My Secret With CEO

My Secret With CEO
57


Melvin dan Luke yang baru saja berpisah. Luke memilih pulang kembali ke tempat di mana Lila berada. Sementara Melvin juga memilih untuk kembali ke tempat dia tadi mengawasi secara langsung tempat di mana Lila berada.


Melvin hanya mengawasi dari jauh saja. Kini dia bisa melihat Luke yang hendak masuk ke dalam sebuah tempat yang terlihat seperti rumah itu dari luar tapi dia sedikit menduga bahwa isi di dalam nya itu bukan seperti rumah karena dia sudah mendapatkan petunjuk itu dari sang putra. Yah, putra nya yang sangat hebat hingga membuat nya sedikit merasa kalah.


Luke begitu hendak masuk, Lila juga membuka pintu masuk itu hingga di lihat oleh Melvin yang memang terus memandang ke arah depan nya. Tidak memalingkan pandangan nya sama sekali.


“Kau semakin cantik saja. Aku tidak sabar ingin bertemu denganmu. Tapi Alex dia membuatmu berjanji.” Gumam Melvin yang melihat Lila hanya secara sekilas saja. Tapi bisa dia lihat dari jauh bahwa Lila itu sudah semakin cantik saja. Lebih cantik dari malam itu. Lebih cantik dari foto yang dia miliki.


Melvin membuka ponsel nya itu dan mengetikkan sesuatu kepada seseorang, “Putraku tidak mengatakan bahwa mendengar suara dan melihat foto nya di larang. Aku hanya di larang untuk menemui nya secara langsung. Tapi tidak dengan melalui media online bukan.” Gumam Melvin tersenyum.


Flash back on


Kejadian beberapa jam lalu sebelum dia ke tempat ini. Melvin membuat kesepakatan dengan sang putra.


“Apa mengikuti mommy kalian juga tidak bisa? Daddy hanya ingin memastikan keamanan nya saja.” Itu adalah pertanyaan Melvin untuk putra nya itu.


Alex pun menatap daddy nya itu lekat, “Jika untuk itu tentu saja boleh dad. Tapi daddy harus janji hanya memastikan keamanan mommy saja. Tidak boleh mendekat ke arah nya. Daddy harus punya jarak minimal 50 meter dari jangkauan mommy. Jika tidak aku yakin mommy bisa menyadari keberadaan daddy dan anak buah daddy.” Ucap Alex.


Melvin pun terdiam mendengar ucapan putra nya itu, “Apa iya begitu?” itu adalah pertanyaan dalam batin nya.


“Daddy, aku tahu kau tidak percaya pada ucapanku itu. Tapi jika memang kau ingin membuktikan nya maka buktikan saja sendiri. Aku yakin mommy akan segera tahu dan bisa saja dia menutup semua akses untuk kita lagi. Apa daddy mau hal itu terjadi?” tanya Alex menyadari bahwa daddy nya itu ragu akan apa yang dia ucapkan. Alex pun tidak ingin daddy nya itu mendengar apa yang dia ucapkan. Tapi setidak nya dia sudah mengatakan apa yang dia tahu dan pahami tentang mommy nya.


“Daddy percaya padamu boy. Tapi tetap saja daddy ingin membuktikan nya sendiri.” Jawab Melvin tersenyum licik.


“Siapa yang akan daddy tumbalkan untuk membuktikan hal itu dad?” tanya Alex.


Melvin pun seketika terdiam lalu dia menatap papi Emran dan asisten papi nya itu yang seperti sama seperti nya kaget juga akan pertanyaan Alex yang bisa menebak dengan pasti apa yang ada dalam otak nya.


“Dad, kau tidak kaget seperti itu. Kakak memang lebih bisa memahami apa yang di pikirkan oleh orang lain. Dia memiliki kelicikkan yang di miliki mommy. Jika daddy licik maka percaya lah mommy lebih licik dari daddy. Jika tidak mana mungkin dia bisa bersembunyi dari daddy selama ini. Lalu kini hal itu terjadi lagi bukan. Dia bersembunyi dari daddy lagi untuk merencanakan entah apa itu.” ucap Alexa.


Melvin pun menarik nafas panjang nya, “Apa saja yang kau tahu boy tentang mommymu itu? Katakan kepada daddy. Daddy mengaku kalah licik dari mommymu dan juga dari otakmu yang seperti nya mewarisi otak mommymu itu. Daddy tidak marah justru menyukai nya karena seperti nya Tuhan berbuat adil kepada daddy. Wajah kalian sangat mirip daddy tapi kecerdasan yang kalian miliki mirip mommy kalian. Perpaduan yang pas.” Ucap Melvin.


“Aku tidak ingin mengatakan apapun lagi dad. Aku sudah melanggar janjimu. Aku juga sudah membantumu untuk menemukan mommy. Padahal seharus nya daddy yang membawaku bertemu mommy.” Ucap Alex.


“Maaf boy daddy tidak bisa menepati janji daddy. Daddy hanya memiliki kekuasaan saja tapi kecerdasan seperti nya hanya tahu cara mengembangkan perusahaan saja. Hal lain tidak.” Ucap Melvin.


“Daddy jangan merendah begitu. Aku tetap mengagumi daddy.” Timpal Alexa.


Melvin yang mendengar itu pun tersenyum. Memang putri nya itu selalu bisa menenangkan perasaan nya. Selalu bisa jadi obat untuk nya.


Alex tidak lagi melihat ke arah Melvin dan kini justru memilih memandang ke arah asisten kakek nya itu yang dia panggil dengan kakek kedua seperti ucapan adik nya, “Kakek kedua, aku mau mengatakan satu hal padamu. Semoga saja bisa membantumu. Kakek tidak perlu mencari tahu lagi siapa yang tinggal di kediaman samping kediaman ini.” Ucap Alex menatap Nugraha, papi Emran dan Melvin yang seperti nya menantikan kelanjutan ucapan nya itu.


“Itu adalah kediaman mommy. Aku tidak mungkin salah mengenali siluet tubuh mommy. Aku sangat hafal. Aku melihat nya semalam saat di balkon kamar daddy. Dia juga melihat ke balkon kamar daddy. Mungkin untuk melihat kami atau mungkin saja untuk melihat daddy. Idola nya.” Ucap Alex.


“Boy!” panggil Melvin.


Alex pun kini kembali menatap Melvin, “Aku tahu dad. Mommy sangat mengidolakanmu. Aku pernah tidak sengaja membaca buku harian nya. Dia menulis semua kekaguman nya kepadamu di buku itu. Dia menuliskan bahwa tidak bisa membencimu walaupun kau sudah melakukan sesuatu yang membuat nya ingin membencimu. Dia selalu menganggap daddy idola nya. Dulu saat aku menemukan dan membaca sekilas buku harian itu tidak mengerti siapa yang mommy maksud dalam tulisan nya itu. Tapi kini aku mengerti dan sangat tahu siapa orang itu setelah membaca surat yang mommy tinggalkan beberapa hari lalu di hotel.” Ucap Alex.


Melvin pun terharu dengan apa yang di ucapkan putra nya itu. Melvin segera mendekati putra nya dan memeluk nya, “Apa kau yakin itu adalah mommymu? Kediaman itu milik mommymu?” tanya Melvin.


Alex mengangguk, “Hum, itu adalah Mommy. Dia juga bahkan mengawasi kita saat sarapan tadi. CCTV itu. Dia mengawasi nya dari situ. Semua CCTV di kediaman ini sudah dia bobol. Untuk mengawasi kami.” ucap Alex.


“Apa?”