My Secret With CEO

My Secret With CEO
132


Tok tok tok


"Dek ... Apa kakak bisa masuk?" Izin Alex mengetuk pintu kamar adik nya.


Alex dan Alexa memang sudah di ajarkan terkait privasi satu sama lain. Walaupun kadang mereka tidur di tempat yang sama tapi Lila selalu mengajarkan untuk mengetuk pintu apabila masuk ke kamar orang lain.


"Masuk kak." ucap Alexa dari dalam.


Alex segera membuka pintu kamar adik nya itu begitu mendapatkan izin dari sang adik.


"Masuk kak. Ayo duduk." Ucap Alexa segera memperbaiki posisi duduk nya di ranjang nya.


Alex pun menurut dan segera duduk di kursi belajar adik nya yang dia tarik mendekati ranjang sang adik. Alex melihat apa yang sedang di gambar adik nya itu. Alexa juga ikut melihat arah pandangan sang kakak.


"Ada apa kak? Apa ada yang ingin kakak katakan padaku?" tanya Alexa mencoba mengalihkan fokus kakak nya itu.


"Kakak tidak ingin basa basi lagi denganmu dek. Kakak yakin kau pun sudah bisa menebak ke arah mana pembicaraan kita ini. Jadi satu yang ingin kakak tanyakan apa alasan mu dekat dengan nenek itu? Tidak kah kau merasa bahwa ada keanehan dengan nya? Kakak yakin kau pasti bisa menilai seseorang dengan baik. Kita sudah di ajarkan oleh mommy seperti itu sejak kita masih sangat kecil. Sejak kita baru memahami apa itu dunia." Ucap Alex.


"Kak pertanyaan mu itu ada dua. Jadi tidak sesuai dengan perkataanmu yang mengatakan hanya akan mengajukan satu pertanyaan saja. Tapi tidak masalah karena aku adik yang baik maka aku akan menjawab pertanyaan mu itu dengan senang hati." ucap Alexa penuh senyum.


"Kak, aku juga tidak ingin menyembunyikan apapun lagi darimu. Aku sudah memikirkan ini dalam beberapa hari terakhir ini. Aku yakin kau pasti akan bisa memahami aku nanti nya jika sudah mengatakan ini. Kau pasti tidak akan protes lagi terkait uang-uang yang ku berikan pada nya. Aku juga yakin kau pasti akan mendukung apa yang aku lakukan. Kak, aku tahu kau khawatir padaku tapi apa yang aku lakukan ini hanya memiliki satu alasan saja yaitu aku ingin tahu alasan nya mengikuti kita selama ini." ucap Alexa.


Alex yang mendengarkan setiap detail perkataan yang keluar dari mulut adik nya itu pun terfokus pada ucapan di akhir kalimat adik nya, "Selama ini? Maksud nya apa? Apakah orang itu sudah lama mengikuti kita? Sejak kapan kah tahu?" tanya Alex.


"Tenang kak. Aku akan jelaskan dengan pelan. Kak ... Kau tahu aku awal nya tidak menaruh curiga pada nya karena dia memang tidak terlihat seperti orang yang patut di curigai saat pertama kali aku menyadari nya di bandara. Tapi aku semakin yakin di ikuti karena dia kembali terlihat saat di rumah sakit. Lalu saat pernikahan mommy dan daddy, aku juga melihat nya ada di sana dan selanjut nya kakak sendiri tahu di mana tempat nya. Di sekolah kita. Aku sebenar nya sudah ingin menceritakan hal ini padamu setelah pernikahan mommy dan daddy tapi entah kenapa aku melupakan nya karena saking bahagia bisa tinggal bersama mommy dan daddy. Memiliki orang tua yang utuh. Selain itu juga dia menghilang untuk beberapa saat dan kembali muncul di sekolah kita dengan menyamar menjadi nenek tua." Jelas Alexa.


"Tunggu! Apa itu berarti sebelum nya dia menyamar bukan sebagai nenek tua?"