My Secret With CEO

My Secret With CEO
48


Sementara di salah satu sudut ada sepasang anak kembar yang mendengar pembicaraan mami Elea dan papi Emran itu.


“Kak, siapa yang di maksud oleh kakek dan nenek itu. Bisnis siapa yang mereka hancurkan?” tanya Alexa.


“Kita bicara di kamar kakak saja dek. Jangan di sini.” Ucap Alex lalu langsung menggandeng tangan adik nya itu menuju kamar dan meninggalkan mami Elea dan papi Emran.


“Tapi kak. Kita kan mau membicarakan sesuatu dengan kakek dan nenek. Kita bisa mencari mo--”


“Sudah. Biarkan saja. Kita akan mengatakan itu nanti jika mommy tidak juga kembali setelah seminggu waktu yang kita berikan kepada daddy untuk mencari mommy. Kita saat ini bisa melihat bukan kekuasaan kakek bagaimana. Masa iya menemukan mommy saja tidak bisa. Kakek pasti tidak mengerahkan semua kemampuan yang dia miliki. Menemukan orang yang membully kita saja kakek bisa menemukan nya dengan mudah apalagi hanya mencari keberadaan mommy.” Ucap Alex.


“Tapi kak. Kau sudah tahu bukan. Mommy itu bukan orang sembarangan. Kita saja tidak bisa mengakses dan mencari tahu keberadaan daddy saat sebelum mommy memberikan akses kepada kita. Aku yakin kakek dan daddy sudah mengerahkan semua nya tapi mommy terlalu cerdik dan pintar.” Ucap Alexa.


“Lalu apa kau akan segera mengatakan semua nya kepada kakek dan daddy. Ingat, mommy menghilang dari kita pasti ada alasan nya. Dia pasti tidak ingin membahayakan kita. Jadi cukup kita tunggu saja. Daddy, kakek dan nenek memang menyayangi kita tapi kau juga tahu bukan mommy adalah orang yang paling menyayangi kita. Dia selalu mengorban diri nya untuk kita. Jadi tidak bisa kah kau menutup mulutmu dulu selama seminggu setidak nya sampai kita tahu bagaimana usaha daddy untuk menemukan mommy dan menepati janji nya kepada kita.” Ucap Alex.


“Aku tidak membuat daddy berjanji. Itu janjimu dengan daddy kak. Jadi biarkan aku membantu daddy menemukan keberadaan mommy.” Ucap Alexa.


“Alexa, jangan lakukan itu. Daddy belum tahu kita memiliki kemampuan itu. Bagaimana jika daddy melarang kita melakukan nya.” Ucap Alex.


“Kak, apa kau lupa. Kita pernah membobol perusahaan daddy dan saat itu kita juga sudah memberitahukan semua nya. Jadi daddy pasti sudah tahu kemampuan kita. Kak, aku tahu kau sangat menyayangi mommy dan sangat menghormati keputusan yang dia ambil. Kau bisa berpihak pada mommy. Aku tidak akan melarangmu. Tapi aku minta kau juga melakukan hal yang sama. Jangan larang aku membantu daddy menemukan mommy. Aku ingin semua masalah segera selesai. Daddy dan mommy bisa bersama. Aku ingin kita segera memiliki keluarga yang lengkap kak. Kau taati lah dan jalani saja janjimu itu dengan daddy. Tapi jangan menghalangiku.” Ucap Alexa.


Alex pun terdiam lalu kemudian dia mengangguk, “Baiklah. Jika memang itu keputusanmu. Kakak menghormati nya. Kau bantu lah daddy untuk menemukan mommy. Tapi aku akan menunggu sampai waktu nya tiba. Aku akan menghormati keputusan mommy.” Ucap Alex.


Alex pun mengulurkan tangan nya itu, “Deal! Aku ada di pihak daddy dan kau di pihak mommy. Kita lihat siapa yang akan memenangkan kompetisi ini. Kita selalu mengikuti lomba bersama dan meraih kemenangan bersama maka untuk kali ini mari kita berlomba di pihak yang saling berlawanan.” Ucap Alexa.


Alex pun mengangguk dan tersenyum. Lalu kedua nya saling berpelukan satu sama lain menandakan perjanjian yang mereka sepakati itu akan segera di mulai.


“Aku tahu mommy pasti sedang melakukan sesuatu yang berbahaya sekarang. Aku harap daddy segera menemukan nya dan bisa menyelamatkan nya. Aku tidak mau mommy kemana-mana. Semoga saja mommy tidak menutup akses yang kau punya dek agar kau bisa membantu daddy.” Batin Alex saat mereka berpelukan.


***


Kini Melvin baru saja kembali ke kediaman itu saat jam sudah menunjukkan pukul lima lebih beberapa menit. Memang sudah telat sejam lebih dari waktu jam pulang kantor. Jangan tanya apa yang membuat nya terlambat pulang sudah tentu mencari keberadaan Lila itu menjadi agenda nya itu.


“Daddy, aku merindukanmu.” Bisik Alexa di telinga Melvin. Melvin yang mendengar ucapan putri nya itu seketika rasa lelah yang mendera nya itu menghilang seketika berganti dengan kebahagiaan. Melvin memeluk putri nya erat lalu segera menggendong nya masuk ke dalam kediaman.


“Daddy, turunkan aku.” Ucap Alexa lirih saat melihat Alex di ruang tamu.


Melvin pun menurunkan putri nya itu dengan lembut ke lantai lalu dia menatap putra nya itu. Alex pun mendekati Melvin lalu memeluk daddy nya itu, “Kenapa baru pulang dad? Bukan kah jam pulang sudah lewat.” Ucap Alex.


Melvin pun terdiam lalu memeluk erat putra nya itu, “Maaf, daddy belum bisa menemukan mommy kalian.” ucap Melvin lirih.


Alex melepaskan pelukan nya dari Melvin itu lalu menatap daddy yang juga dia rindukan itu dengan lekat, “Aku tahu sulit menemukan keberadaan mommy. Dia memang pandai menyembunyikan keberadaan nya.” Ucap Alex lalu segera kembali ke kamar itu setelah mengatakan beberapa kata kepada Melvin.


Melvin pun hanya bisa memandang kepergian putra nya itu, “Daddy, jangan sedih. Kakak menyayangimu kok.” ucap Alexa membujuk Melvin dengan menggenggam jari daddy nya itu.


Melvin menunduk dan tersenyum kepada putri nya itu, “Terima kasih.” Ucap Melvin.


Alexa pun mengangguk, “Daddy, ayo kita makan. Kata nenek dia sudah meminta koki di sini untuk membuat makanan enak.” Ucap Alexa tersenyum.


Melvin pun mengangguk, “Ya sudah ayo kita makan bersama. Tapi daddy mandi dulu yaa. Nanti kita makan sama-sama. Ohiya ajak juga sekalian kakak.” Ucap Melvin.


Alexa pun mengangguk, “Tentu daddy. Urusan kakak serahkan saja padaku. Jika dia menolak aku nanti akan memaksa nya dan menarik nya ke sini.” Ucap Alexa. Melvin pun tersenyum lalu dia mencubit pipi putri nya itu dengan gemas.


“Sakit dad!” ucap Alexa mengeluh dan mengusap pipi nya lalu menatap Melvin kesal.


“Ahh kau sangat menggemaskan girl.” Ucap Melvin. Alexa pun tersenyum saja.


“Sudah lah dad. Sudah sana kau mandi saja. Aku akan membujuk kakak dulu.” Ucap Alexa lalu dia segera meninggalkan Melvin dan berlari menuju kamar Alex.


“Lila, di mana kau sayang. Aku merindukanmu. Melihat Alexa yang memiliki bulu mata lentik sama sepertimu membuatku rindu padamu padahal kita tidak saling kenal sebelum nya dan aku hanya memiliki fotomu saja.” batin Melvin lalu dia segera menuju kamar nya itu.


Memang Alex dan Alexa itu sangat mirip dengan nya tapi Alexa sedikit meniru nya Lila yang punya bulu mata lentik.