
"Hah?"
Lila bingung dengan kalimat suami nya itu. Melvin sendiri tersenyum melihat ekpresi terkejut di wajah istri nya itu.
"Papi sudah menebak bahwa kau sudah tahu hal ini dan mungkin saja kau memang sedang mencari tahu siapa yang sedang meneror anak kita." jelas Melvin.
Lila yang mendengar penjelasan suami nya itu pun tersenyum dan mengerti, "Aku akan melanjutkan nya besok saja. Jujur saja aku lelah hanya saja Oberea terhadap seseorang di balik hal ini membuatku melakukan nya." ujar Lila lalu menghela nafas nya.
Melvin yang mendengar itu pun segera mendekat istri nya itu ke dalam pelukan nya, "Hubby, ayo bawa aku ke ranjang. Aku lelah, ingin istirahat. Tapi aku tidak mau tidur sendiri. Temani aku tidur." ujar Lila dalam pelukan suami nya itu.
Dia ingin manja pada suami nya karena sudah lelah selama ini menjalani hidup nya dengan kemandirian. Dia ingin mengembalikan sisi manja nya saat kedua orang tua nya masih hidup dan itu hanya akan dia lakukan di hadapan suami nya itu.
Melvin sendiri merasa senang saat Lila bersikap manja pada nya. Dia merasa menjadi suami yang di butuhkan istri nya itu. Dia ingin Lila bergantung pada nya walaupun untuk beberapa hal dia mengakui bahwa istri nya itu lebih hebat dari nya. Tapi dia akan tetap berusaha melindungi istri dan anak-anak nya itu.
Dia akan menciptakan keluarga kecil yang bahagia bersama Lila, istri satu-satu nya. Dia tidak akan pernah menduakan Lila. Niat pun tidak sama sekali karena Lila adalah istri dengan paket sempurna untuk nya.
"Ayo kita istirahat. Aku akan menemanimu. Biarkan itu nanti besok saja kita lakukan. Yang terpenting si kembar baik-baik saja. Aku akan memastikan mereka akan baik-baik saja dalam pengawasan kita." ucap Melvin.
Lila pun melepas pelukan nya dan tersenyum menatap suami nya itu. Melvin segera mengecup dahi istri nya itu lalu segera menggendong Lila menuju ranjang.
Dia meletakkan Lila di ranjang dengan hati-hati.
"Mau kemana?" tanya Lila saat Melvin hendak meninggalkan ranjang.
"Mau bersih-bersih dulu sayang. Terus mau mengganti pakaian juga. Kamu di sini saja. Hubby tidak akan lama." jawab Melvin.
"Kenapa tersenyum, dear?" tanya Melvin.
Lila menggeleng, "Bukan apa-apa by. Aku ikut! Aku juga belum bersih-bersih dan mengganti pakaianku dengan pakaian tidur." ucap Lila.
Melvin pun segera menggendong Lila kembali dan menuju kamar mandi yang ada di ruangan kamar mereka itu. Kedua nya segera bersih-bersih.
Singkat cerita, kini Lila dan Melvins sudah siap dengan pakaian tidur mereka masing-masing. Memakai piyama yang kembar dan jujur saja itu terasa lucu di mata Lila. Dia seperti melihat Alex dan Alexa dalam diri mereka.
"Sayang, kenapa kau dari tadi tersenyum terus? Apa ada yang aneh?" tanya Melvin bingung.
Lila pun terkekeh karena memang sudah tidak bisa menahan tawa nya, "By, lihatlah penampilan kita sekarang. Apa kau tidak merasa dejavu?" tanya Lila menunjuk cermin.
Melvin pun memandangi cermin yang memantulkan bayangan nya dan Lila, "Ada apa dengan penampilan kita? Ini tidak aneh kok." jawab Melvin.
Lila pun menepuk kening nya, "Huh, ternyata benar pria memang tidak akan bisa mengerti bahasa wanita." ucap Lila.
"Kita terlihat seperti Alex dan Alexa dalam balutan piyama ini by. Aku merasa lucu melihat nya." sambung Lila menjelaskan.
Melvin yang mendengar itu pun tersenyum dan segera memeluk Lila.
"Terus apa salah memakai kita memakai piyama?"