
Kini Lila begitu dia bangun pagi hari nya tersenyum menatap suami nya yang ternyata tengah memandang nya.
“Pagi!” ucap Melvin tersenyum menatap istri nya itu. Sungguh bulu mata yang sangat cantik yang ikut di turunkan pada putri mereka.
“Pagi!” jawab Lila dengan suara khas bangun tidur nya.
“Jam berapa ini?” lanjut Lila bertanya.
Melvin pun segera melihat jam di ponsel nya, “Pukul 08.40.” jawab Melvin.
“Ini masih pagi di sini sayang.” lanjut Melvin.
Lila pun hanya tersenyum mendengar ucapan suami nya itu, “Sudah .. hentikan. Jangan katakan seperti itu lagi.” Ucap Lila yang segera mencoba bangun.
“Kenapa? Kenapa hal seperti itu tidak bisa aku katakan?” tanya Melvin bermaksud menggoda istri nya itu. Kapan lagi coba dia bisa membuat istri nya itu tersipu jika tidak begini. Istri nya itu selama ini dia lihat sebagai sosok yang kuat dan tidak membutuhkan orang lain.
“Hentikan by!” ucap Lila lembut.
Melvin pun terkekeh lalu mengangguk, “Baiklah. Aku tidak akan menggodamu lagi.” Jawab Melvin yang segera turun dari ranjang dan segera menuju pintu kamar hendak keluar.
“Mau kemana by?” tanya Lila.
Melvin pun menoleh lalu tersenyum menatap istri nya itu, “Ada apa? Apa kau butuh bantuan untuk ke kamar mandi sayang? Aku akan membantumu dengan senang hati.” Ucap Melvin kembali menggoda istri nya itu. Sudah cukup semalam istri nya itu membuat nya tersiksa karena ciuman singkat yang dia lakukan. Membuat nya tegang juga. Jadi sekali-kali dia juga ingin membuat istri nya itu merasakan apa yang dia rasakan.
“Tidak. Aku tidak membutuhkan nya sama sekali. Sudah lah … pergi lah sana. Jangan menggodaku lagi. Ingat jangan ada dendam di antara kita.” Balas Lila.
Lila pun tertawa mendengar ucapan suami nya itu, “Maaf suamiku. Aku tidak biasa bersandiwara Aku selalu bersikap jujur dan mengatakan apa yang ku pikirkan.” jawab Lila sambi mengangkat bahu nya.
Melvin pun tersenyum mendengar ucapan istri nya itu, “Yah tetap lah seperti itu. Aku jatuh cinta padamu karena hal itu tapi jika kau juga ingin bermanja tidak masalah untukku. Aku akan menerimamu apapun keadaanmu dear.” Ucap Melvin.
“Hubby … hentikan.” Ucap Lila.
Melvin pun terkekeh, “Ah baiklah. Sana kau bersih-bersih lah dulu. Ohiya … kau mau sarapan dengan apa dear?” tanya Melvin.
Lila yang mendengar itu pun berpikir, “Hum … tunggu sebentar. Aku akan berpikir makanan apa yang ingin ku makan.” Ucap Lila.
“Ah itu … aku ingin makan pizza telur buatan mami Elea.” Jawab Lila.
“Pizza telur?” tanya Melvin.
Lila mengangguk, “Apa tidak bisa kah? Aku sangat menginginkan nya.” ucap Lila dengan wajah menggemaskan nya layak nya Alexa ketika meminta di buatkan sesuatu.
“Tapi mami ahh itu bisa di pikirkan solusi nya. Aku akan mencoba membuat nya untukmu dengan bertanya pada mami resep nya. Tapi jika tidak lezat seperti buatan mami aku harap kau memaklumi nya.” ucap Melvin kemudian.
Lila yang mendengar itu pun mengangguk dengan memberikan jempol nya, “Aku akan menantikan nya. Aku mandi dulu. Hubby .. fighting!” ucap Lila memberikan semangat pada suami nya itu dengan senyum di wajah nya.
Melvin yang melihat senyum itu pun ikut tersenyum senang dan berjanji akan membuatkan pizza terbaik untuk istri kecil nya itu.