My Secret With CEO

My Secret With CEO
165


Lila yang kembali ke kamar untuk mengambil sesuatu kaget melihat sang putri yang mengikuti nya dari belakang.


"Hey girl!" sapa Lila menatap sang putri yang terlihat gugup.


Lila pun segera mendekati putri nya itu lalu menggendong nya.


"Mommy, turunkan aku. Aku berat. Mommy baru saja sehat. Nanti sakit lagi karena menggendongku yang berat." ucap Alexa.


Lila yang mendengar ucapan sang putri pun tersenyum dan memilih duduk di ranjang dengan sang putri berasa di pangkuan nya. Alexa memainkan rambut mommy nya itu.


"Mommy sudah sehat sayang. Sudah sembuh. Tenang saja menggendongmu tidak akan membuat mommy sakit. Kau itu adalah putri mommy. Jujur saja mommy rindu pada sifat manjamu sayang. Sejak kau berusia tiga tahun kau tidak lagi bermanja pada mommy apalagi sejak bertemu daddy. Kau jadi lebih sering bermanja pada daddy dari pada mommy." ucap Lila dengan nada merajuk.


Alexa yang mendengar ucapan mommy nya itu pun tertawa, "Mommy, jangan mengatakan hal seperti itu. Walaupun aku tidak lagi bermanja pada mommy tapi aku sangat menyayangi mommy. Lagi pula ada kakak yang selalu bermanja pada mommy. Jadi aku bermanja pada daddy saja." ucap Alexa.


"Tetap saja mommy juga ingin kau bersifat manja pada mommy, girl." ucap Lila memberikan kecupan di kening putri nya itu.


"Mom!" panggil Alexa dengan nada dalam nya.


Lila pun mengerutkan kening nya dan menatap wajah putri nya itu yang hari ini datang ke kamar nya dan seperti nya memiliki tujuan bicara pada nya.


"Ada apa sayang? Apa ada yang bisa mommy bantu?" tanya Lila.


Alexa memainkan jari nya dengan menunduk hingga Lila jadi gemas sendiri dan segera mengangkat dagu putri nya itu agar menatap nya.


"Katakan apa yang kau inginkan sayang. Apa yang bisa mommy berikan padamu?" ucap Lila.


Lila pun dengan wajah bingung nya menerima kertas pemberian putri nya itu.


"Apa ini sayang?" tanya Lila.


Alexa tidak menjawab dan justru turun dari pangkuan sang mommy.


"Girl!" panggil Lila saat putri nya itu justru memilih keluar kamar.


Lila pun tersenyum melihat tingkah sang putri lalu dia perlahan membuka kertas di tangan nya karena jujur saja dia penasaran dengan isi kertas itu.


"Kertas itu seseorang yang memberikan nya padaku mom. Dia meminta di berikan pada mommy." ucap Alexa yang tiba-tiba kembali dan berlari lagi meninggalkan kamar kedua orang tua nya itu.


Lila yang mendengar teriakan putri nya itu pun tersenyum, "Dia manis sekali. Kenapa aku baru menyadari bahwa aku memiliki putri yang menggemaskan seperti itu." ucap Lila menggelengkan kepala nya.


Lila pun kembali membuka lipatan kertas yang sudah terbuka setengah nya itu.


"Kode ini?" gumam Lila melihat deretan angka dan huruf di kertas yang di berikan putri nya.


Lila segera mengambil kertas untuk menemukan kata apa yang di sembunyikan di deretan kode yang ada di sana.


"Jangan katakan ini dari nya? Apa dia sudah kembali lagi? Tapi di mana dia bertemu Alexa?" tanya Lila saat mengingat siapa yang kemungkinan mengirimkan surat dengan kode seperti ini.


Hanya satu saja yang mengerti kode ini. Kode ini adalah kode yang dia buat bersama seseorang.