My Secret With CEO

My Secret With CEO
157


Setelah makan bersama, Lila segera kembali ke kamar nya lebih dulu. Dia masih harus melakukan sesuatu karena entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang harus dia lakukan. Dia memiliki firasat buruk terkait sesuatu. Maka nya dia harus mencari tahu.


Kini Lila segera mengambil laptop nya dan beberapa alat yang memang biasa dia gunakan. Jiwa hacker nya kembali di aktifkan. Lila mulai asyik dengan dunia nya sendiri.


Sementara Melvin di bawah sana, kini sedang berada di ruang kerja papi nya. Papi Emran memang sudah mengajak putra nya itu untuk berdiskusi terkait sesuatu yang memang menganggu nya.


Dia tahu bahwa putra nya itu mungkin saja masih lelah tapi ini sangat penting dan harus segera di diskusikan dengan Melvin karena memang ini terkait Alex dan Alexa.


"Papi ingin membicarakan apa? Kenapa aku merasa bahwa ini masalah yang sangat penting." ucap Melvin penasaran dan segera duduk di sofa yang ada di ruangan papi nya itu.


Papi Emran menghela nafas nya dan segera duduk di hadapan putra nya. Dia menatap lekat putra nya itu dengan mempertimbangkan apa harus di katakan sekarang atau tidak.


"Ada apa pih? Kenapa aku merasa tegang sekarang karena melihat ekspresi papi." ucap Melvin.


"Ini terkait Alex dan Alexa." ucap papi Emran menjeda kalimat nya sambil melihat ekspresi putra nya.


Melvin pun menghela nafas nya, "Ada apa dengan mereka, pih? Apa masalah nya sangat serius?" Tanya Melvin.


Papi Emran mengangguk, "Mereka di ikuti oleh seseorang dan identitas orang itu sampai saat ini tidak bisa di temukan. Nugraha dan Deo pun sudah mengaku menyerah. Jalan satu-satu nya hanya istrimu yang bisa melakukan nya. Nugraha dan Deo mengatakan bahwa orang itu memiliki ciri khas dengan kode perlindungan yang di lakukan Lila saat dia menghilang." jelas papi Emran.


"Vin, kenapa papi amati bahwa kau seperti nya tidak terlalu kaget dengan apa yang papi jelaskan seolah-olah kamu sudah tahu." ucap papi Emran.


Melvin tersenyum, "Aku hanya sedang terpikirkan perkataan istriku beberapa hari lalu pih. Dia memiliki firasat terkait Alex dan Alexa. Mungkin ini ada hubungan nya dengan hal ini." jawab Melvin.


"Kenapa tidak mengatakan nya kepada kami lewat telpon pih?" lanjut Melvin bertanya.


"Papi sebenar nya ingin memberitahukan kepadamu tapi setelah kami mendengar bahwa kalian akan segera kembali. Maka kami memutuskan akan menyampaikan nya begitu kalian kembali. Yang terpenting kami pikirkan saat ini Alex dan Alexa masih baik-baik saja. Orang itu belum melakukan tindakan apapun." ucap papi Emran.


Melvin pun mengangguk mengerti, "Baiklah. Untuk saat ini seperti nya itu yang bisa kita lakukan dulu. Aku akan membicarakan hal ini dengan Lila." Ucap Melvin memutuskan.


Papi Emran mengangguk, "Baiklah. Kamu bicarakan dengan Lila terlebih dulu. Sekarang beristirahat lah. Kamu pasti lelah. Istrimu juga sudah menunggumu. Papi senang melihat perkembangan hubungan kalian." ucap papi Emran.


Melvin pun tersenyum menanggapi ucapan papi nya itu. Setelah itu mereka segera menyudahi pembicaraan mereka dan keluar dari ruang kerja.


Melvin segera menuju lantai dua di mana kamar nya berada. Begitu dia tiba di kamar dia kaget melihat apa yang di lakukan istri nya itu.


"Dear!"