kah perempuan memang tidak pernah salah.
Alex yang mendengar itu pun hanya bisa menghela nafas nya. Sementara ketiga orang dewasa di ruangan itu hanya bisa tersenyum melihat perdebatan si kembar. Apalagi bagi Melvin dan Lila yang selama sebulan lebih ini tidak melihat ini secara langsung.
Lila sendiri dia rindu pada putry nya yang selama lima tahun ini bersikap dingin pada nya sebelum bertemu dengan Melvin. Tapi dia juga bersyukur kini putry nya itu menjadi sosok yang ceria mungkin ini lah kepribadian sebenar nya dari putry nya itu. Kini putra dan putri nya itu sudah memiliki kepribadian yang terbalik. Sang putra yang kini memiliki sifat dingin.
"Aku tidak percaya kau hanya bersiap saja ke sekolah tanpa ada sesuatu yang kau rencanakan. Ingat aku ini kembaranmu dek. Aku bisa tahu apa yang kau pikirkan hanya dengan memandangi raut wajahmu saja." ucap Alex.
"Jika memang begitu apa yang sedang aku pikirkan?"