
Sementara di tempat lain, kini ada seseorang yang sedang tersenyum melihat layar yang ada di hadapan nya.
"Hm, ternyata seru juga melihat seseorang kebingungan mencari. Pantas saja dia suka melakukan nya. Maaf jika aku terkesan membalaskan apa yang pernah kau lakukan pada seseorang dengan melakukan ini. Tapi tentu saja niatku melakukan ini sama dengan niatmu. Kita lihat sampai di mana kau bisa memahami bahwa aku adalah orang di balik semua ini. Maaf atas kekurangajaran ini. Aku akan meminta maaf untuk itu nanti saat kita bertemu. Tidak lama lagi waktu itu akan tiba. Aku sangat menantikan nya. Rindu ini sudah menggebu." ucap seseorang tersenyum.
"Nona, apa yang akan kita lakukan sekarang? Mereka mencari anda sekarang. Identitas anda sebentar lagi akan terbongkar jika tidak di cegah." ucap anak buah gadis yang di panggil nona itu.
"Itu tidak akan terjadi selama aku tidak mengizinkan nya atau selama dia belum memahami kode yang ku berikan lewat putri cantik nya itu. Selama itu kita akan aman. Tenang lah. Bersikap lah seperti biasa. Seperti tidak terjadi apapun dan tetap lah dengan penyamaran kita. Bukan kah kita berhasil melewati mereka tadi saat di sekolah." balas nya tenang.
Anak buah nya itu pun mengangguk dan segera kembali ke tempat nya semula berjaga dan menunggu tamu yang akan datang.
"Apa jatuh cinta bisa membuat tingkat kewaspadaan kita berkurang? Seperti nya begitu. Tidak hanya kewaspadaan yang berkurang tapi juga tingkat menganalisa. Kak, aku rindu padamu. Maaf melakukan ini padamu. Tapi ini adalah kejutan pertemuan kita. Bukan kah akan tidak menyenangkan dan mengesankan jika pertemuan kita biasa saja. Aku harus menciptakan drama ini agar pertemuan kita berkesan." gumam nya lalu segera menuju ruangan ganti untuk bersiap menuju suatu tempat.
***
Kembali lagi ke gedung mewah perusahaan Melvin.
"Aneh! Aku baru pertama kali ini menemui kasus seperti ini. Ini akan terdengar mistis bagi orang-orang yang penakut atau pun penganut hal-hal seperti itu. Mana ada tidak ada catatan sama sekali. Ingin ku hancurkan saja pekerjaan HRD karena tidak lengkap dalam administrasi penerimaan seperti ini." ujar Selena kesal dan pusing sendiri.
Dia pusing dan bingung bagaimana cara menjelaskan kepada Lila nanti jika dia tidak menemukan apapun. Di tambah lagi belum ada laporan sama sekali dari orang-orang yang dia minta menyelidiki Dina, si office girl misterius itu.
Sementara Melvin setelah setengah jam kepergian Lila, dia pun berubah khawatir dan segera memastikan bahwa istri nya itu masih berada di ruang pemantauan atau tidak.
"Dia masih di sana. Tapi kenapa sendiri? Di mana Selena?" tanya Melvin.
Melvin segera bangkit dari tempat nya dan segera keluar ruangan menuju ruangan pemantauan. Tentu saja tujuan nya hanya satu yaitu menemui istri nya yang hanya sendiri dan terlihat melamun daru kamera CCTV.
Tidak lama dia segera tiba di lantai di mana ruangan pemantauan itu berada. Kedatangan nya tentu saja menjadi pusat perhatian di ruangan itu. Tapi Melvin mengabaikan nya.
Fokus hanya satu yaitu menemui istri nya. Untuk hal lain nya bukan lah hal penting.