
Seminggu berlalu dengan sangat cepat, semua berjalan normal. Hanya satu saja yang masih menjadi misteri yaitu identitas nenek tua yang dekat dengan Alexa masih saja belum di ketahui padahal mereka sudah mengerahkan kemampuan mereka.
Papi Emran bahkan sudah meminta asisten nya turun tangan setelah meminta kepada Deo tapi gagal. Namun hasil nya sama saja. Tidak membuahkan hasil.
Alex juga sudah turun tangan sendiri dan mencari tahu bersama Delon seperti perjanjian sebelum nya yang sudah di sepakati kedua nya gagal. Delon datang menjemput Alex dan mereka berkolaborasi tapi tetap saja gagal mengorek informasi nenek tua itu.
Sementara hubungan Delon dan Yola masih sama saja. Mereka tetap dekat seolah melupakan apa yang sudah terjadi di antara mereka. Delon juga fokus mencari identitas nenek tua itu dan tidak lagi mengungkit masalah ajakan menikah nya terhadap Yola.
"Apa tetap masih belum di temukan identitas orang itu?" tanya Yola saat mereka selesai makan siang.
Delon mengangguk, "Belum. Sulit di temukan. Seolah memang sengaja di sembunyikan dan di lindungi. Seperti mencari jejak Lila waktu hilang saja." ucap Delon.
"Aku dengar juga dari asisten Deo dan asisten tuan besar. Kedua nya sudah turun tangan untuk masalah ini dan hasil nya sama saja. Mungkin saja dia bukan orang sembarangan dan memiliki kemampuan yang sama seperti kalian." ucap Yola.
Delon mengangguk, "Aku juga berpikiran sama denganmu. Seperti nya hanya Lila yang bisa melakukan hal ini. Lila memiliki kemampuan di atasku terkait hal ini." Ucap Delon.
"Tapi kita juga tidak bisa melakukan hal itu. Lila sedang menjalani pengobatan nya. Selain itu juga tuan besar sudah mewanti-wanti agar hal ini tidak sampai kepada Lila dan tuan muda." ucap Yola.
Delon yang mendengar itu pun menghela nafas nya, "Bagaimana perkembangan pengobatan Lila?" tanya Delon.
"Dua hari lalu dia menghubungiku dan mengatakan bahwa pengobatan nya berkembang dengan baik. Mungkin dalam seminggu lagi dia akan kembali dan akan menjalani rawat jalan saja." ucap Yola.
Yola yang mendengar itu pun hanya tersenyum, "Baiklah jika memang begitu. Aku balik ke kantor." pamit Yola segera meraih tas nya dan segera pergi dari sana.
Delon pun hanya bisa memandangi punggung Yola, "Aku harus bagaimana menunjukkan pada nya bahwa aku--" Delon tidak melanjutkan ucapan nya dan memilih menarik nafas panjang.
Di sisi lain di belahan bumi yang lain, kini Lila baru saja selesai melakukan perawatan nya. Tubuh nya memang sudah sehat seperti saat dia belum di racuni. Tapi perawatan yang sudah di jadwalkan untuk nya masih ada tiga kali lagi sebelum nanti darah nya di cek.
"Hubby!" panggil Lila.
Melvin yang sedang mengecek email dari Deo pun segera beralih menatap sang istri, "Ada apa sayang?" tanya Melvin.
"Aku belum sempat bicara dengan anak-anak saat menghubungi mami dan papi kemarin. Entah kenapa aku merasa khawatir." ucap Lila.
"Khawatir kenapa dear?" tanya Melvin.
Lila menggeleng, "Aku juga bingung apa yang membuatku khawatir. Aku menanyakan kabar anak-anak mami mengatakan mereka baik-baik saja. Tapi firasatku mengtakn bahwa mereka tidak dalam keadaan baik-baik saja." ucap Lila.
"Kita hubungi mereka nanti. Jangan khawatir aku akan mencari tahu." ucap Melvin menenangkan istri nya itu walaupun dia sendiri juga mendadak khawatir setekah mendengarkan apa yang di katakan istri nya.