
Cup
Lila segera mengecup bibir suami nya itu. Dia bahkan membiarkan selimut yang menutupi tubuh nya itu melorot.
"Jangan mengatakan hal seperti itu lagi, by. Aku sudah mencoba melupakan hal itu. Jangan ingatkan lagi. Itu adalah bagian masa lalu kita yang buruk. Tapi bukan kah berkat masa lalu itu kini kita bisa bersama berada di masa kini dan akan merajut masa depan yang bahagia bersama anak-anak kita nanti." ucap Lila.
"Aku sudah mencoba berdamai dengan kejadian itu karena kejadian itu juga bukan lah sesuatu yang buruk. Kita mendapatkan Alex dan Alexa dari hal itu. Lalu kau juga sudah mendapatkan hukumanmu yang bahkan jauh lebih buruk dari apa yang kurasakan. Bukan seharus nya aku yang meminta maaf karena semua hal yang terjadi itu karena aku yang lari darimu. Aku sendiri yang menciptakan rasa sakit ku sendiri hanya karena ingin merasakan bagaimana di perjuangkan. Jadi jangan meminta maaf dan merasa bersalah atas keegoisan yang aku buat sendiri, by. Aku yang salah tapi kau yang menerima hukuman nya. Hukuman yang jauh lebih menyakitkan dari yang kurasakan." sambung Lila.
Melvin menggeleng, "Tidak. Kau tidak salah sayang. Jika kau tidak melakukan itu maka aku pun tidak akan menyadari bahwa aku sudah jatuh cinta padamu sejak di pemakaman daddymu. Aku tidak akan merasakan bagaimana memperjuangkan seorang wanita yang ku cintai. Aku tidak akan merasakan bagaimana rasa sedih kehilangan dan aku juga tidak akan merasakan ternyata di atas kemampuan yang ku miliki masih ada yang lebih tinggi lagi. Aku tidak akan sadar bahwa kekuasaanku dan papi tidak berharga. Kau sudah membuatku menjadi sosok yang lebih menghargai orang lain lagi." ucap Melvin tidak terima Lila menyalahkan diri nya.
Mungkin apa yang di lakukan Lila itu salah dan menyakitkan saat itu untuk nya. Tapi jika di pikirkan sekarang maka semua itu sepadan. Tidak ada salah dan tidak ada yang benar. Mereka sama-sama memiliki kesalahan mereka sendiri dan dari kejadian itu juga mereka bisa mendapatkan hikmah mereka masing-masing.
"Kita sama-sama memiliki salah, by. Maka jangan saling meminta maaf. Bukan kah berdamai adalah jalan satu-satu nya. Mari kita jadikan kejadian itu sebagai kenangan yang memiliki dua sisi." ucap Lila.
Melvin pun mengangguk. Dia setuju dengan apa yang di katakan oleh Lila. Seperti nya memang menjadikan itu sebuah kenangan akan jadi pilihan paling baik dan paling indah.
"Hubby ... Jika kau merasa bersalah karena sudah menyebabkan aku nyeri maka bukan kah kau harus bertanggung jawab." ucap Lila.
"Gendong aku ke kamar mandi. Aku ingin mandi. Tubuhku lengket." sambung nya.
Melvin pun tersenyum lalu mengangguk. Dia segera menyibak selimut yang menutupi tubuh istri nya itu. Lalu dia segera menggendong Lila ke kamar mandi.
Melvin segera meletakkan Lila di bathup lalu segera mengisi bathup itu dengan air hangat.
"Dear, kau berendam lah di sini sendiri. Rileks kan tubuhmu." ucap Melvin segera berbalik karena takut khilaf melihat tubuh polos Lila.
"Kau mau kemana, by?" tanya Lila.